Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 202 : Hari Jadi Harian
Peringatan adalah kesempatan yang diberkati untuk refleksi dan rasa syukur. Beberapa peringatan yang menggembirakan, seperti ulang tahun pasangan yang merayakan pernikahan yang panjang dan suci. Peringatan lain yang sulit, seperti peringatan kematian orang yang dicintai. Namun bahkan dalam kesulitan menghidupkan kembali kehilangan, itu adalah pengingat tahunan cinta anda untuk orang itu.
Ada banyak perayaan tahunan di dalam Gereja yang mengarahkan kita pada ingatan akan aspek tertentu dari kehidupan Kristus. Tapi ada satu "ulang tahun" yang dirayakan setiap hari. Ini adalah peringatan harian kematian Tuhan kita pada tiap pukul tiga sore. Jam ini adalah jam yang suci dan merupakan waktu yang penting untuk berhenti dan merenungkan semua yang Yesus lakukan bagi kita. Ini adalah saat bersyukur sekaligus saat meratapi penderitaan-Nya dengan duka yang suci.(Lihat Buku Harian #1055).
Buku
Harian Santa Faustina
(1055) 26 Maret 1937
Jumat.
Pada pagi hari, serta-merta aku merasakan siksaan kelima luka Tuhan pada tubuhku. Penderitaan ini berlangsung sampai pukul tiga. Meskipun secara lahiriah penderitaan ini tidak tampak, siksaan itu tidak kurang nyerinya. Aku bersukacita bahwa Yesus melindungi aku dari tatapan mata manusia. (BHSF #1055)
Renungan
Apakah anda ingat jam tiap tiga?
Sangat
mudah untuk melupakan momen paling sakral hari ini. Hidup kita bisa menjadi
sibuk dan sibuk dan kita bisa gagal untuk berhenti sejenak dan mengingat
penderitaan kasih Tuhan kita. Tetapi cobalah untuk melihatnya sebagai hari jadi
anda setiap hari dengan Tuhan. Saat inilah doa-doa kita paling efektif. Ada
Rahmat Rahmat khusus yang dianugerahkan kepada mereka yang berhenti sejenak dan
berdoa pada saat ini. Berkomitmenlah pada pengabdian suci ini dan Tuhan kita
akan memberkati anda dengan berlimpah.
Doa
Yesusku, Engkau tergantung di kayu Salib dari siang hingga pukul tiga sore. Dan pada saat yang suci itu Engkau mengucapkan kata terakhir-Mu, menghembuskan nafas terakhir-Mu dan mati. Semoga aku selalu ingat untuk menghormati jam ini. Semoga ini menjadi pengingat harianku akan kasih-Mu yang sempurna. Bantu aku untuk tumbuh dalam pengabdian kepada Sengsara suci-Mu, Tuhan terkasih, dan melalui latihan ini, curahkan Rahmat Hati-Mu yang terluka. Yesus, aku percaya pada-Mu.

