Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi
250 : Berdoa Menunduk ke Tanah
Ketika anda berdoa, bagaimana cara anda pergi kepada Tuhan kita?
Tentu
baik untuk mempersembahkan kepada-Nya sepanjang hari anda dalam pengabdian yang
penuh kasih dan berbicara kepada-Nya sepanjang hari seperti kepada teman
terdekat anda. Tetapi ada saat-saat lain ketika doa kita harus intens dan harus
diungkapkan dengan intensitas. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah secara
harfiah
sujud di hadapan
Tuhan kita. Dalam keheningan kamar anda atau di gereja yang kosong, carilah
kesempatan untuk berdoa sedemikian rupa.
"Intensitas" harus menjadi salah satu penyerahan penuh kepada Tuhan kita. Itu harus diperpanjang dan mengosongkan diri. Berdoa dengan cara seperti itu adalah tindakan cinta yang indah dan merupakan cara menyembah Tuhan sebagaimana yang layak Dia terima. Meskipun kita tidak pernah bisa mempersembahkan penyembahan yang sempurna kepada-Nya, upaya kita untuk melakukannya selengkap mungkin menyenangkan Dia dan memungkinkan Dia untuk menarik kita dekat dengan Hati-Nya yang dipenuhi dengan limpahan Rahmat (Lihat Buku Harian #1279).
Buku
Harian Santa Faustina
(1279) Tuhan memberi aku pengetahuan tentang rahmat yang terus-menerus Ia limpahkan kepadaku. Terang ini menembus diriku makin lama makin dalam, dan aku menjadi tahu akan perkenan Allah yang tak terselami terhadap aku. Aku tinggal dalam kamarku untuk melambungkan doa syukur yang panjang, sambil menundukkan wajahku ke lantai dan mencucurkan air mata syukur. Aku tidak dapat bangkit, terang Allah memberi aku pengetahuan baru mengenai rahmat-Nya. Baru sesudah percobaan yang ketiga, aku dapat berdiri. Sebagai anak Bapa surgawi, aku merasakan bahwa segala sesuatu yang dimiliki Bapa surgawi juga milikku. Ia sendiri mengangkat aku dari tanah hingga kepada Hati-Nya. Aku merasakan bahwa apa saja yang ada, itu adalah milikku semata-mata. Tetapi, aku tidak menginginkannya sama sekali sebab Allah sendiri sudah cukup bagiku. (BHSF #1279)
Renungan
Pernahkah anda berdoa dalam posisi sujud di hadapan Tuhan kita?
Jika sudah, terus lakukan. Carilah kesempatan untuk melakukannya setiap hari. Jika belum, maka inilah saat yang tepat untuk memulai. Jangan khawatir tentang apa yang akan anda katakan dan jangan khawatir jika awalnya terasa tidak nyaman. Berlutut saja, sujud ke tanah, dan ungkapkan cintamu kepada Tuhan kita. Tetap di sana dan cobalah untuk melakukan tindakan penyerahan total. Tuhan akan menerima tindakan penyembahan anda dan menarik anda lebih dekat ke Hati Kudus Kerahiman-Nya.
Keterangan gambar
Posisi Yesus berdoa di Taman Getsemani adalah posisi
doa yang disebut "prostration". Di dalam kamus
"prostration" adalah: SELURUH TUBUH RATA DENGAN TANAH selama berdoa.
Doa
Tuhan, aku sujud di hadapan-Mu dan mempersembahkan seluruh hidupku sebagai hadiah tanpa pamrih untuk kemuliaan-Mu. Aku memberikan semuanya kepada-Mu, Tuhan terkasih, dan aku berdoa agar aku tidak menahan apa pun. Engkau adalah Tuhanku dan segalanya bagiku. Aku mencintaimu dan menyerahkan hidupku kepada-Mu. Yesus, Engkau andalanku.

