-->

Refleksi 136 : Kekuatan Hati yang Bersyukur

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 136 : Kekuatan Hati yang Bersyukur

 

Jika anda memeriksa isi kehidupan doa anda selama sebulan terakhir, apa yang akan anda lihat?


Semoga banyak momen penyerahan, syafaat, pujian dan pemujaan. Dan semoga ada juga banyak momen di mana doa anda terdiri dari rasa syukur yang mendalam kepada Tuhan.


Bersyukur, benar-benar bersyukur, dan mengungkapkan rasa syukur itu dalam doa adalah kekuatan. Kita memiliki begitu banyak hal untuk disyukuri namun, seringkali, kita menjadi lebih fokus pada masalah kita daripada pada berkat yang tak terhitung jumlahnya yang telah Tuhan berikan kepada kita. Bahkan di tengah-tengah masa tergelap kehidupan, ada banyak hal yang dapat ditemukan oleh jiwa suci untuk disyukuri.


Mengucapkan doa syukur kepada Tuhan, dengan penuh ketulusan, berpotensi mengangkat semangat kita ke puncak kebahagiaan spiritual yang autentik (Lihat Buku Harian #675). 

Buku Harian Santa Faustina 

(675) 7 Agustus 1936. 

Ketika aku menerima karangan mengenai Kerahiman Ilahi dengan gambar, kehadiran Allah memenuhi hatiku secara ajaib. Ketika aku membenamkan diri dalam doa syukur, tiba-tiba aku melihat Tuhan Yesus dalam cahaya yang terang benderang, sama seperti Ia dilukiskan, dan pada kaki-Nya aku melihat Pastor Andrasz dan Pastor Sopocko. Keduanya memegang pena di tangan, dan kilau terang dan api, seperti halilintar, keluar dari ujung pena mereka dan mengenai himpunan besar manusia yang bergegas entah ke mana aku tidak tahu. Barangsiapa disentuh oleh sinar terang itu serta merta membalikkan punggungnya pada himpunan itu dan mengulurkan tangannya ke arah Yesus. Sejumlah berpaling dengan sukacita yang besar, yang lain dengan rasa sakit yang amat nyeri dan penyesalan. Yesus sedang memandang kedua imam dengan sangat ramah. Sesaat kemudian, aku tinggal sendirian bersama Yesus, dan aku berkata, 

“Yesus, ambillah aku sekarang karena kehendak-Mu sudah digenapi.” 

Dan Yesus menjawab kepadaku, 

“Kehendak-Ku belum digenapi sepenuhnya dalam dirimu; engkau masih akan menderita banyak, tetapi Aku menyertaimu; jangan takut.”  (BHSF #675)

Renungan

 

Apa yang kamu syukuri?


Lebih baik lagi, dengan cara apa Tuhan memberkati anda dengan berlimpah?


Jika anda tidak segera menyadari berkat-berkat anda dari Tuhan, itu pertanda baik bahwa anda mungkin perlu meluangkan lebih banyak waktu untuk “menghitung berkat-berkat anda.” Adalah baik untuk menjaga mata kita pada berkat-berkat yang tak terhitung banyaknya yang telah Tuhan berikan kepada kita, untuk melihat mereka, menamai mereka dan bersukacita di dalamnya. Semakin kita melihatnya, semakin kita tumbuh dalam rasa syukur, dan semakin kita tumbuh dalam rasa syukur, semakin kita diberkati.

 


Doa 

Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu dengan rasa syukur yang mendalam atas berkat yang tak terhitung jumlahnya dalam hidupku. Bantu aku untuk setiap hari menjadi lebih sadar akan berkat-berkat itu dan mensyukurinya. Bantu aku untuk melihat bahwa hidup itu sendiri adalah sebuah anugerah dan bahwa Engkau aktif dalam hidupku siang dan malam. Bantu aku untuk melihat berkat-berkat ini secara khusus ketika hidup ini sulit, atau ketika beberapa beban membebaniku. Semoga aku dipenuhi dengan hati yang bersyukur dan selalu bersukacita dalam kebaikan-Mu. Yesus, Engkau andalanku.