-->

Refleksi 291: Nilai dari Penderitaan yang Diam dan Tersembunyi

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina


Refleksi291: Nilai dari Penderitaan yang Diam dan Tersembunyi
 


Ketika ada sesuatu yang membebani kita, kita sering mencari penghiburan dari orang lain mengenai penderitaan kita dengan membicarakannya secara terbuka. Meskipun mungkin bermanfaat untuk berbagi beban kita dengan orang lain sampai batas tertentu, ada juga nilai yang besar dalam merangkulnya secara diam-diam dengan cara yang tersembunyi.

 

Mungkin bijaksana untuk membagi beban anda dengan orang tertentu seperti pasangan, orang kepercayaan, pembimbing spiritual atau bapa pengakuan, tetapi waspadalah terhadap nilai penderitaan yang tersembunyi. Bahaya berbicara tentang penderitaan anda secara terbuka kepada semua orang adalah bahwa hal itu menggoda anda untuk mengasihani diri sendiri, mengurangi kesempatan untuk mempersembahkan pengorbanan anda kepada Tuhan.

 

Dengan menyembunyikan penderitaan anda memungkinkan anda untuk mempersembahkannya kepada Tuhan dengan cara yang lebih murni. Mempersembahkannya dalam keheningan akan memenangkan banyak Belas Kasih dari Hati Kristus. Dia sendiri melihat semua yang anda tanggung dan akan menjadi orang kepercayaan terbesar anda melalui semua itu (Lihat Buku Harian #1430). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1430) Suatu hari, aku mulai ragu-ragu bagaimana bagaimana mungkin aku dapat terus-menerus merasakan pembusukan tubuh ini dan pada saat yang sama harus tetap berjalan dan bekerja. Bukankah ini semacam ilusi? Tetapi, tidak mungkin itu merupakan suatu ilusi sebab rasa sakit yang ditimbulkannya sungguh sangat nyeri. Sementara aku memikirkan hal ini, salah seorang suster datang untuk sebentar berbicara dengan aku. Sesudah satu dua menit, ia menunjukkan wajah yang sangat mengerikan dan berkata, 

“Suster, di sini aku mencium bau bangkai, yang sedang membusuk. O betapa mengerikan!” 

Aku berkata kepadanya, 

“Jangan takut, Suster, bau bangkai itu berasal dariku.” 

Ia sangat terkejut dan berkata bahwa ia tidak dapat bertahan lebih lama. Sesudah ia pergi, aku tahu bahwa Allah telah membiarkan dia merasakan semua ini sehingga aku tidak memiliki keragu-raguan sedikit pun; tetapi lebih mengagumkan lagi bahwa Ia tetap menyembunyikan penderitaan ini dari seluruh Kongregasi. O Yesusku, hanya Engkau yang mengetahui sepenuhnya beratnya pengurbananku ini. (BHSF #1428) 

Renungan 

Renungkan beban-beban yang anda pikul yang dapat anda diamkan dan persembahkan kepada Tuhan. Jika anda kewalahan, jangan ragu untuk berbicara dengan orang lain untuk meminta bantuan mereka. Tetapi jika itu adalah sesuatu yang membuat anda menderita secara diam-diam, cobalah untuk menjadikannya sebagai persembahan suci kepada Tuhan kita. 

Penderitaan dan pengorbanan tidak selalu masuk akal bagi kita secara langsung. Tetapi jika anda berusaha untuk memahami nilai dari pengorbanan diam-diam anda, kemungkinan besar anda akan memperoleh wawasan tentang berkat yang dapat dihasilkannya. 

Penderitaan sunyi, yang dipersembahkan kepada Tuhan, menjadi sumber Rahmat untuk kebaikan anda dan untuk kebaikan orang lain. Itu menjadikan anda lebih seperti Kristus dalam penderitaan terbesar yang Dia alami hanya diketahui oleh Bapa di Surga. 

 


Doa 

Tuhan, ada banyak hal dalam hidupku yang terkadang sulit. Beberapa tampak kecil dan sepele dan yang lainnya bisa sangat berat. Bantu aku untuk selalu memilah beban hidup dan mengandalkan bantuan dan penghiburan orang lain saat dibutuhkan. Bantulah aku untuk juga membedakan kapan aku dapat mempersembahkan penderitaan ini kepada-Mu sebagai sumber diam dari Kerahiman-Mu.  Yesus, Engkau andalanku.