-->

Refleksi 253 : Tanggapan Syukur Seutuhnya

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 253 : Tanggapan Syukur Seutuhnya 

Bagaimana tanggapan kita terhadap Tuhan? 

Seringkali kita menjadi egois dalam hubungan kita dengan Tuhan. Kita fokus pada masalah dan kebutuhan kita sendiri. Ini harus diserahkan kepada Tuhan dan dilepaskan. Ketika kita melakukan ini, kita akan menemukan bahwa kita mulai melihat kemuliaan dan kebaikan Tuhan bekerja dalam hidup kita dan kita akan mulai dipenuhi dengan rasa syukur yang sebesar-besarnya kepada Tuhan. 

Syukur harus menghabiskan kita dan mengisi pikiran dan doa kita. Kita harus membiarkan rasa syukur mengambil alih nafsu dan perasaan kita dan setiap bagian dari keberadaan kita. Inilah yang akan kita lakukan untuk selama-lamanya. Surga akan menjadi satu tindakan ucapan syukur yang kekal kepada Tuhan atas kebaikan dan kemurahan-Nya. Ketika kita dapat memalingkan pandangan dari diri kita sendiri dan memusatkan perhatian pada Tuhan, karunia syukur ini akan mulai mengarahkan hidup kita (Lihat Buku Harian #1285-1286). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1285) Engkau telah mengelilingi hidupku dengan perhatian-Mu yang mesra dan penuh kasih, melebihi semua yang dapat aku pahami sebab aku baru akan mengalami kebaikan-Mu sepenuhnya sesudah selubung itu disingkirkan. Aku ingin agar seluruh hidupku melulu menjadi ucapan syukur kepada-Mu, o Allah. 

(1286) Syukur kepada-Mu, o Allah, atas segala rahmat yang tak henti-hentinya Kaulimpahkan kepadaku, rahmat yang menerangi aku dengan kemilau sang surya, karena dengan rahmat itu, Kautunjukkan kepadaku jalan yang aman. 

Syukur kepada-Mu, o Allah, karena telah menciptakan aku, karena telah memanggil aku dari tidak ada menjadi ada, karena telah mencetak ke-Allahan-Mu pada jiwaku, suatu karya cinta yang sungguh maharahim. 

Syukur kepada-Mu, o Allah, atas Baptis kudus yang memasukkan aku ke dalam keluarga ilahi-Mu, suatu karunia agung yang besar dan tak terpahami yang telah mengubah jiwaku. 

Syukur kepada-Mu, o Tuhan, atas Pengakuan kudus, sumber kerahiman agung yang tak kunjung kering, mata air rahmat yang tak terselami; di dalamnya jiwa-jiwa yang ternoda dosa menjadi murni. 

Syukur kepada-Mu, o Yesus, atas Komuni kudus di mana Engkau memberikan diri-Mu sendiri kepada kami. Aku merasakan denyut jantung-Mu di dalam dadaku sebab kehidupan ilahi-Mu Kaukembangkan sendiri di dalam diriku. 

Syukur kepada-Mu, o Roh Kudus, atas Sakramen Krisma, yang mengangkat kami menjadi ksatria, dan memberikan kekuatan kepada jiwa setiap saat, sembari melindungi dari yang jahat. 

Syukur kepada-Mu, o Allah, atas rahmat panggilan, sebab dengan dipanggil untuk melayani hanya Engkau, aku dapat menjadikan Engkau satu-satunya kekasihku, suatu penghormatan yang tiada tara bagi jiwaku. 

Syukur kepada-Mu, o Tuhan, atas kaul-kaul kekal, atas kesatuan cinta yang begitu murni, atas perkenan-Mu menyatukan Hati-Mu yang murni dengan hatiku, dan menyatukan hatiku dengan Hati-Mu dalam ikatan yang paling murni. 

Syukur kepada-Mu, o Tuhan, atas Sakramen Pengurapan, yang, di saat-saat akhir hidupku, akan memberiku kekuatan; pertolongan dalam pertempuran, tuntunan menuju keselamatan yang menguatkan jiwa sampai aku bersukacita sepanjang masa. 

Syukur kepada-Mu, o Allah, atas segala bisikan batin, yang dilimpahkan oleh kebaikan-Mu atas diriku, atas terang batin yang telah diberikan kepada jiwa, yang dirasakan oleh hati, tetapi tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. 

Syukur kepada-Mu, o Tritunggal kudus, atas kelimpahan rahmat, yang tanpa henti Kaulimpahkan sepanjang hayatku. Rasa syukurku akan meningkat seiring dengan terbitnya fajar yang kekal, ketika, untuk pertama kalinya, akan kunyainyikan kemuliaan-Mu. (BHSF #1285-1286) 

Renungan 

Apakah anda bersyukur? 

Anda akan bersyukur hanya jika anda membiarkan diri anda melihat hadiah yang tak terhitung jumlahnya yang Tuhan berikan kepada anda setiap hari. Sangat mudah untuk membiarkan egoisme mengaburkan visi kita tentang berkat yang tak terhitung jumlahnya dari Tuhan ini. Tetapi jika anda dapat mengalihkan pandangan anda ke Surga dan melihat kebenaran, anda akan takjub akan kebaikan Tuhan yang tak terbatas. Jangan biarkan diri anda melewatkan penemuan mulia dari semua yang Tuhan lakukan untuk anda siang dan malam. 

Jangan menutup mata terhadap limpahan Rahmat-Nya. Renungkan, hari ini, apakah anda membiarkan diri anda melihat atau tidak melihat kasih-Nya yang penuh belas kasihan dilimpahkan kepada anda dan orang lain. Arahkan pandangan anda pada Rahmat ini dan biarkan realisasi ini menumbuhkan hati yang sangat bersyukur di dalam diri anda. 

 


Doa 

Tuhanku, aku berterima kasih atas semua yang telah Engkau lakukan dalam hidupku dan aku berterima kasih atas semua yang akan terus Engkau lakukan dalam diriku. Tolonglah aku untuk semakin sadar akan kasih-Mu yang penuh belas kasihan dan berkat-berkat yang tak terhitung banyaknya yang Engkau limpahkan kepadaku dan kepada semua anak-Mu. Saat aku melihat karya tangan-Mu di sekelilingku, penuhi hatiku dengan rasa syukur yang tulus. Yesus, Engkau andalanku.