Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 208 : Panah Spiritual Belas Kasih
Biasanya, panah melukai dan membunuh. Panah telah digunakan sepanjang sejarah untuk perang dan berburu. Tapi Panah spiritual Belas Kasih jauh berbeda. Ingatlah kata-kata Simeon sang Nabi yang diucapkan kepada Bunda kita yang Terberkati, “Dan kamu sendiri akan ditusuk pedang” (Lukas 2:35). Dan pada saat Penyaliban, ingatlah bahwa, “Seorang prajurit menodongkan tombaknya ke lambung [Yesus], dan segera darah dan air mengalir keluar” (Yohanes 19:34). Sebuah pedang dan tombak menembus Hati Bunda Maria dan Yesus. Begitu juga hati kita harus ditusuk.
Namun pedang, tombak atau anak panah yang harus kita terima tidak akan melukai secara negatif jika diterima dalam cinta. Sebaliknya, itu akan memunculkan belas kasihan dan belas kasihan dari hati kita. Kesedihan dan rasa sakit ditransformasikan dalam "luka cinta" ini dan luka itu mencurahkan Rahmat Tuhan dari hidup kita (Lihat Buku Harian #1082).
Buku
Harian Santa Faustina
(1082) Ketika aku memegang Mingguan itu, suatu panah cinta menembus jiwaku –
“Karena keinginanmu yang bernyala-nyala, Aku mempercepat penetapan Pesta Kerahiman Ilahi.”
Rohku menyemburkan nyala cinta yang sedemikian kuat sehingga aku merasa sama sekali terlebur di dalam Allah (BHSF #1082)
Renungan
Renungkan, hari ini, pada dua hal :
- Pertama Renungkan dulu luka rohani di Hati Yesus dan Maria. Masuk ke dalam misteri Hati mereka yang tertusuk. Cobalah untuk memahami bahwa rahmat muncul sebagai hasil dari tindikan ini karena mereka menghasilkan belas kasih dan belas kasihan bagi mereka yang membutuhkan.
- Kedua, renungkan hatimu sendiri. Renungkan setiap luka yang anda bawa dan biarkan diri anda memahami bahwa luka ini dapat diubah. Ia memiliki potensi untuk berbagi dalam Kerahiman yang mengalir dari Hati Yesus dan Bunda kita yang Terberkati.
Izinkan diri anda untuk berbagi dalam kesedihan suci mereka atas dosa dan menumbuhkan belas kasihan bagi orang berdosa. Dalam tindakan ini, anda akan terluka oleh panah cinta spiritual.
Doa
Tuhan, bantulah aku untuk memahami misteri besar dari penderitaan yang ditanggung oleh HatiMu yang Maha Kudus. Izinkan aku melihat bahwa Engkau dengan bebas menerima luka itu untuk mencurahkan Rahmat. Dan bantulah aku untuk juga menerima anak panah orang lain agar Rahmat-Mu dapat tercurah sebagai balasannya. Yesus, aku percaya pada-Mu.

