-->

Refleksi 243 : Karunia Istimewa Yesus bagi Mereka yang Dia Kasihi

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 243 : Karunia Istimewa Yesus bagi Mereka yang Dia Kasihi 

Bagaimana anda akan memperlakukan seseorang yang anda cintai? 

Biasanya, dengan keluarga atau teman yang sangat dekat, kita menginginkan apa yang terbaik untuk mereka dan apa yang membuat mereka bahagia. 

Tuhan menginginkan hal yang sama untuk kita masing-masing, tetapi kita mungkin terkejut dengan apa yang Tuhan lihat sebagai sumber kebahagiaan kita dan apa yang Dia anggap terbaik bagi kita. Lebih jauh lagi, meskipun kasih Tuhan sempurna bagi setiap jiwa, juga tepat untuk mengatakan bahwa kasih Tuhan semakin dalam bagi mereka yang mendekat kepada-Nya. Bukan karena kasih-Nya berubah, melainkan kasih-Nya diterima dan ditemui di tingkat yang lebih dalam. 

Ketika ini terjadi, Tuhan mampu mewujudkan kasih-Nya dengan cara yang mendalam. Dan ketika cinta Tuhan diterima oleh jiwa yang paling dalam, seringkali cinta yang memanggil jiwa itu ke dalam penderitaan. 

Jika itu mengejutkan anda, pikirkan saja tentang kasih Bapa yang sempurna bagi Yesus. Ayahnya, dalam kasih-Nya yang sempurna bagi Anak, memanggil Dia ke kayu Salib. Namun di dalam Salib itu, jiwa manusia Yesus mampu mewujudkan kasih Bapa dengan cara yang paling mendalam. Ini adalah misteri yang sulit dipahami, jadi jika sulit untuk segera dipahami jangan khawatir.

Ketahuilah bahwa Tuhan sering mengizinkan penderitaan rohani yang besar dalam kehidupan mereka yang telah ditarik ke dalam keintiman yang mendalam dengan-Nya (Lihat Buku Harian #1253). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1253) Sementara kami merayakan misa, pada waktu pengangkatan Hosti dalam Doa Syukur Agung, aku melihat Tuhan Yesus yang tersalib. Ia mengulurkan tangan kanan-Nya dari salib, dan terang yang memancar dari luka-Nya menyentuh tangan Pastor Sopocko. Ini terjadi dalam tiga misa, dan aku tahu bahwa Allah akan memberi imam ini kekuatan untuk melaksanakan karya itu meskipun menghadapi banyak kesulitan dan tantangan. Jiwa yang menyenangkan Allah selalu disalibkan dengan aneka penderitaan, tetapi aku sama sekali tidak heran karena inilah cara Allah memperlakukan orang-orang yang sangat Ia kasihi. (BHSF #1253) 

Renungan 

Renungkan kasih yang sempurna dari Bapa yang memanggil Putra-Nya ke kayu Salib. Duduk dengan itu dan berusaha untuk menembus maknanya. Jika anda dapat memahami bagaimana kasih Bapa dapat memanggil Anak untuk pengorbanan ini, maka anda akan mulai memahami kasih Allah yang sempurna bagi anda saat Dia memanggil anda ke dalam kehidupan pengorbanan. 

Jangan berpikir bahwa kasih Tuhan akan membuat hidup anda “mudah”. Kasih-Nya akan membuat hidup anda mulia, tetapi kemungkinan besar melalui penderitaan. 

 


Doa 

Bapa, misteri penderitaan Yesus, Putra-Mu, berada di luar pemahamanku. Bantulah aku untuk lebih memahami Kehendak-Mu yang misterius dan melihat bahwa penderitaan dalam hidup ini sering kali merupakan tanda kasih-Mu. Tetaplah menatap Salib dalam segala hal, Tuhan yang terkasih.  Yesus, Engkau andalanku.