-->

Refleksi 116 : Ketergantungan Tuhan Kepada Kita

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi116 : Ketergantungan Tuhan Kepada Kita 

Tuhan sepenuhnya mandiri karena Dia menopang diri-Nya dengan sempurna. Bapa, Putera dan Roh Kudus membentuk satu kesatuan yang sempurna yang melaluinya mereka saling berhubungan dan bergantung satu sama lain. Dan saling ketergantungan inilah yang mereka butuhkan. Namun, Trinitas dengan bebas memilih untuk bergantung pada kita masing-masing dengan cara yang unik. 

Dengan memilih untuk masuk ke dalam hidup kita, bersatu dengan kita, dan membentuk ikatan cinta dengan kita, Tuhan, dengan cara tertentu, membuat diri-Nya bergantung pada kepercayaan kita. Ketergantungannya pada kepercayaan kita berhubungan dengan kedalaman cinta dan ikatan yang Dia bentuk dengan kita. Tanpa kepercayaan kita, Tuhan telah membatasi diri-Nya  seberapa dalam Dia dapat menyatukan diri-Nya dengan kita. Oleh karena itu, Tuhan menawarkan diri-Nya kepada kita dengan bebas dan tanpa syarat, tetapi membutuhkan partisipasi penuh kita agar karunia cinta yang sempurna ini menjadi lengkap (Lihat Buku Harian #548). 

Buku Harian Santa Faustina 

(548) Tiba-tiba, aku mendengar kata-kata ini di dalam jiwaku, 

“Putri-Ku, Aku menjamin adanya pemasukan tetap untuk menopang hidupmu. Tugasmu adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada kebaikan-Ku, dan tugas-Ku adalah memberikan semua yang engkau butuhkan. Aku akan membuat diri-Ku terikat pada harapanmu: kalau harapanmu besar, maka kemurahan hati-Ku akan tanpa batas.” (BHSF #548) 

Renungan 

Apakah anda memahami peran anda dalam kehidupan Tritunggal Mahakudus? 

Bapa, Putera dan Roh Kudus menawarkan kasih yang sempurna kepada anda, tetapi tidak akan memaksakan kasih itu kepada anda. Mereka mengundang anda untuk dengan bebas membalas cinta ini. Hanya dalam pilihan bebas ini, di pihak anda, untuk menerima Mereka dalam kepercayaan, Tuhan dapat memenuhi pilihan-Nya untuk menjadi satu dengan anda. Izinkan Tuhan untuk memenuhi kerinduan-Nya untuk bersatu dengan anda. Jangan menolak cinta ini atau ragu untuk membalasnya. 

 


Doa 

Tuhanku, Bapa, Putra dan Roh Kudus, aku bersyukur kepada-Mu atas karunia hidup-Mu dan kasih-Mu. Aku dengan bebas menerima Karunia Diri yang sempurna ini. Bantulah aku untuk tumbuh setiap hari dalam kepercayaan kepada-Mu sehingga aku dapat menerima-Mu dan mempersembahkan diriku kembali kepada-Mu dengan kemurahan hati yang sama seperti yang telah Engkau tunjukkan kepadaku. Yesus, Engkau andalanku.