-->

Refleksi 154 : Doa dalam Keheningan dan Kerendahan Hati

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 154 : Doa dalam Keheningan dan Kerendahan Hati 

Bayangkan pemandangan Bunda Terberkati kita dalam keadaan Kelahiran yang sederhana. Dia tidak punya rumah pada saat itu selain tempat berkumpulnya hewan-hewan ini. Namun dalam keheningan malam suci itu, dia berada di rumah saat dia menatap Anaknya dengan kekaguman dan cinta yang terdalam. Dia menatap dalam diam saat Dia berbaring tidur di atas jerami . Ini harus menjadi gambaran jiwa anda. Anda dipanggil untuk masuk ke dalam kerendahan hati tempat tinggal batin anda. Jauh di lubuk hati, anda harus melihat Anak Berharga ini, beristirahat dalam damai. Tetap diam dan penuh perhatian, tetap fokus pada-Nya dalam pemujaan, dan biarkan diri anda diliputi kegembiraan atas kehadiran-Nya di dalam jiwa anda (Lihat Buku Harian #785). 

Buku Harian Santa Faustina 

29 November 1936. 

Bunda Allah telah mengajar aku bagaimana mempersiapkan diri untuk Pesta Natal. Hari ini, aku melihat dia tanpa Bayi Yesus. Ia berkata kepadaku, 

“Putri-Ku, upayakanlah sungguh-sungguh keheningan dan kerendahan hati supaya Yesus, yang terus menerus tinggal di dalam hatimu, dapat beristirahat. 

Sembahlah Dia di dalam hatimu; jangan meninggalkan hidup batinmu. 

Putriku, aku akan memperoleh bagimu rahmat kehidupan batin yang sedemikian besar sehingga tanpa pernah meninggalkan kehidupan batin engkau mampu melaksanakan semua tugas lahiriahmu dengan perhatian yang bahkan lebih besar. 

Tinggallah bersama Dia terus menerus dalam ruang hatimu sendiri. Ia akan menjadi kekuatanmu. 

Berkomunikasilah dengan ciptaan-ciptaan hanya sejauh perlu dan sejauh dituntut oleh tugas-tugasmu. 

Engkau adalah tempat tinggal yang menyenangkan bagi Allah yang hidup; dalam dirimu Ia terus menerus tinggal dengan penuh kasih dan sukacita. 

Dan kehadiran Allah yang hidup, yang engkau alami dengan lebih nyata dan gamblang akan meneguhkan engkau, Putriku, dalam segala hal yang telah kukatakan kepadamu. 

Berusahalah berlaku seperti ini sampai Hari Natal, dan kemudian Ia sendiri akan memberitahukan kepadamu dengan cara apa engkau akan mempersatukan dan menyatukan diri dengan Dia.” (BHSF #785) 

Renungan 

Renungkan doa anda yang rendah hati dan hening. Saat anda duduk dengan tenang di hadapan Yesus, atau bahkan saat anda melakukan tugas sehari-hari anda, 

Apakah anda memperhatikan kehadiran ilahi Juruselamat anda yang tinggal di dalam diri anda? 

Apakah anda melihat Dia tidur di sana dalam keheningan? 

Jiwa kita harus menjadi tempat berdoa dan berdiam diri sehingga kita dapat dengan rendah hati menjaga pandangan kita kepada Tuhan kita di dalam tempat tinggal yang suci ini. Jika anda terus menatap-Nya, saat Dia diam diam di dalam diri anda, maka anda akan menjalani hari anda dengan damai dan sukacita yang hanya dapat dibawakan oleh Anak kudus ini.

 


Doa

Tuhan, bawalah kerendahan hati dan ketenangan ke dalam hatiku. Semoga aku menemukan-Mu beristirahat di sana dalam damai dan memuja-Mu dengan cinta yang mendalam. Semoga aku selalu memperhatikan-Mu dan tidak pernah terganggu oleh banyak godaan dunia ini. Semoga pemujaan yang kupersembahkan kepada-Mu yang tinggal di dalam diriku menjadi sumber cinta dan pelayanan yang kupersembahkan kepada semua orang. Yesus, Engkau andalanku.