Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 276 : Melihat Tanpa Mencapai
Apakah Tuhan marah kepada anda ketika anda tidak menyelesaikan tugas tertentu untuk kemuliaan-Nya?
Tergantung. Dia mungkin mengeluarkan murka-Nya yang suci jika kegagalan itu disebabkan oleh dosa anda. Murka ini adalah tindakan Kerahiman-Nya yang memanggilmu untuk bertobat. Tetapi di lain waktu pekerjaan dan pelayanan anda kepada Tuhan mungkin terhalang oleh hal-hal di luar kendali anda. Tuhan mengetahui hal ini dan melihatnya. Terkadang anda mungkin bertanya-tanya mengapa Tuhan tidak “memperbaiki” masalah ini atau itu. Anda mungkin berharap anda memiliki kekuatan untuk menggerakkan seseorang untuk bertindak ketika mereka tampaknya menjadi penghalang bagi karya belas kasihan anda. Tapi ini bukan urusanmu. Perhatian anda harus melakukan semua yang ada dalam kekuatan anda untuk mencapai Kehendak Tuhan, menyerahkan sisanya kepada-Nya.
Tuhan senang dengan usaha anda, bukan dengan kesuksesan anda. Dia tidak mengukur kesuksesan objektif; sebaliknya, Dia mengukur kesuksesan subjektif. Faktanya, terkadang Tuhan mengizinkan banyak rintangan muncul sebagai cara untuk memurnikan pekerjaan anda dan menyucikan jiwa anda melalui kesabaran dan tekad yang mendalam. Lakukan tugasmu dan itu akan cukup untuk pekerjaan Kerahiman yang telah diberikan Tuhan kita kepadamu (Lihat Buku Harian #1374).
Buku
Harian Santa Faustina
(1374) 30 Oktober 1937.
Hari ini adalah hari kedua dari rangkaian hari-hari syukur. Dalam upacara religius yang dilaksanakan dalam misa, aku melihat Tuhan Yesus dalam keindahan yang luar biasa. Ia berkata kepadaku,
“Putri-Ku, Aku tidak membebaskan engkau dari keharusan untuk bertindak.”
Aku menjawab,
“Tuhan, tanganku terlalu lemah untuk karya sebesar itu,”
“Memang, Aku tahu; tetapi dengan menggandeng tangan kanan-Ku, engkau akan menyelesaikan segala sesuatu. Oleh karena itu, setialah selalu kepada bapak-bapak pengakuanmu. Aku akan memberi mereka terang untuk membimbing engkau.”
“Tuhan, aku sudah ingin memulai karya itu dalam nama-Mu, tetapi Pastor Sopocko terus memintaku menundanya.”
Yesus menjawab kepadaku,
“Aku tahu itu; maka lakukanlah apa yang dapat engkau lakukan, tetapi engkau tidak boleh mundur.” (BHSF #1374)
Renungan
Pikirkan tentang apa yang anda yakini telah diberikan Tuhan kepada anda sebagai kewajiban untuk dilakukan. Ini mungkin merupakan aktivitas biasa atau mungkin sesuatu yang tampak lebih megah. Renungkanlah, juga, rintangan-rintangan nyata yang kauhadapi dalam memenuhi tugasmu. Cobalah untuk tidak melihat “hambatan” ini sebagai hambatan sama sekali. Sebaliknya, lihat itu sebagai kesempatan untuk memperdalam tekad anda untuk memenuhi misi Kerahiman Ilahi yang telah diberikan Tuhan kepada anda.
Doa
Tuhan, bantu aku untuk setia kepada-Mu dalam segala hal yang kulakukan. Bantu aku untuk menahan diri dari berfokus pada hasil usaha ku dan, sebaliknya, mempersembahkan usaha ku kepada-Mu untuk kemuliaan-Mu. Aku tahu Engkau senang dengan dedikasi totalku kepada-Mu, ya Tuhan. Bantu aku untuk tekad setiap hari untuk memperdalam dedikasi itu sehingga menjadi alat yang lebih baik dari Kerahiman-Mu. Yesus, Engkau andalanku.

