-->

Refleksi 174 : Waktu Tuhan Itu Sempurna

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 174 : Waktu Tuhan Itu Sempurna 

Ketika kita berhasrat untuk menyelesaikan Kehendak Tuhan di dunia ini dan melakukan hal-hal yang indah bagi-Nya, terkadang kita dapat berusaha untuk melakukan hal-hal dengan cara kita sesuai dengan waktu kita. Tetapi untuk benar-benar mencapai Kehendak Tuhan anda harus berdoa dengan sungguh-sungguh, menyerahkan diri anda kepada Kehendak-Nya yang kudus, dan bahkan menyerahkan pemenuhan Kehendak-Nya. Ini bukan masalah hanya melakukan apa yang menurut anda terbaik, ketika anda berpikir terbaik; melainkan, ini adalah soal menyelesaikan Kehendak suci-Nya seperti yang Dia arahkan, ketika Dia mengarahkannya. Tidak lebih dan tidak kurang. Ini adalah tindakan kepercayaan dan itu akan dihargai dengan Tuhan yang menyelesaikan hal-hal besar sesuai dengan rencana sempurna yang telah Dia tetapkan, sesuai dengan waktu-Nya (Lihat Buku Harian #916). 

Buku Harian Santa Faustina 

(916) Hari ini sangatlah istimewa bagiku; meskipun aku menghadapi begitu banyak penderitaan, jiwaku dilimpahi dengan sukacita yang besar. Dalam kamar pribadi di sebelah kamarku, terbaring seorang perempuan Yahudi yang sakit parah. Tiga hari yang lalu, aku pergi menengok dia dan hatiku sangat sedih membayangkan bahwa ia akan segera meninggal tanpa jiwanya dibersihkan oleh rahmat pembaptisan. Aku membuat kesepakatan dengan perawatnya, seorang Suster [biarawati] supaya kalau saat ajalnya sudah mendekat, ia berkenan membaptisnya. Tetapi ada kesulitan berikut, yakni bahwa di sana selalu ada beberapa orang Yahudi yang menemaninya. AKu merasa terdorong untuk berdoa di hadapan Gambar Kerahiman Ilahi yang diminta Yesus kepadaku dilukis. Aku mempunyai suatu brosur dengan Gambar Kerahiman Ilahi pada sampulnya. Dan aku berkata kepada Tuhan, 

“Yesus, Engkau sendiri mengatakan kepadaku bahwa Engkau akan memberikan banyak rahmat lewat gambar ini. Maka, aku mohon kepada-Mu, rahmat pembaptisan untuk perempuan Yahudi ini. Tidak masalah siapa yang akan membaptisnya, asal saja ia dibaptis.” 

Sesudah berkata demikian, aku merasakan damai yang luar biasa dalam hatiku, dan aku sangat yakin bahwa kendati ada banyak kesulitan, air baptis akan dicurahkan atas jiwanya. Malam itu, ketika kesehatannya sangat merosot, aku turun dari tempat tidur tiga kali untuk menengok dia, sambil mencari kesempatan yang tepat untuk memberikan rahmat pembaptisan kepadanya. Keesokkan harinya, tampaknya ia merasa sedikit lebih baik. Pada petang hari, saat terakhir telah mendekat baginya. Suster yang merawatnya berkata bahwa pembaptisan akan sulit dilaksanakan kerena mereka mendampingi dia. Saatnya pun tiba ketika perempuan yang sakit itu mulai kehilangan kesadaran, dan akibatnya, untuk menyelamatkan dia, mereka mulai lari berhamburan; beberapa [pergi] menjemput dokter, sedangkan yang lain pergi ke arah yang lain untuk mencari pertolongan. 

Jadi, pasien ditinggalkan sendirian, dan Suster membaptisnya, dan sebelum mereka semua kembali, jiwanya sudah indah, dihiasi dengan rahmat Allah. Sakratulmautnya yang terakhir pun tiba-tiba dimulai, tetapi itu tidak berlangsung lama. Seolah-olah ia tertidur. Sekonyong-konyong, aku melihat jiwanya naik ke surga dengan keindahan yang menakjubkan. 

Oh, betapa indahnya jiwa yang menyandangkan rahmat pengudus! Sukacita membanjiri hatiku bahwa di hadapan gambar ini aku telah menerima rahmat Yesus yang begitu besar bagi jiwa ini.  (BHSF#916) 

Renungan 

Apakah anda ingin melakukan hal-hal besar bagi Tuhan?

Jika demikian, beritahu Dia dan buat tindakan penyerahan total pada Kehendak-Nya. Dan kemudian menunggu, dan menunggu dan menunggu. Tetap percaya dan terus berserah dan percaya bahwa Dia akan menginspirasi anda untuk bertindak ketika waktunya tepat. Renungkan kesabaran anda dengan Kehendak Tuhan hari ini. Tuhan akan selalu menunggu saat yang tepat untuk menginspirasi anda untuk bertindak. Jika anda dapat dengan sabar menunggu Dia, anda akan melihat limpahan Rahmat mengalir dari Surga.

 


Doa

Tuhan, dalam menyerahkan diriku kepada-Mu dan mempercayakan diriku kepada-Mu sebagai alat untuk kemuliaan-Mu, aku berdoa agar aku dapat bertindak hanya ketika dan bagaimana Engkau mengarahkanku untuk bertindak. Bantu aku untuk selalu tahu bahwa Engkau sempurna dalam kebijaksanaan-Mu dan mengatur segala sesuatu dengan cara yang indah dan harmonis. Aku percaya pada Kehendak-Mu dan memilihnya di atas kehendakku sendiri, hari ini dan selamanya. Yesus, aku percaya pada-Mu.