-->

Refleksi 196 : Mengasihi Yesus dalam Diri Orang Lain

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 196 : Mengasihi Yesus dalam Diri Orang Lain

 

Kita cukup akrab dengan perikop Injil, “Apa pun yang kamu lakukan untuk saudaraku yang paling hina, kamu lakukan untuk Aku” (Matius 25:40 Dan Raja akan menjawab mereka, 'Sungguh, aku berkata kepadamu, seperti yang kamu lakukan untuk salah satu dari saudara-saudaraku yang paling hina ini, kamu melakukannya untukku.').

 

Tapi apakah anda percaya ini? Jika anda melakukannya, maka anda akan menemukan bahwa mengasihi Yesus itu mudah dan anda memiliki kesempatan untuk melakukannya sepanjang hari, setiap kali anda bertemu dengan orang lain. Bisa melalui senyum atau kata-kata yang ramah. Mungkin melalui tindakan kemurahan hati, pengampunan atau pelayanan. Tapi apa pun yang anda lakukan untuk orang lain dalam kasih, maka yang anda lakukan adalah untuk Yesus. Ini benar. Dan juga benar bahwa ketika kita memperlakukan orang lain dengan kasar atau tanpa belas kasihan, kita melukai hati Tuhan kita. 


Kebenaran dasar ini mudah dipahami sebagai konsep dalam pikiran kita, tetapi tidak begitu mudah dipahami melalui tindakan kita. Mungkin sulit untuk benar-benar melihat Yesus dalam diri orang lain dan percaya bahwa kita mengasihi Tuhan kita melalui pelayanan kita kepada mereka. Tetapi hanya karena sulit dipercaya bukan berarti kita tidak boleh mempercayainya dan menjalaninya (Lihat Buku Harian #1029).  

Buku Harian Santa Faustina 

(1029) Dokter tidak mengizinkan aku pergi ke kapel untuk mengikuti Ibadat Sengsara Tuhan meskipun aku sangat ingin melakukannya; namun aku berdoa di kamarku sendiri. Tiba-tiba aku mendengar lonceng dari kamar sebelah; aku masuk ke sana dan memberikan pelayanan kepada seorang yang sakit parah. Ketika aku kembali ke kamarku, tiba-tiba aku melihat Tuhan Yesus yang berkata, 

“Putri-Ku, dengan memberikan pelayanan itu, engkau telah memberi Aku kebahagiaan yang lebih besar daripada kalau engkau berdoa selama waktu yang panjang.” 

Aku menjawab, 

“Tetapi, Yesus, bukan kepada-Mu, melainkan kepada pasien pelayanan itu kuberikan.” 

Dan Tuhan menjawab aku, 

“Memang benar, Putri-Ku. Tetapi, apa pun yang engkau lakukan untuk sesamamu, engkau melakukannya untuk Aku.” (BHSF #1029) 

Renungan

 

Pikirkan orang-orang yang anda temui setiap hari.


Ketika anda melihat mereka, apakah anda melihat kehadiran mereka sebagai undangan untuk mencintai Tuhan kita?


Apakah sulit untuk melakukan ini?


Kita harus percaya bahwa Yesus ada di sana, tersembunyi di dalam diri mereka, menunggu untuk dikasihi. Renungkan Tuhanmu yang tersembunyi yang menunggumu di dalam orang-orang yang kamu temui hari ini. Jangan ragu untuk mencintai Tuhan kita melalui mereka. Karena di dalamnya, wadah Kerahiman Ilahi menunggu untuk dibuka. 



Doa 

Tuhan, Engkau ingin agar aku menunjukkan limpahan rahmat kepada orang-orang yang kutemui setiap hari. Beri aku rahmat untuk melihat-Mu di dalam mereka dan untuk mencintai-Mu dalam setiap orang yang kutemui. Semoga aku memiliki mata untuk melihat Engkau, Tuhan terkasih, dan ketika aku menemukan-Mu dalam diri orang lain, bantu aku untuk membuka hatiku kepada mereka, mencintai mereka dengan Rahmat yang Engkau berikan kepadaku. Yesus, aku percaya pada-Mu.