Refleksi Harian Tentang
Kerahiman
Ilahi
365 Hari bersama Santa
Faustina
Refleksi 302: Akal Hebat, Kuat & Tajam
Pikiran kita adalah anugerah dari Tuhan dan salah satu dari dua cara utama kita dibuat menurut gambar dan rupa-Nya. Cara lain adalah melalui karunia kehendak bebas kita. Tetapi cerdas, berakal dan berpikiran jernih adalah anugerah luar biasa yang harus diberikan kepada pekerjaan Tuhan.
Adalah
baik untuk berdoa agar Tuhan membuat pikiran kita besar, kuat dan tajam
sehingga kita dapat mengenal Dia, memahami Dia dan memahami semua misteri kaya
yang ingin Dia ungkapkan kepada kita.
Pikiran kita memahami kebenaran Allah dalam dua cara utama.
Pertama kita harus berusaha untuk melibatkan semua kebenaran yang diwahyukan oleh Allah melalui Gereja-Nya. Ini termasuk kebenaran yang terkandung dalam Kitab Suci, ajaran yang ditawarkan oleh Magisterium, wahyu dari kehidupan orang-orang kudus dan wacana teologis yang berusaha memperjelas dan memperdalam pemahaman kita. Karunia berharga ini, diberikan melalui Gereja, mengungkapkan kepada kita rahasia Allah.
Kedua pikiran juga mampu menerima infus langsung dari Tuhan. Ketika kita membiarkan pikiran kita diberikan kepada Tuhan, Dia memberikan pengetahuan dan hikmat langsung dari Pikiran-Nya sendiri. Karunia ini memberi kita kejelasan langsung dalam hidup dan penegasan akan Kehendak kudus-Nya (Lihat Buku Harian #1474).
Buku
Harian Santa Faustina
(1474) Sering kali, aku minta kepada Tuhan Yesus akal budi yang diterangi oleh iman. Permintaan ini kuungkapkan kepada Tuhan dalam kata-kata ini,
“Yesus, berilah aku akal budi, suatu akal budi yang kuat supaya aku dapat memahami Engkau dengan lebih baik; sebab semakin baik aku mengenal Engkau, semakin berkobarlah kasihku kepada-Mu. Yesus, aku minta akal budi yang tajam sehingga aku dapat memahami masalah-masalah yang ilahi dan luhur. Yesus, berilah aku suatu akal budi yang mendalam, yang akan membuat aku mengerti hakikat ilahi-Mu dan jati diri-Mu sebagai Tritunggal. Berkat rahmat istimewa-Mu, berilah pikiranku kemampuan dan kecerdasan. Memang, aku tahu bahwa ada kemampuan yang kami peroleh lewat rahmat yang diberikan Gereja kepadaku; tetapi masih ada juga suatu harta rahmat yang Engkau berikan kepada kami, o Tuhan, apabila kami memintanya dari-Mu. tetapi, aku mohon kepada-Mu, kalau permintaanku ini tidak berkenan di hati-Mu, janganlah Engkau memberi aku kecenderungan untuk memintanya.” (BHSF #1474)
Renungan
Renungkan hari ini tentang seberapa penuh anda telah memberikan pikiran anda pada ajaran Tuhan kita.
Apakah
anda mencari Kebenaran Tuhan melalui Gereja?
Apakah anda mempelajari Kitab Suci dan semua yang telah diungkapkan melalui Gereja?
Renungkanlah, juga, pada pemasukan langsung dari Kebenaran yang Tuhan ingin berikan kepada anda.
Karunia berharga ini datang karena Rahmat-Nya yang melimpah untuk menuntun Anda ke pengetahuan tentang esensi-Nya dan Kehendak suci-Nya.
Doa
Tuhan, hidupku adalah milik-Mu. Hari ini aku secara khusus menyerahkan kecerdasanku kepada-Mu untuk digunakan seperti yang Engkau inginkan. Ajari aku cara-Mu dan ungkapkan kepadaku inti dari keberadaan-Mu yang kekal. Saat aku mengenal-Mu, ya Tuhan, beri aku rahmat untuk mengikuti-Mu dengan segenap pikiran dan hatiku.Yesus, aku percaya pada-Mu.

