-->

Refleksi 159 : Rahmat di Saat Kematianmu

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 159 : Rahmat di Saat Kematianmu

Setiap kali kita memanjatkan doa “Salam Maria”, kita berdoa untuk saat-saat sakral kematian kita. Dengan melakukan itu, kita mempercayakan saat itu kepada Bunda Terberkati kita sehingga dia akan menjadi perantara bagi kita pada saat yang paling kita butuhkan. Doa suci lainnya untuk didoakan sebagai persiapan untuk saat itu adalah Kapel Kerahiman Ilahi. Terlalu sering kita takut saat kematian kita. Dan meskipun ini dapat dimengerti sampai batas tertentu, kita harus mengizinkan Tuhan kita untuk mengungkapkan kepada kita pentingnya dan kesucian momen suci itu. Segala sesuatu dalam hidup ini harus menjadi persiapan untuk jam terakhir kehidupan duniawi kita ini. Jika kita telah mencari Rahmat Tuhan yang melimpah sepanjang hidup, maka kita akan diyakinkan akan Rahmat-Nya di saat kita meninggal dunia. Jika belum, kita harus tetap percaya bahwa Kerahiman-Nya tidak terbatas dan, selama kita memiliki nafas dan hidup, Dia menawarkan untuk membanjiri kita dengan karunia kudus-Nya (Lihat Buku Harian #811). 

Buku Harian Santa Faustina 

(811) Ketika aku memasuki kamar pengasinganku, aku mendengar kata-kata ini, 

“Pada jam kematiannya, setiap orang yang mendaras Koronka akan Aku bela seperti kemuliaan-Ku sendiri; atau kalau ada orang lain yang mendaras Koronka bagi orang yang sedang menghadapi ajal, dia ini akan mendapatkan indulgensi yang sama. 

Kalau Koronka ini didaras di dekat pembaringan orang yang sedang menghadapi ajal, murka Allah akan dipadamkan dan kerahiman yang tak terselami akan meliputi jiwanya. 

Dan, lubuk kerahiman-Ku yang mesra akan tergerak karena sengsara Putra-Ku yang memilukan.” 

Oh, kalau saja setiap orang menyadari betapa besarnya kerahiman Tuhan dan betapa banyaknya kita semua membutuhkan kerahiman itu, khususnya pada saat-saat yang genting itu! (BHSF #811) 

Renungan

Apakah anda takut akan saat kematian anda?

Atau apakah anda takut saat kematian orang yang anda cintai?


Meskipun ini normal dan dapat dimengerti, kita harus berusaha untuk melihat jam itu sebagai jam Kerahiman yang agung. Tuhan mencintai, dengan cinta yang mendalam, jiwa yang ada di saat-saat terakhir kehidupan ini. Dia melihat dengan antisipasi suci pada jiwa yang menginginkan persatuan penuh dan dekat yang menunggu.


Renungkan saat-saat suci anda. Ketahuilah bahwa Tuhan kita ingin memulai persiapan anda untuk saat ini hari ini dengan terus meningkatkan Rahmat-Nya di dalam diri anda. Biarkan Rahmat itu tercurah dan biarkan itu mempersiapkan hati anda untuk saat di mana anda memiliki hak istimewa untuk melihat Tuhan kita muka dengan muka.  




Doa

Bunda Yang Terberkati, tolong doakan aku sekarang dan pada saat kematianku. Yesus yang terkasih, aku ingin agar hatiku selalu siap untuk saat-saat ketika Engkau memanggilku kepada-Mu. Semoga semua yang aku lakukan dalam hidup ini menjadi persiapan untuk berlalunya saat itu, dan semoga pada saat ini aku menerima limpahan Rahmat-Mu. Tuhan, tolong beri aku juga rahmat untuk membantu mempersiapkan orang lain untuk jam suci ini dan untuk berdoa bagi mereka dengan sungguh-sungguh ketika saatnya tiba. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi