-->

Refleksi 178 : Kesucian Tidak Pernah Dicapai dengan Usaha Kita Sendiri

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 178 : Kesucian Tidak Pernah Dicapai dengan Usaha Kita Sendiri

 

Apakah anda mendambakan kekudusan dalam hidup? 

Jika demikian, anda tidak dapat melakukannya sendiri. Anda membutuhkan bantuan orang lain, dan bahkan banyak orang lain. Tuhan telah memberi kita dengan banyak cara untuk diarahkan oleh tangan kasih orang lain. 

Beberapa orang diberkati untuk memiliki pembimbing rohani selama bertahun-tahun yang mengarahkan mereka sesuai dengan Pikiran dan Hati Kristus. Tetapi kebanyakan dipanggil untuk bersandar pada arahan umum yang ditawarkan oleh Kristus melalui Gereja-Nya. 

Kita melakukannya ketika kita menemukan seorang bapa pengakuan yang kepadanya kita secara teratur mengakui dosa-dosa kita. 

Kita melakukannya ketika kita mempelajari kehidupan orang-orang kudus dan belajar dari kebijaksanaan mereka. 

Kita melakukannya ketika kita mendengarkan Misa dengan penuh perhatian, berusaha untuk meresapi kata-kata yang ingin disampaikan oleh Tuhan kita.

Dan kita melakukannya ketika kita mengizinkan orang-orang dari kekudusan sejati untuk mengenal jiwa kita untuk menawarkan nasihat kerendahan hati mereka (Lihat Buku Harian St Faustina #538). 

Buku Harian Santa Faustina 

(538) Tidak akan ada perbedaan antar para suster, tidak ada muder, tidak ada yang terhormat tidak ada yang mulia, tetapi semua akan setara meskipun barangkali ada perbedaan besar dalam asal usul. Kita tahu siapa Yesus; kita tahu juga betapa Ia merendahkan diri dan dengan siapa Ia bergaul. Pakaian para suster seperti pakaian yang dikenakan Yesus selama sengsara-Nya. Namun, bukan jubah sederhana saja yang mereka kenakan, melainkan mereka juga harus menandai diri dengan tanda yang disandang Yesus, yakni penderitaan dan cemooh. Setiap suster harus berusaha sungguh-sungguh menyangkal diri sendiri dan mencintai kerendahan hati; dan orang yang paling unggul dalam keutamaan terakhir ini akan menjadi orang yang mampu memimpin suster-suster yang lain. (Buku Harian St Faustina #538) 

Renungan 

Bagaimana anda mengizinkan Tuhan untuk mengarahkan jiwa anda?

Apakah anda mendengarkan Dia berbicara kepada anda dalam Pengakuan Dosa?

Apakah anda mendengarkan dengan penuh perhatian dalam Misa, melalui kebijaksanaan orang-orang kudus dan melalui ajaran Gereja?

Apakah anda mencari orang-orang yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup anda untuk membantu anda dalam perjalanan hidup anda? 

Renungkan, hari ini, cara-cara Tuhan ingin menggunakan orang lain untuk membantu mengarahkan hidup anda menuju kekudusan dan menerima karunia ini sebagai tindakan Kerahiman-Nya yang melimpah.

 


Doa 

Tuhan, Engkau dan Engkau sendiri adalah Pimpinan dan Penuntun ku. Tetapi Engkau memilih untuk membimbing aku melalui perantaraan orang lain. Semoga aku selalu rela merendahkan diri untuk menerima banyak bantuan yang Kau tawarkan kepadaku melalui perjalanan hidup ini. Kuberdoa agar aku tidak akan pernah berpaling dari instrumen Kerahiman dan kasih karunia-Mu ini. Yesus, aku percaya pada-Mu.