-->

Refleksi 135 : Percakapan dengan Yesus

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 135 : Percakapan dengan Yesus 

Apakah anda berbicara dengan Yesus? 

Ini adalah bentuk doa yang paling berbuah. “Percakapan” dengan Tuhan bukanlah bentuk doa tertinggi, tetapi merupakan bentuk doa yang sering kita perlukan untuk memulainya. Percakapan dengan Tuhan sangat bermanfaat ketika kita membawa beberapa bentuk beban atau kebingungan dalam hidup. Ketika hal ini terjadi, akan sangat membantu untuk membicarakan hal ini secara terbuka dan jujur ​​dengan Tuhan kita. 

Berbicara dengan-Nya, secara batiniah, akan membantu memberikan kejelasan pada rintangan apa pun yang kita hadapi. Dan ketika percakapan selesai, dan ketika kita telah mendengar jawaban-Nya yang jelas, kita kemudian diundang untuk masuk lebih dalam ke dalam doa dengan menyerahkan diri kita pada apa yang Dia katakan. Melalui pertukaran awal ini, diikuti dengan penyerahan pikiran dan kehendak sepenuhnya, pemujaan sejati kepada Tuhan diwujudkan. 

Jadi jika ada sesuatu di pikiran anda, jangan ragu untuk berbicara secara terbuka dan jujur ​​ dengan Tuhan kita tentang hal itu. Anda akan menemukan bahwa itu adalah percakapan yang mudah dan bermanfaat untuk dilakukan (Lihat Buku Harian #670). 

Buku Harian Santa Faustina 

(670) O Yesus, Guruku dan Pembimbingku, hanya dengan Dikau aku dapat bergaul. Tidak dengan seorang pun aku dapat berbicara sedemikian mudah seperti dengan Engkau, ya Allah. (BHSF #670) 

Renungan

 

Pikirkan tentang hal yang paling mengganggu anda.


Apa yang tampaknya membebani anda?


Cobalah berlutut dan curahkan hati anda kepada Yesus. Berbicaralah kepada-Nya, tetapi kemudian diam dan nantikan Dia. Dengan cara yang tepat dan pada waktu yang tepat Dia akan menjawab anda, ketika anda terbuka. Dan ketika anda mendengar Dia berbicara, dengarkan dan patuhi. Ini akan memungkinkan anda untuk berjalan di jalan pemujaan dan penyembahan sejati.

 


Doa 

Tuhan yang terkasih, aku mencintai-Mu dan memuja-Mu dengan sepenuh hatiku. Bantu aku untuk dengan percaya diri membawa kekhawatiranku kepada-Mu, meletakkannya di hadapan-Mu dan mendengarkan tanggapan-Mu. Yesus yang terkasih, saat Engkau berbicara denganku, bantulah aku untuk mendengarkan suara-Mu dan untuk menanggapi dengan kemurahan hati yang sejati. Yesus, Engkau andalanku.