-->

Refleksi 212 : Mengatasi Keraguan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 212 : Mengatasi Keraguan 

Apa itu "keraguan?" Keragu-raguan berarti kurang iman, dan kurang iman berarti kurang percaya pada wahyu yang sempurna dan rencana Kehendak Tuhan. Pertama dan terpenting, keraguan, yang dihasilkan dari kurangnya iman, berarti anda tidak mendengarkan. 

Ketika kita meragukan Tuhan, rencana-Nya dan semua yang Dia nyatakan kepada kita, kita dibiarkan sendiri. Tetapi ketika kita mendengarkan, mendengar, memahami dan percaya, kita dilindungi oleh rahmat-Nya karena iman yang kita wujudkan. 

Iman berarti bahwa kita mengetahui dengan pasti semua yang Allah katakan dan kehendaki. Iman bukan hanya percaya pada sesuatu yang kita harapkan benar, tetapi mengetahui dan mempercayai semua yang benar (Lihat Buku Harian #1101). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1101) 23 April 1937. 

Hari ini, aku memulai retret tiga hari. 

Pada petang hari, aku mendengar kata-kata ini dalam jiwaku, 

“Putri-Ku, ketahulah bahwa Aku akan berbicara kepadamu secara istimewa lewat imam ini sehingga engkau tidak akan ragu-ragu mengenai keinginan-keinginan-Ku.” 

Sudah dalam meditasi pertama jiwaku terkesan oleh kata-kata imam sebagai berikut: Aku tidak boleh melawan kehendak Allah dan rencana-rencana Allah, apa pun juga bentuknya; dan begitu aku diyakinkan oleh kepastian dan keautentikan kehendak Allah, aku wajib melaksanakannya. Tidak seorang pun dapat membebaskan diri dari ini. Apa pun juga wujud kehendak Allah, begitu aku mulai mengetahuinya, aku wajib melaksanakannya. Ini hanyalah rangkuman yang amat singkat, tetapi seluruh meditasi sungguh tergores di dalam jiwaku, dan aku tidak memiliki keraguan sedikit pun. Aku mengetahui apa yang dikehendaki Allah dariku, dan aku wajib melaksanakannya. (BHSF #1101) 

Renungan

Apakah anda kadang ragu?

Atau apakah anda memiliki iman?

Ini adalah pertanyaan yang sangat penting untuk direnungkan. Mulailah dengan bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan ini:

Apakah saya mendengarkan Suara Tuhan?

Apakah saya mendengar Tuhan berbicara kepada saya dan apakah saya memahami semua yang Dia katakan?

Tanpa langkah pertama ini, iman tidak mungkin. Mendengar Dia berbicara hanya bisa datang melalui doa. Dan bentuk doa yang kita butuhkan bisa disebut “doa perendaman”.

Doa perendaman adalah suatu bentuk doa yang dengannya kita membiarkan diri kita setiap hari terbenam dalam Suara Tuhan yang menyatakan Kehendak-Nya yang kudus. Dia berbicara kepada kita sepanjang hari, setiap hari. Sedikit demi sedikit kita mendengarkan, memahami dan merespon. Ini menghasilkan karunia iman dan iman itu akan memimpin hidup anda. Renungkan proses ini dalam hidup anda dan perbarui komitmen anda untuk memulai dari awal sehingga Tuhan akan memimpin anda selangkah demi selangkah.

 


Doa 

Tuhan yang terkasih, aku ingin mendengar Engkau berbicara kepadaku. Tolonglah aku untuk membuka telingaku untuk mendengar sehingga aku dapat mengenal-Mu dan melihat Kehendak-Mu yang sempurna bagi hidupku. Setiap hari aku ingin dipimpin hanya oleh-Mu dan percaya pada tuntunan lembut Kehendak-Mu yang kudus. Yesus, aku percaya pada-Mu.