} -->

05/05/2022

Mengenal Kerahiman Ilahi

 Mengenal Kerahiman Ilahi 

Dari Buku Harian St. Faustina hingga Praktik Doa


Banner Elegan Devosi Kerahiman Ilahi Yesus dan St Faustina

“Yesus, Engkau Andalanku”

“Siapa pun dapat datang kemari, melihat lukisan Yesus yang Maharahim ini, yang dari Hati-Nya memancarkan rahmat; dan mendengar dalam lubuk jiwa sendiri apa yang didengar St Faustina: `Jangan takut. Aku selalu menemanimu'.

Jika ia menyikapi dengan hati yang tulus, `Yesus, Engkaulah andalanku!', maka ia akan mendapati penghiburan dalam segala ketakutan dan kecemasannya. Dalam dialog menyampaikan diri ini, terbentuklah antara manusia dan Kristus suatu ikatan istimewa kasih yang memerdekakan. Dan `di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan' (1Yoh 4:18).”

~ Paus Yohanes Paulus II, 7 Juni 1997


 SEKILAS TENTANG KERAHIMAN ILAHI


 Apa Itu Devosi Kerahiman Ilahi ? 

Devosi Kerahiman Ilahi adalah pengabdian total kepada Allah yang Maharahim, yaitu keputusan untuk percaya penuh kepada-Nya, untuk menerima belas kasih-Nya dengan ucapan syukur dan untuk berbelas kasih kepada sesama, karena Ia penuh belas kasih. Bentuk Devosi Kerahiman Ilahi ini didasarkan pada catatan-catatan St Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia tak terpelajar yang, dalam ketaatan kepada pembimbing rohaninya, menuliskan sebuah Buku Catatan Harian setebal kurang lebih 600 halaman dengan mana ia mencatat penampakan-penampakan yang dianugerahkan kepadanya mengenai kerahiman Allah. Bahkan sebelum wafatnya pada tahun 1938, Devosi kepada Kerahiman Ilahi telah mulai disebarluaskan. 


Apa Pesan Utama Kerahiman Ilahi ? 

Pesan utama Kerahiman Ilahi adalah bahwa Allah mengasihi kita - semuanya, tak peduli betapa beratnya dosa kita. Tuhan ingin kita tahu bahwa belas kasih-Nya jauh lebih besar dari segala dosa kita; Tuhan mengundang kita untuk datang kepada-Nya dengan penuh kepercayaan, menerima belasan kasih-Nya dan membiarkan mengalir melalui kita kepada sesama. Dengan demikian, segenap umat manusia akan ikut bagian dalam kegembiraan-Nya. Pesan ini dapat dengan mudah kita ingat melalui ABC Kerahiman: 

  • Mohon Rahmat-Nya ~ Mohon Belas Kasih Allah 

Tuhan menghendaki kita datang kepada-Nya dalam doa secara terus-menerus, menyesali dosa-dosa kita dan mohon kepada-Nya untuk menyampaikan belas kasih-Nya atas kita dan atas dunia. 

  • Jadilah Penyayang ~ Berbelas Kasih kepada Sesama 

Tuhan menghendaki kita menerima belasan kasih-Nya dan membiarkan mengalir melalui kita kepada sesama. Tuhan menghendaki kita memperluas kasih serta memaafkan kepada sesama seperti yang Ia lakukan kepada kita. 

  • Sepenuhnya Percaya ~ Percaya Penuh kepada-Nya 

Tuhan ingin kita tahu bahwa rahmat-rahmat belas kasih-Nya bergantung pada besarnya kepercayaan kita. Semakin kita percaya kepada-Nya, semakin melimpahkan rahmat yang kita terima. lebih lanjut tentang ABC Kerahiman Ilahi 

 

Apa pesan khusus lainnya dalam Devosi Kerahiman Ilahi ? 

Tak ada yang baru dalam pesannya, hanya mengingatkan apa yang selalu diajarkan Gereja, yaitu bahwa Allah penuh belas kasih dan pengampunan, sehingga kita pun harus menunjukkan belas kasih dan pengampunan kepada sesama. 

