-->

Refleksi 117 : Kandang Hatimu

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 117 : Kandang Hatimu 

Beberapa suster dan biarawan religius menjalani kehidupan yang menyendiri dalam batas-batas kamar atau ruangan. Tidak seorang pun boleh memasuki kamar atau ruangan itu tanpa alasan yang baik, kecuali jika mereka adalah anggota komunitas iman itu. Orang lain boleh masuk hanya dengan izin atasan. Mungkin seorang saudari sakit parah dan membutuhkan Sakramen Pengurapan, atau mungkin seorang pekerja harus masuk untuk perbaikan yang diperlukan. Gambar sebuah kamar atau ruangan merupakan analogi atau serupa dengan jiwa kita. Kita harus memberikan kunci itu kepada Yesus dan membiarkan Dia menjaganya. Dia hanya akan mengizinkan mereka yang termasuk untuk bisa masuk (Lihat Buku Harian #554). 

Buku Harian Santa Faustina 

(554) Klausura. 

Tak seorang pun dapat memasuki klausura tanpa izin khusus dari pimpinan Gereja setempat, dan izin itu hanya dapat diberikan dalam keadaan yang sangat khusus, misalnya pelayanan sakramen kepada suster yang sakit untuk mempersiapkan mereka menghadapi ajal, dan untuk upacara pemakaman. Bisa jadi ada kebutuhan untuk membiarkan seorang pekerja masuk klausura untuk melakukan beberapa perbaikan; tetapi untuk ini, dituntut suatu izin khusus sebelumnya. Pintu klausura hendaknya selalu dikunci dan hanya superior yang akan memegang kuncinya. (BHSF #554) 

Renungan 

Apa yang anda izinkan masuk ke dalam jiwa anda? 

Apakah anda mengizinkan Tuhan untuk menjaga anda dan mengatur pikiran dan hati anda? 

Terlalu sering, kita membiarkan banyak hal duniawi masuk. Kita membuka lebar-lebar pintu bagi godaan dosa dan kekotoran. Berikan kunci jiwamu kepada Tuhan kita. Dia akan menjagamu dan membuatmu tetap aman. Dia akan menyambut semua orang yang Dia inginkan agar anda tinggal, dan membuka pintu bagi mereka yang datang untuk menyembuhkan dan memulihkan. Tetapi Dia akan dengan rajin melindungi ruang suci jiwa anda ini dari apa yang bukan miliknya, jika anda mengizinkan-Nya.

 


Doa 

Tuhan, ketika aku menderita, terkadang aku meragukan kasih dan perhatian-Mu kepadaku. Aku mempertanyakan apakah Engkau ada di sana, menopangku dan memimpinku. Beri aku rahmat yang kubutuhkan untuk menanggung semua efek dosa di dunia kita. Bantulah aku untuk menghadapi akibat dari dosaku sendiri dan dosa dunia dengan keberanian dan keyakinan di tangan pelindung-Mu. Yesus, Engkau andalanku.