-->

Refleksi 162 : Cahaya Mengusir Kegelapan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 162 : Cahaya Mengusir Kegelapan 

Cahaya mengusir kegelapan. Secara ilmiah, kita tahu bahwa terang dan gelap bukanlah kekuatan yang berlawanan; sebaliknya, gelap adalah ketiadaan cahaya. Dan ketika cahaya masuk, kegelapan tidak ada lagi. Begitu pula dengan Rahmat Allah. Tanpa Rahmat, jiwa kita gelap. Kita jatuh ke dalam keraguan, kebingungan, ketakutan, dan keputusasaan ketika Rahmat tidak ada. Dalam hal ini, kita ditinggalkan dalam kegelapan total di mana kotoran dosa dapat berkuasa. Tetapi Tuhan ingin membawa cahaya Rahmat-Nya. Ketika ini terjadi, dan ketika kita membuka jiwa kita untuk karunia ini, kegelapan keraguan, kebingungan, ketakutan dan keputusasaan lenyap. Mereka tidak bisa tinggal di mana Cahaya Belas Kasih berada (Lihat Buku Harian #831). 

Buku Harian Santa Faustina 

(831) O Yesusku, jiwaku merindukan hari-hari pencobaan, tetapi jangan meninggalkan aku sendirian dalam kegelapan jiwaku. Sebaliknya aku sendirian dalam kegelapan jiwaku. Sebaliknya, rengkuhlah aku erat-erat, dekapkan pada diri-Mu. Jagalah bibirku, supaya hanya Engkaulah yang mengetahui harumnya penderitaanku dan menjadi senang karenanya. (BHSF #831) 

Renungan 

Ketika anda melihat jiwa anda, apa yang anda lihat?

Apakah ada kegelapan? 

Apakah anda melihat efek busuknya?

Apakah anda melihat keraguan, kebingungan, ketakutan atau keputusasaan?

Apakah anda melihat dosa? 

Jika demikian, Tuhan ingin melenyapkan kegelapan yang melahirkan beban-beban ini dan menghasilkan Terang-Nya yang penuh belas kasihan. Renungkan bagian jiwa anda yang tampaknya paling membutuhkan Rahmat-Nya. Ketahuilah bahwa Dia ingin memasuki area kehidupan anda dan menunggu izin anda untuk melakukannya. Dia akan menunggu anda untuk membiarkan Dia masuk.

 


Doa

Tuhan, tolong datanglah ke dalam kegelapan jiwaku. Keluarkan sinar terang dari Cahaya-Mu dan hilangkan semua yang bukan dari-Mu. Ayo segarkan aku dan perbarui aku, Tuhan. Bantulah aku untuk melihat dan mengenal kasih-Mu yang besar. Aku ingin hidup dalam Terang Kerahiman-Mu, Tuhan yang terkasih. Yesus, Engkau andalanku.