Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 277 : Rahmat untuk Menghilangkan Ketegangan
Ketegangan seringkali menjadi bagian dari kehidupan. Beberapa berurusan dengan banyak ketegangan, frustrasi, dan bahkan kemarahan ekstrem dalam kehidupan sehari-hari mereka.
Pada awalnya, kemarahan orang lain dapat membuat anda waspada dan menggoda anda untuk merasa takut. Ini adalah reaksi normal. Kemarahan orang lain juga dapat mendorong anda untuk bereaksi dan melawan dengan kemarahan, kedengkian, dan kepahitan anda sendiri. Anda mungkin bersikap defensif dan bahkan menyerang. Tapi Rahmat Tuhan mampu membawa kedamaian dalam situasi apa pun. Rahmat-Nya diberikan ketika anda menutup mata terhadap kemarahan yang anda hadapi dari orang lain dan berbicara dengan manis kepada mereka seperti yang anda lakukan kepada Yesus.
Serahkan
murka Allah kepada Allah. Jika Dia mengilhami anda untuk memunculkan murka-Nya
yang suci, anda akan tahu apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya
dan ini akan menjadi tindakan Kerahiman-Nya. Namun jangan heran jika Tuhan
menginspirasi anda untuk bertindak dengan kebaikan yang luar biasa dalam
situasi seperti itu. Ini membutuhkan tekad yang besar dan kesabaran yang luar
biasa.
Jangan biarkan diri anda terlibat atau terjerat dalam kemarahan irasional orang lain. Sebaliknya, biarkan kedamaian Kerahiman Tuhan membanjiri jiwa anda sehingga, melalui anda, rahmat-Nya menghalau semua kejahatan (Lihat Buku Harian #1377).
Buku
Harian Santa Faustina
(1377) 5 November.
Pagi ini, lima orang penganggur datang ke pintu biara dan memaksa untuk masuk. Cukup lama, Suster N berbantah dengan mereka. Ketika tidak dapat mengusir mereka, ia kemudian pergi ke kapel untuk menjumpai Muder, yang menyuruh aku menemui orang-orang itu. Ketika aku masih cukup jauh dari gerbang, aku mendengar mereka mengedor-gedor pintu dengan keras. Pertama-tama, aku ragu-ragu dan takut. Aku tidak tahu apakah aku harus membuka pintu atau, seperti Suster N, berbicara dengan mereka melalui lubang kecil pada pintu. Tetapi, tiba-tiba aku mendengar suatu suara di dalam jiwaku yang berkata,
“Pergi dan bukalah pintu, dan berbicaralah kepada mereka dengan manis seperti kalau engkau berbicara dengan Aku.”
Seketika itu juga aku membuka pintu dan menghampiri orang yang paling beringas di antara mereka. Aku mulai berbicara kepada mereka dengan sedemikian ramah dan tenang sehingga mereka tidak tahu bagaimana harus bersikap. Dan mereka pun mulai berbicara dengan lembut dan berkata,
“Baiklah, sayang sekali biara tidak mempunyai pekerjaan untuk kami.”
Dan, mereka pun pergi dengan tenang. Aku sungguh-sungguh merasa bahwa Yesus, yang kusambut dalam komuni kudus persis satu jam sebelumnya, telah bekerja dalam hati mereka lewat aku. Oh, betapa baiknya bertindak menurut ilham dari Allah! (BHSF #1377)
Renungan
Renungkan setiap situasi ketegangan dan kemarahan yang biasa anda hadapi. Mungkin anda penyebabnya atau mungkin anda targetnya. Apa pun masalahnya, ketahuilah bahwa kedamaian Tuhan dapat memerintah. Carilah kedamaian-Nya, awasi dan biarkan fokus yang teguh ini menjadi sumber Rahmat-Nya yang melimpah. Dia mengasihi anda dan ingin membebaskan anda dari beban ini.
Doa
Tuhan, aku mengundang-Mu ke dalam ketegangan dalam hidupku. Pertama, aku menyerahkan frustrasi dan kemarahanku sendiri kepada-Mu. Tolong bebaskan aku dari nafsu yang tidak terkendali ini dan gantikan dengan damai sejahtera-Mu. Tolong aku juga, ya Tuhan, ketika aku menghadapi kemarahan orang lain yang tidak adil. Buat aku tetap tenang dan fokus pada Hati-Mu. Bantu aku untuk bereaksi seperti yang Engkau inginkan dan menjadi alat kedamaian-Mu. Yesus, Engkau andalanku.