Namun demikian, dalam Devosi Kerahiman Ilahi, pesan ini diserukan dengan lebih kuat dan tegas; kita dihantar untuk sampai pada pemahaman yang lebih mendalam bahwa kasih Allah tak terbatas dan tersedia bagi setiap orang - teristimewa mereka yang Jahat, “Semakin berat dosanya, semakin ia berhak mendapatkan belas kasih-Ku (723).”

 

Mengapa Devosi Kerahiman Ilahi dilarang gereja? 

Catatan-catatan St Faustina Kowalska, seorang biarawati Polandia dari Kongregasi Suster-suster Santa Perawan Maria Berbelas Kasih, merupakan sumber pesan dan devosi kepada Kerahiman Ilahi. Selama masa perang tahun 1939-1945, Devosi Kerahiman Ilahi berkembang pesat, teristimewa karena umat beriman di Polandia dan Lithuania yang cenderung menyampaikan kepada mereka yang berbelas kasih sebagai sumber penghiburan dan pengharapan. Kemudian, pada tahun 1958 dan 1959, nubuat St Faustina mengenai adanya hambatan dalam karya Kerahiman Ilahi mulai digenapi. 

Akibat banyaknya kekeliruan dalam terjemahan Buku Catatan Harian St Faustina yang disampaikan ke Tahta Suci, sementara situasi politik di Polandia selama dan sesudah masa perang menyulitkan Gereja melakukan verifikasi atas keotentikan catatan-catatan St Faustina, maka pada tanggal 6 Maret 1959 Vatikan mengeluarkan keputusan untuk melarang disebarluaskannya Devosi kerahiman Ilahi dalam bentuk seperti yang diajarkan dalam tulisan-tulisan St Faustina. 


Bagaimana akhirnya larangan tersebut dicabut? 

Duapuluh tahun kemudian, yaitu pada tahun 1978, larangan tersebut dicabut sepenuhnya; terima kasih atas campur tangan Uskup Agung Krakow, Kardinal Karol Wojtyla. Melalui daya upaya beliau, suatu Proses Informatif sehubungan dengan kehidupan dan keutamaan Sr Faustina dimulai pada tahun 1965. Hasilnya yang gemilang menghantar pada dibukanya proses beatifikasi Sr Faustina pada tahun 1968. 

Dalam surat “Notifikasi” tertanggal 15 April 1978, Kongregasi Kudus untuk Ajaran Iman, setelah meninjau kembali berbagai dokumen asli yang tak tersedia pada tahun 1959, merevisi keputusan sebelumnya dan memaklumkan bahwa larangan yang dibuat pada tahun 1959 “tidak berlaku lagi”. 

Enam bulan berselang, Kardinal Karol Wojtyla dipilih menjadi Paus Yohanes Paulus II. 


Hati-hati dengan Devosi Kerahiman Ilahi 

Ada dua ayat Kitab Suci yang perlu kita ingat baik-baik sementara kita mempraktekkan Devosi Kerahiman Ilahi, ataupun bentuk-bentuk praktik devosi lainnya: 

  1. “Bangsa ini datang mendekat dengan mulut dan memuliakan Aku dengan bibir, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku.” (Ya 29:13) 
  2. “Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan.” (Mat 5:7) 

Apabila kita memandang lukisan sedang menyimpan yang Maharahim, atau berhenti dari rutinitas untuk berdoa pada jam tiga siang, atau mendaraskan Koronka 

  • adakah hal-hal ini mendekatkan kita pada kehidupan sakramental Gereja yang sejati dan membiarkan Yesus mengubah hati kita? 
  • Ataukah devosi tersebut menjadi sekadar kebiasaan keagamaan belaka? 
  • Dalam kehidupan sehari-hari apakah kita semakin dan semakin bertumbuh menjadi orang-orang yang berbelas kasih? 
  • Ataukah kita hanya menawarkan “doa bibir” kepada Allah yang Maharahim? 


