Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 201 : Malam Bersama Yesus, Di Penjara
Bayangkan bagaimana jadinya jika anda entah bagaimana bisa dibawa secara mistik ke malam Kamis Putih. Dan bayangkan jika anda entah bagaimana bisa melihat dan mengalami semua yang Yesus alami. Bayangkan Penderitaan di Taman, ejekan dan perlakuan kasar, ejekan, malam sendirian di penjara, pencobaan, pencambukan, memikul Salib dan Penyaliban. Ini akan terlalu berat untuk ditanggung. Menghadapi Yesus dan semua penderitaan batin dan lahiriah-Nya akan luar biasa. Tapi, jika anda bisa melakukannya, dan menghadapi setiap pengalaman yang Dia miliki, itu akan mengubah hidup anda. Penderitaan Kristus tidak boleh diabaikan. Mereka tidak boleh dijauhi dan tidak boleh dijauhi. Spirit-Nya harus dihadapi, dipahami, dicintai dan dihayati oleh kita masing-masing. Ketika kita melakukan ini, kita akan diubah selamanya (Lihat Buku Harian#1054).
Buku
Harian Santa Faustina
(1054) Ketika Yesus meninggalkan aku, rasa sakit yang sedemikian nyeri memenuhi jiwaku sehingga tidak mungkin untuk diungkapkan. Kekuatan fisikku serasa musnah; maka dengan cepat aku meninggalkan kapel dan pergi tidur. Aku tidak tahu apa yang terjadi di sekitarku. Jiwaku dipenuhi dengan kerinduan akan Tuhan, dan semua kepahitan Hati ilahi-Nya ditumpahkan kepadaku. Ini berlangsung sekitar tiga jam. Aku memohon kepada Tuhan untuk melindungi aku dari tatapan mata orang-orang yang ada di sekitarku. Meskipun aku ingin makan, aku tidak mampu menelan makanan apa pun sepanjang seluruh hari, dari pagi sampai petang.
Aku sungguh ingin meluangkan waktu semalam suntuk bersama Yesus di sel penjara (ciemnica, harafiah berarti “kamar gelap”’ menunjukkan altar atau kapel, tempat Sakramen Mahakudus disimpan pada hari Kamis Putih) yang gelap. Aku berdoa sampai pukul sebelas. Pada pukul sebelas, Tuhan berkata kepadaku,
“Berbaringlah dan beristirahatlah. Selama tiga jam Aku telah membiarkan engkau mengalami apa yang Aku derita sepanjang malam.”
Dan, aku langsung pergi tidur.
Tidak ada kekuatan fisikku yang masih tinggal; penderitaan telah merenggut kekuatanku sama sekali. Sepanjang seluruh waktu itu, aku seolah-olah pingsan. Setiap denyut jantung Yesus berdenyut di dalam jantungku dan menembus jiwaku. Kalau siksaan-siksaan ini hanya terjadi pada diriku, aku pasti tidak terlalu menderita; tetapi ketika aku memandang Dia yang sangat dicintai oleh hatiku dengan segenap kekuatannya; ketika aku melihat Ia menderita dan aku tidak dapat meringankan penderitaan-Nya, hatiku hanyut dalam cinta dan kepedihan. Aku merasa sedang menghadapi ajal bersama Dia, namun aku tidak dapat mati. Meskipun demikian, aku tidak akan mau menukar kemartiran ini dengan segala kenikmatan di seluruh dunia. Sementara aku meniti penderitaan ini, cintaku bertumbuh dengan tiada taranya. Aku tahu bahwa dengan kemahakuasaan-Nya, Tuhan sedang menopang aku sebab kalau tidak aku pasti tidak mampu menanggungnya bahkan sedetikpun. Bersama dengan Dia, aku menjalani, secara istimewa, segala macam siksaan. Dunia belum tahu apa yang diderita oleh Yesus. Aku mendampingi Dia ke Taman Getsemani; aku tinggal bersama-Nya di dalam penjara; aku pergi bersama-Nya menghadapi para hakim; bersama Dia aku menjalani setiap siksaan. Tidak satu pun dari gerak gerik ataupun pandangan-Nya lolos dari perhatianku. Aku mulai mengenal kemahakuasaan cinta-Nya dan kerahiman-Nya terhadap jiwa-jiwa. (BHSF #1054)
Renungan
Cobalah
untuk menghabiskan waktu hari ini dengan membiarkan diri anda tenggelam dalam,
secara mendalam, pada penderitaan Yesus yang misterius dan mendalam. Biarkan
Tuhan mengungkapkan kepadamu rasa dari apa yang Dia alami. Menghadapi
penderitaan-Nya tidak hanya menghadapi kejahatan besar; melainkan menghadapi
cinta dalam bentuknya yang paling murni. Menghadapi Salib dan semua yang
tercakup di dalamnya adalah menghadapi tindakan kasih terbesar yang pernah
diketahui, yang terungkap melalui skandal terbesar yang pernah dialami. Tuhan
menakjubkan bagi kita, dengan cara yang kudus, ketika kita menemukan kasih-Nya
dalam penderitaan-Nya. Renungkan hari ini, biarkan itu duduk di dalam hati anda,
berusahalah untuk memahami misteri itu dan biarkan Tuhan mengubah Anda
melaluinya.
Doa
Tuhan, tolong beri aku rahmat untuk menghadap-Mu di atas takhta Salib-Mu dan menatap-Mu sekarang dan selama-lamanya. Bantu aku untuk menemukan Cinta dalam bentuknya yang paling murni saat aku memusatkan perhatian pada-Mu dan semua yang Engkau alami. Penderitaanku Tuhan Yesus, aku mengasihi-Mu dan aku percaya kepada-Mu.

