-->

Refleksi 169 : Tenang di Hadirat Raja

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 169 : Tenang di Hadirat Raja 

Bertemu dengan seseorang yang memiliki kekuatan besar dapat menyebabkan kegembiraan. Misalnya, bertemu dengan presiden perusahaan tempat anda ingin bekerja, atau bertemu seseorang yang terkenal untuk pertama kalinya, atau bertemu dengan uskup atau Bapa Suci semuanya dapat menimbulkan kegembiraan tertentu. Tapi itu juga bisa menyebabkan ketakutan dan kecemasan tertentu. Tentu saja orang yang paling penting dan "berpengaruh" yang pernah anda temui adalah Tuhan anda. Tuhan itu Mahakuasa dan Maha Mengetahui, yaitu, Mahakuasa dan Maha Mengetahui. Dia juga Maha Pengasih dan, dalam cinta yang sempurna itu, turun dari tahta kasih karunia dan keagungan-Nya untuk berbicara dengan anda, untuk merawat anda, dan untuk memenuhi setiap kebutuhan yang anda miliki. Dia datang untuk memenuhi anda dengan kelimpahan sukacita. Setiap "pertemuan" dengan Tuhan kita harus menjadi salah satu kegembiraan besar karena harus ditanggapi dengan serius, Buku Harian #885). 

Buku Harian Santa Faustina 

(885) Yesus, berilah aku kekuatan dan kebijaksanaan untuk menghadapi padang gurun yang menakutkan ini supaya hatiku dapat menanggung dengan sabar kerinduanku pada-Mu ini, o Tuhanku! Aku selalu tinggal di dalam pesona kudus ketika aku merasakan bahwa Engkau menghampiri aku, Engkau, Tuhan yang bersemayam pada singgasana yang menakjubkan; bahwa Engkau turun ke pembuangan yang memprihatinkan dan mengunjungi pengemis yang papa, yang tidak mempunyai apa-apa selain kepapaan! Aku tidak tahu bagaimana menjamu Engkau, Pangeranku, tetapi Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau dengan setiap detak jantungku. Aku tahu betapa Engkau merendahkan diri-Mu, tetapi bagaimana pun keagungan-Mu tidak hilang dalam pandanganku. Aku tahu bahwa Engkau mengasihi aku dengan kasih seorang mempelai laki-laki, dan itu cukup bagiku. Meskipun kita terpisah oleh jurang yang lebar karena Engkau adalah Pencipta dan aku adalah ciptaan-Mu, bagaimana pun kasih sendiri telah menjelaskan kesatuan kita. Tanpa kasih, semuanya tidak dapat dipahami. Hanya kasih yang memungkinkan untuk memahami kemesraan yang tak terselami dengan mana Engkau mengunjungi aku. 

O Yesus, keagungan-Mu membuat aku gemetar, dan aku akan terus menerus merasa takjub serta takut kalau Engkau sendiri tidak membuat hatiku merasa damai. Engkau membuat aku mampu bersekutu dengan Engkau sebelum setiap pendekatan.  (BHSF #885) 

Renungan 

Apa pengalaman batin anda ketika anda pergi kepada-Nya dalam doa? 

Apakah ini pertemuan di mana anda terlalu santai dan tidak siap? 

Apakah itu sebuah perjumpaan yang membuat anda takut dan cemas, mencari cara untuk menghindari-Nya? 

Atau apakah anda membiarkan diri anda dihibur dan dihibur oleh kenyataan bahwa Tuhan Semesta cukup peduli pada anda untuk turun dari tahta kasih karunia-Nya dan berbicara dengan anda dalam kelemahan dan dosa anda? 

Kerendahan hati Tuhan yang sempurna seharusnya menyenangkan dan memukau anda dan memberi anda keberanian untuk berpaling kepada-Nya dengan sepenuh hati.

 


Doa

Tuhan, aku kagum pada kasih-Mu kepadaku. Engkau yang adalah Tuhan Semesta Alam datang kepadaku dalam kelemahan dan dosaku. Engkau memperhatikanku dan menawarkan perawatan sempurna dari Bapa yang pengasih. Bantulah aku untuk selalu kagum pada kerendahan hati yang Engkau wujudkan saat Engkau turun dari tahta kasih karunia-Mu dan memasuki jiwaku. Yesus, aku percaya pada-Mu.