-->

Refleksi 123 : Berkat dari Kehinaan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 123 : Berkat dari Kehinaan 

Siapa, yang waras, ingin dipermalukan? 

Apa yang akan anda lakukan jika dipermalukan? 

Kebanyakan orang akan tergoda untuk mencari cara untuk menghindari penghinaan. Beberapa akan menjadi sangat terluka sebagai hasilnya. Orang lain akan menjadi marah dan defensif. Dan meskipun sumber penghinaan seseorang mungkin tidak adil, penting untuk dipahami bahwa penghinaan dapat menjadi undangan ke kedalaman rahmat dan Rahmat Tuhan yang terdalam. Penghinaan berpotensi menghasilkan kerendahan hati bila dirangkul dengan benar. Meskipun kemarahan dan sakit hati juga bisa terjadi, kerendahan hati harus menjadi tujuannya. Yang paling penting adalah kita menumpahkan segala kebanggaan, kemarahan, atau luka yang kita alami dan membiarkan diri kita masuk ke kedalaman kerendahan hati. Kualitas yang diperlukan ini akan memungkinkan kita untuk hanya mengandalkan Tuhan, mencari penghiburan dan kedamaian hanya dari-Nya, dan biarkan Dia dan Kehendak Kudus-Nya menjadi satu-satunya sumber sukacita kita dalam hidup. Tidak ada yang lebih baik bagi jiwa daripada kerendahan hati yang datang dari penghinaan (Lihat Buku Harian #593). 

Buku Harian Santa Faustina 

(593) O Yesusku, tidak ada suatu pun yang lebih baik bagi jiwa daripada kerendahan hati. Dalam kerendahan hatilah terletak rahasia kebahagiaan, yakni ketika jiwa mengetahui bahwa dari dirinya sendiri, ia hanyalah kepapaan dan kehampaan, dan bahwa apa pun juga harta yang ia miliki semua itu adalah anugerah dari Allah. 

Ketika suatu jiwa menyadari bahwa segala sesuatu diberikan kepadanya secara cuma-cuma dan bahwa satu-satunya hal yang ia miliki adalah kepapaannya sendiri, pada saat itulah ia diteguhkan dalam sembah sujud lestari yang ia lakukan dengan rendah hati di hadapan keagungan Allah. 

Dan, melihat jiwa dalam sikap yang seperti itu, Allah semakin melimpahinya dengan rahmat-Nya. Ketika jiwa terus menerus membenamkan diri semakin dalam di dalam jurang kehampaan dan kepapaannya, 

Allah menggunakan kemahakuasaan-Nya untuk meninggikannya. Kalau ada jiwa yang sungguh-sungguh berbahagia di dunia ini, maka ini hanyalah mungkin kalau jiwa itu sungguh rendah hati. 

Mula-mula, cinta diri akan sangat menderita, tetapi sesudah jiwanya berjuang dengan gigih, Allah akan memberinya banyak terang, dan dengan terang itu ia dapat melihat betapa segala sesuatu itu tak bernilai dan penuh tipu daya. 

Hanya Allah yang ada di dalam hati. Suatu jiwa yang rendah hati tidak mengandalkan dirinya sendiri, tetapi menaruh seluruh harapannya pada Allah. Allah membela jiwa yang rendah hati dan berkenan masuk ke dalam relung hatinya, dan jiwa itu akan menikmati kebahagiaan yang tiada taranya, yang tidak dapat dipahami oleh seorang pun. (BHSF #593) 

Renungan

Apa yang paling membuatmu rendah hati?

Apa yang melukai harga diri anda dan menyebabkan anda marah atau defensif?

Apa yang anda pikirkan secara obsesif?

Jika ada sesuatu yang terlintas dalam pikiran, maka ini mungkin sesuatu yang sangat spesifik yang Tuhan ingin ubah menjadi sumber rahmat dan Rahmat. Segala sesuatu, baik itu dosa, ketidakadilan, sakit hati, dll, memiliki potensi untuk diubah menjadi rahmat oleh Tuhan kita. Dia benar-benar Yang Mahakuasa. Identifikasi apa yang paling melukai harga diri anda dan cobalah untuk melihatnya dari perspektif baru, biarkan Tuhan mengubahnya menjadi sumber kasih karunia. 

 


Doa 

Tuhan, harga diriku terluka berkali-kali. Ada begitu banyak pengalaman yang kumiliki yang tidak cocok dengan aku. Tolong aku untuk membiarkan semua hal yang berada di luar kendaliku diubahkan oleh-Mu dan kasih karunia-Mu sehingga mereka tidak lagi membebaniku, menyebabkan sakit hati dan kemarahan. Terimalah penghinaan ini, Tuhan terkasih, dan ubahlah hatiku melaluinya sehingga, dalam kerendahan hatiku, aku dapat mengenal-Mu lebih dekat dan berserah diri kepada-Mu lebih lengkap. Yesus, Engkau andalanku.