-->

Refleksi 139 : Tuhan Membuatnya Terjadi

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 139 : Tuhan Membuatnya Terjadi

 

Terkadang kita cenderung mendorong Kehendak Tuhan lebih cepat dari yang Tuhan pilih untuk digerakkan. Akibatnya, kita akhirnya melakukan kehendak kita sendiri dan bukan kehendak Tuhan. Kuncinya adalah kesabaran. Kita harus dengan sabar menantikan Tuhan agar Dia bertindak di dalam kita sehingga Dialah yang melakukan segala sesuatu melalui kita. Padahal, tindakan kesabaran adalah sesuatu yang sangat diinginkan Tuhan dalam hidup kita. Melalui kesabaran, kita dapat melepaskan kehendak dan gagasan kita sendiri dan menyaksikan Tuhan menyelesaikan jauh lebih banyak daripada yang dapat kita lakukan sendiri. Kita harus rajin, dan menanggapi Tuhan ketika Dia membuka pintu atau menunjukkan jalan, tetapi kita harus menunggu Dia yang membuka dan menunjuk (Lihat Buku Harian #693). 

Buku Harian Santa Faustina 

14 September 1936. 

Uskup Agung dari Vilnius mengunjungi kami. Meskipun ia tinggal bersama kami untuk waktu yang amat singkat, aku masih mempunyai kesempatan untuk berbicara dengan imam yang pantas ini mengenai karya kerahiman. Ia menunjukkan dirinya sangat terbuka kepada masalah kerahiman ini, 

“Suster, hiduplah sungguh-sungguh dalam damai; kalau ini ada dalam rencana-rencana Penyelenggaraan Ilahi, itu akan terwujud. Sementara ini, hendaknya Suster minta suatu tanda eksternal yang lebih jelas. Biarlah Tuhan Yesus memberi kepadamu pengetahuan yang lebih jelas mengenai hal ini. Aku minta untuk menunggu sedikit lebih lama. Tuhan Yesus akan mengatur situasinya sedemikian rupa sehingga segala sesuatu akan menjadi baik.”  (BHSF #693) 

Renungan

 

Apa yang membuat anda tidak sabar dalam hidup?


Apa yang anda inginkan agar Tuhan bergerak lebih cepat?


Renungkan pergumulan batin ini dan ketahuilah bahwa keutamaan kesabaran membuka pintu petunjuk dan rahmat yang Tuhan ingin berikan. Biarkan Dia melakukan hal-hal dalam waktu dan cara-Nya dan anda akan menemukan bahwa cara-Nya jauh di atas anda.

 


Doa

Tuhan, aku tahu bahwa jalan-Mu jauh di atas jalanku dan bahwa pikiran-Mu harus dipilih di atas jalanku sendiri (lihat Yes 55:8 Karena pikiran-Ku bukanlah pikiranmu, jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman Tuhan). Berilah aku rahmat kesabaran dalam segala hal. Tolong aku untuk menunggu-Mu dan percaya bahwa Rahmat-Mu akan dilimpahkan dalam kelimpahan sesuai dengan hikmat-Mu yang sempurna. Yesus, Engkau andalanku.