Pentingnya mengamalkan pesan kerahiman 

Devosi Kerahiman Ilahi seperti yang dinyatakan Tuhan kita melalui St Faustina, dianugerahkan kepada kita sebagai “sarana belas kasih” dengan mana kasih Allah dapat dicurahkan atas dunia, tetapi devosi itu sendiri tidaklah cukup. Tidak cukup kita menggantungkan Lukisan Kerahiman di rumah kita, mendaraskan Koronka setiap hari setiap jam tiga siang, dan menerima Komuni Kudus pada hari Minggu pertama setelah Paskah. Kita juga harus menunjukkan belas kasih kepada sesama. Mengamalkan belas kasih bukan suatu pilihan dari praktik Devosi Kerahiman Ilahi ini, melainkan suatu keharusan! 

“Demikianlah hendaknya terangmu bersinar di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (Mat 5:16) 


Tiga Tingkatan Belas kasih dalam Devosi Kerahiman Ilahi 

  1. Pertama-tama: perbuatan belas kasih, apa pun jenisnya.
  2. Kedua: ucapan belas kasih, yaitu belas kasih kata, bila kita tak dapat mewujudkannya dalam perbuatan.
  3. Ketiga: doa; kita selalu dapat menunjukkan belas kasih dengan doa. “Dalam tiga tingkat belas kasih ini,” demikian Yesus berkata kepada St Faustina, “terkandung kepenuhan belas kasih (742).” 

Kita semua dipanggil untuk mengamalkan tingkat ketiga belas kasih ini, tetapi tidak semua kita dipanggil dengan cara yang sama. Kita perlu datang dan bertanya kepada Tuhan, yang memahami pribadi dan situasi kita masing-masing yang unik, untuk membantu kita mengenali berbagai macam cara dengan mana kita masing-masing dapat menyatakan belas kasih-Nya dalam hidup kita sehari-hari. 

Baiklah kita melihat kembali apa yang telah mengajarkan Gereja mengenai karya-karya belas kasih kepada sesama. 


Karya-karya Belas Kasih Jasmani: 

  1. memberi makan kepada yang lapar
  2. memberi minum kepada yang haus
  3. memberi tumpangan kepada tunawisma
  4. mengenakan pakaian kepada yang telanjang
  5. mengunjungi orang miskin
  6. mengunjungi orang rumah
  7. meniadakan orang mati 

Karya-karya Belas Kasih Rohani: 

  1. mengajar
  2. memberi nasehat
  3. menghibur
  4. membesarkan hati
  5. mengampuni
  6. menanggung dengan sabar hati
  7. mendoakan mereka yang hidup dan mati 


Bagaimana Mempraktikkan Devosi Kerahiman Ilahi !

  • Menghormati Lukisan Kerahiman Ilahi
  • Mendaraskan Koronka Kerahiman Ilahi
  • Merayakan Minggu Kerahiman Ilahi
  • Mendoakan Jam Kerahiman Ilahi
  • Menyebarluaskan Devosi Kerahiman Ilahi

Mengapa Berdevosi Kerahiman Ilahi ?

Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=IjwD_euJLuk


Sumber: 

  1. “Pesan dan Devosi Kerahiman Ilahi” oleh Romo Seraphim Michalenko, MIC dan Vinny Flynn; diterbitkan oleh Devosi Kerahiman Ilahi Keuskupan Agung, Singapura;
  2. Para Marian dari Dikandung Tanpa Noda;  www.marian.org/divinemercy ;
  3. Kerahiman Ilahi;  www.thedivinemercy.org ;
  4. “Yesus Engkaulah Andalanku - Devosi kepada Kerahiman Ilahi” oleh Stefan Leks; penerbit Kanisius 1993;
  5. “Rasul Kerahiman Ilahi - Devosi kepada Kerahiman Ilahi” oleh P. Ceslaus Osiecki, SVD, "Kemah Tabor", Pos Mataloko 86461 - Flores;
  6. tambahan dari berbagai sumber 

Diperkenankan mengutip / menyebarkanluaskan artikel di atas dengan menyebutkan: “disarikan dan diterjemahkan oleh https://bhsf-devosikerahimanilahi.blogspot.com/