-->

Refleksi 319: Menghadapi Kesepian

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 319: Menghadapi Kesepian

 

Kesepian adalah penderitaan mendalam yang dialami banyak orang. Salah satu alasan yang begitu menyakitkan adalah bahwa orang yang kesepian jelas menderita sendirian dengan sedikit orang, jika ada, untuk membantu meringankan rasa sakitnya. Jika tidak demikian, mereka tidak akan kesepian.

 

Menariknya, bahkan mereka yang dikelilingi orang lain sepanjang hari setiap hari bisa merasa kesepian. Bahkan orang yang paling populer dan supel dalam komunitas terkadang bisa bergumul dengan kesepian yang luar biasa. Hal ini mungkin tidak mudah disadari karena mereka sering “memakai topeng” menutupi kesepian yang mereka alami.

 

Kesepian itu nyata dan datang sebagai akibat dari satu kebutuhan mendalam yang kita semua miliki. Dan ini adalah kebutuhan untuk diketahui oleh orang lain. Kita ingin dikenal dan dipahami. Kami membutuhkan orang-orang yang akan mendengarkan kami, peduli, memahami, dan mencintai kami di lubuk hati kami yang terdalam.

 

Menjadi populer atau dikelilingi oleh banyak orang saja tidak memenuhi kebutuhan ini karena orang yang "populer" mungkin tidak benar-benar mengungkapkan apa yang ada di dalam dirinya kepada siapa pun. Jawaban terbaik untuk kesepian adalah kehadiran Tuhan yang intim dalam hidup anda.

 

Hubungan pribadi yang otentik dan mendalam dengan Tuhan anda memungkinkan anda untuk merasa damai, mengetahui bahwa Tuhan mengenal anda, memahami anda dan mencintai anda. Karunia ini juga membuka pintu bagi anda untuk menemukan orang-orang yang dapat anda ajak berbagi suka dan duka. Carilah keintiman dengan Tuhan. Ini adalah pertolongan terbesar bagi hati yang kesepian (Lihat Buku Harian #1542). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1542)  

Pada saat itu, Tuhan menunjukkan kepadaku betapa besar rasa cemburu-Nya mengenai hatiku.  

“Bahkan di tengah-tengah para biarawati, engkau akan merasa sendirian. Saat itu, ketahuilah bahwa Aku ingin agar engkau menyatukan diri lebih erat lagi dengan Aku. Aku peduli akan setiap denyut jantungmu. Setiap gejolak kasihmu terpantul di dalam Hati-Ku. Aku mendambakan kasihmu.”  

“Baik, Yesus, hatiku pun tidak akan mampu hidup tanpa Engkau; kalaupun hati semua makhluk dicurahkan kepadaku, semua itu tidak akan memuaskan dahaga hatiku.” (BHSF #1542) 

Renungan

Jujurlah hari ini dan renungkan pertanyaan tentang kesepian dalam hidup anda sendiri. Tidak masalah jika anda adalah orang yang suka pesta atau orang yang pendiam, kesepian dapat memengaruhi semua orang.

 

Renungkan juga fakta bahwa keintiman dengan Tuhan kita adalah obat utama. Lihatlah hubungan anda dengan-Nya dan bukalah hati anda untuk cinta-Nya. 


 

Doa 

Tuhan, aku mengundang-Mu ke dalam hatiku. Tinggallah di sana dan ungkapkan kasih lembut-Mu. Bantu aku untuk memahami bahwa Engkau mengenal dan mencintai ku terus menerus. Aku memberikan hatiku kepada-Mu, ya Tuhan. Yesus, Engkau andalanku.