-->

Refleksi 129 : Jangan Takut

 Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 129 : Jangan Takut

"Jangan takut; beriman saja” (Markus 5:36  Tetapi mengabaikan apa yang mereka katakan, Yesus berkata kepada pemimpin rumah ibadat, “Jangan takut, percaya saja.”). Empat kata ini, “Jangan takut,” diucapkan berkali-kali di seluruh Kitab Suci. Kita harus memperhatikan mereka. Ketakutan dapat melumpuhkan kita dan membawa kita ke dalam berbagai bentuk pemikiran dan tindakan bodoh. Orang yang bertindak karena takut benar-benar bertindak seperti orang bodoh. Itu mungkin tampak kasar pada awalnya, tetapi tidak jika anda mengerti apa artinya. Ini hanya berarti bahwa seseorang yang bertindak karena takut tidak dapat bertindak secara rasional. Ketakutan sangat merusak kemampuan seseorang untuk tetap tenang, tetap fokus, dan berpikir jernih. Itulah sebabnya Kitab Suci berbicara secara langsung mengenai poin rohani yang penting ini. Ketakutan harus memberi jalan kepada iman dan kepercayaan kepada Tuhan (Lihat Buku Harian #626-627). 

Buku Harian Santa Faustina 

(626) Pada petang hari, dalam kebaktian kepada Sakramen Mahakudus, selama beberapa waktu, jiwaku berada dalam persekutuan dengan Allah Bapa. Aku merasakan bahwa aku berada di tangan-Nya seperti seorang anak kecil, dan aku mendengar kata-kata ini di dalam jiwaku, 

“Jangan takut akan suatu pun, Putri-Ku; semua lawan akan hancur di kaki-Ku.” 

Mendengar kata-kata ini, suatu damai yang mendalam dan ketenangan batin yang luar biasa menyelimuti jiwaku. 

(627) Pernah, aku mengeluh kepada Tuhan bahwa Ia telah menarik pertolongan-Nya dariku dan bahwa aku akan sendirian lagi dan tidak akan mengetahui apa yang harus kukerjakan. Ketika itu juga aku mendengar kata-kata ini, 

“Jangan takut; Aku senantiasa menyertai engkau.” 

Sesudah mendengar kata-kata ini, suatu damai yang mendalam sekali lagi menyusup ke dalam jiwaku. Kehadiran-Nya meresapi diriku sepenuh dengan cara yang tidak dapat aku rasakan. Rohku dibanjiri dengan sinar dan tubuhku juga ikut merasakannya.   (BHSF #626-627) 

Renungan 

Apa yang paling membuat anda cemas, khawatir, dan takut? 

Ini adalah perjuangan yang kita semua hadapi. Tidak ada rasa malu untuk mengakuinya. Jadi apa itu? 

Identifikasi apa yang paling menguasai anda dan anda akan mengidentifikasi apa yang Tuhan ingin anda serahkan dalam kepercayaan. Pergi ke jantung perjuangan. Tulus menempatkan kekhawatiran dan ketakutan itu ke dalam Tangan Tuhan dan kepercayaan. Percayalah bahwa Tuhan Mahakuasa dan mampu menangani setiap situasi. Dia mungkin tidak mengubah hal-hal seperti yang anda pikir seharusnya diubah, tetapi Dia akan mengangkat beban anda dan memungkinkan anda untuk bergerak maju tanpa rasa takut yang dapat dengan mudah melumpuhkan dan membingungkan anda. Jangan biarkan rasa takut mendominasi hidup anda. Percayalah pada Tuhan dan biarkan kepercayaan itu mengubah anda.

 


Doa 

Yesus, aku ingin mempercayai-Mu dan mempercayakan semua bebanku kepada-Mu. Aku terutama berpaling kepada-Mu dengan (hening dan nyatakan apa yang paling menyebabkan ketakutan dan kecemasan). Silakan masuk ke dalam beban ini dan angkat dengan tangan lembut-Mu, ganti dengan kedamaian dan ketenangan batin yang luar biasa. Yesus, Engkau andalanku.