-->

Refleksi 142 : Kedamaian Tuhan Mengusir Kejahatan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 142 : Kedamaian Tuhan Mengusir Kejahatan 

Penting untuk mengenali keberadaan si jahat, setan. Dan penting untuk menyadari kemarahan dan kebenciannya. Kebenciannya memiliki intensitas yang lebih besar daripada yang mungkin bisa kita pahami. 

Adalah di luar kendalinya untuk berhenti membenci kita dan berusaha menghancurkan kita dengan semua kekuatannya. 

Mengapa penting untuk mengetahui hal ini? 

Karena ketika kita menerima serangan dari si jahat, baik secara langsung atau melalui kemarahan yang “terinspirasi” dari orang lain, kita cenderung bereaksi dengan ketakutan, skandal, atau kemarahan diri kita sendiri. 

Kita cenderung ingin melawan. Tetapi jika kita memahami kebencian yang intens dari iblis, kita akan menyadari bahwa dia ingin menarik kita ke dalam kebencian dan kemarahannya. Oleh karena itu, tanggapan terbaik untuk setiap pengalaman kebenciannya adalah dengan berbalik dari dia dan serangannya dan tetap berdamai dengan Tuhan. Kedamaian jiwa kita akan menghalau dia dan semua yang dia coba lakukan terhadap kita.(Lihat Buku Harian #713). 

Buku Harian Santa Faustina 

11 Oktober. 

Petang ini, ketika aku sedang menulis tentang kerahiman Allah yang besar ini dan keuntungannya yang luar biasa bagi jiwa-jiwa, setan menyeruak masuk ke dalam kamarku dengan sangat marah dan ganas. Ia merenggut tirai, lalu merobek dan mencabik-cabiknya. Mula-mula aku agak ketakutan, tetapi segera aku membuat tanda salib dengan salib kecilku, dan makhluk buas itu pun tenang tak berdaya lagi lalu menghilang dengan seketika. 

Hari ini, aku tidak melihat sosok yang menjijikkan itu tetapi hanya merasakan kemarahannya. Kemarahan setan itu mengerikan, tetapi tirai tidak robek dan tidak tercabik-cabik, dan aku terus menulis dengan tenang. Aku sungguh-sungguh tahu bahwa si jahat tidak akan menyentuh aku tanpa dikehendaki oleh Allah, tetapi apa yang direncanakan si jahat? Ia mulai menyerang aku secara terang-terangan, dengan sangat ganas dan penuh kebencian; tetapi tidak sedetik pun ia mengganggu damaiku, dan kesabaranku ini membuatnya semakin garang. 

Renungan 

Bagaimana anda bereaksi terhadap si jahat dan serangannya? 

Apakah anda mengenali cara-caranya yang berbahaya tetapi keji? 

Dapatkah anda melihat upayanya untuk mencuri kedamaian anda dan mengalihkan fokus anda pada rasa takut daripada iman? 

Renungkan, hari ini, pada salib dan arahkan mata anda ke tindakan penyelamatan cinta sempurna yang diberikan oleh Juruselamat kita. Dengan berpaling kepada Tuhan dalam segala hal, kedamaian-Nya tetap ada dan Dia akan menghalau serangan gelap dia yang membenci kita. 

 


Doa

Tuhan, aku mengalihkan pandanganku kepada-Mu dan menyerahkan pikiran, hati, perasaan, dan nafsuku hanya kepada-Mu dan hanya kepada-Mu. Bebaskan aku dari ketakutan bodoh dan dari semua serangan si jahat. Semoga aku melihat cara-cara jahatnya dan menolak efeknya dengan percaya hanya kepada-Mu dan kepada-Mu saja. Yesus, Engkau andalanku.