-->

Refleksi 137 : Kuasa di Salib

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 137 : Kuasa di Salib

 

Ketika anda berdoa, apakah anda pernah duduk dan menatap salib?


Dari perspektif luar, salib adalah kenyataan yang membingungkan. Mengapa kita mengangkat tinggi dan menghormati peristiwa mengerikan seperti itu?


Pembunuhan brutal Anak Allah mungkin pada awalnya bukan sesuatu yang membuat kita tertarik. Namun, salib memiliki kekuatan dan daya tarik bagi mereka yang memandangnya dengan iman karena itu bukan hanya pembunuhan yang mengerikan dan brutal, itu adalah, pertama dan terutama, kemenangan penuh atas dosa dan kematian.

 

Penyaliban Tuhan kita adalah tindakan kasih terbesar yang pernah dikenal, karena dalam tindakan itu, Dia menghancurkan kematian dan dosa selamanya bagi mereka yang berpaling kepada-Nya dengan sepenuhnya meninggalkannya. Salib juga merupakan tanda bagi kita tentang pemberian diri kita dipanggil untuk hidup. Kita masing-masing dipanggil untuk masuk ke atas salib itu dan mati bersama Kristus, memberikan diri kita kepada orang lain. Karena dalam kematian bersama Dia, dosa-dosa kita ditebus dan kita dapat berbagi dalam kemenangan Kebangkitan-Nya. Menatap Penyaliban Tuhan kita mengubah kita saat membuka pintu Rahmat yang dimenangkan oleh tindakan cinta tanpa pamrih ini (Lihat Buku Harian #681). 

Buku Harian Santa Faustina 

(681) Di tengah siksaan yang paling besar, aku mengarahkan tatapan mata jiwaku kepada Yesus yang tersalib; aku tidak mengharapkan pertolongan dari manusia, tetapi menaruh harapanku pada Allah. Dalam kerahiman-Nya yang tak terselami, kutaruh seluruh harapanku.   (BHSF #681) 

Renungan

Cobalah berdoa di depan salib. Cobalah duduk dalam diam dan memandanginya. Untuk "menatap" lebih dari sekadar "melihat." Ketika kita menatap kita berusaha untuk melihat melampaui gambar yang kita lihat dan untuk mengintip ke dalam cinta yang membawa Yesus ke saat itu. Kita melihat Allah dengan kasih yang tak terbatas yang rela pergi jauh-jauh untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan mengasihi kita dengan kasih yang sempurna.

 


Doa 

Tuhan, aku benar-benar ingin menatap tindakan kasih-Mu yang sempurna dan melihat Hati-Mu, yang meledak dengan Rahmat atasku dan ke seluruh dunia. Bantulah aku untuk memahami karunia yang tak terduga dari Pengorbanan-Mu dan untuk masuk ke dalam rasa syukur yang abadi atas karunia ini. Yesus, Engkau andalanku.