-->

Refleksi 247 : Berkah Bagi Mereka yang Membutuhkan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 247 : Berkah Bagi Mereka yang Membutuhkan 

Jika seseorang dalam keluarga anda sakit parah, atau di penjara, atau dalam beberapa bentuk kebutuhan yang serius, apakah itu akan menjadi beban atau berkah bagi anda? 

Pikirkan tentang itu. 

Apakah mereka yang berkebutuhan khusus membuat hidup anda lebih sulit? 

Jika pertanyaan ini dijawab pada tingkat yang murni praktis, jawabannya mungkin, "Ya." Tetapi jika dijawab pada tingkat yang lebih spiritual, jawabannya adalah bahwa mereka yang “membebani” kita dengan kebutuhan khusus mereka memberi kita kesempatan untuk kekudusan yang besar. 

Hal ini terjadi karena mereka yang berkebutuhan khusus memanggil dari kita tanggapan amal, kasih sayang, dan pelayanan Kerahiman. Jika kita melihatnya sebagai beban, kita kehilangan kesempatan luar biasa untuk mendapatkan anugerah. Tuhan sering membiarkan orang lain menderita dan membebani kita dengan beban suci sehingga memungkinkan kita untuk mewujudkan Kerahiman-Nya. Carilah jiwa-jiwa yang istimewa ini dan berikan mereka cinta,(Lihat Buku Harian #1268). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1268) Hari ini, aku merasa lebih sakit tetapi pada hari ini Yesus telah memberi aku lebih banyak kesempatan untuk mengamalkan keutamaan. Kebetulan, hari ini aku lebih sibuk daripada biasanya. Suster yang ditugaskan di dapur dengan amat jelas memperlihatkan kepadaku betapa ia merasa kesal karena aku datang terlambat untuk makan meskipun sangat mustahil bagiku untuk datang lebih cepat. Bagaimana pun aku merasa sangat tidak nyaman sehingga aku minta kepada Muder Superior untuk mengizinkan aku berbaring. Aku pergi kepada Suster N untuk menggantikan tempatku, dan sekali lagi aku mendapat cemoohan, 

“Apa maksudmu, Suster, engkau sedemikian keletihan sehingga engkau harus pergi tidur lagi? Sungguh memalukan berbaring di tempat tidur.” 

Aku menerima seluruh omelan itu, tetapi masalahnya belum selesai. Aku masih harus minta kepada suster yang bertugas melayani orang sakit supaya membawakan makan malamku ke kamarku. Ketika aku mengatakan hal ini kepadanya, ia buru-buru keluar dari kapel. Ia mengejar aku untuk memberiku teguran, 

“Mengapa engkau mau tidur, Suster, dan seterusnya...” 

Maka aku minta kepadanya untuk tidak membawakan apa-apa kepadaku. Aku menulis semua ini dengan sangat singkat sebab memang bukan maksudku untuk menulis hal-hal seperti itu; aku menulisnya hanya untuk memberikan nasihat kepada jiwa-jiwa agar tidak memperlakukan orang-orang lain seperti ini karena hal seperti ini tidak menyenangkan Tuhan. Dalam suatu jiwa yang menderita, kita hendaknya melihat Yesus Yang Tersalib, dan bukan seorang pemalas atau beban bagi komunitas. Jiwa yang menderita dengan penyerahan diri kepada kehendak Allah menurunkan lebih banyak berkat bagi biara di mana tidak ada suster yang sakit. Sering kali Allah memberikan banyak rahmat yang besar karena jiwa-jiwa yang menderita dan menjauhkan banyak hukuman justru karena jiwa-jiwa yang menderita. (BHSF #1268) 

Renungan 

Siapa yang Tuhan tempatkan dalam hidupmu? 

Lebih khusus, siapa yang membawa penderitaan, penyakit, kelemahan atau kesulitan khusus yang membutuhkan perawatan ekstra dari anda? 

Bisa jadi anak yang sakit, pasangan yang depresi, orang tua yang sudah lanjut usia, orang berdosa yang nyata atau teman yang membutuhkan. 

Siapa pun yang terlintas dalam pikiran, cobalah untuk melihat mereka dan kebutuhan mereka sebagai undangan rahmat dari Tuhan kita untuk mewujudkan cinta dan Rahmat-Nya. Mereka adalah berkat yang jauh lebih besar bagi anda daripada yang pernah anda sadari. Biarkan kebutuhan mereka membangkitkan belas kasih dan kepedulian di dalam Hati Kristus melalui anda. 

  


Doa 

Tuhan, tolong beri aku hati seperti milik-Mu. Beri aku Hati Belas Kasih dan belas kasih-Mu yang sempurna sehingga aku dapat mewujudkan kasih-Mu yang sempurna bagi orang lain. Bantu aku untuk melihat semua orang sebagai hadiah dan untuk mengenali martabat mereka yang tak terbatas. Dan saat aku berusaha untuk mencintai mereka, aku berterima kasih kepada-Mu atas berkat yang kuterima dalam tindakan tanpa pamrih ini.  Yesus, Engkau andalanku.