-->

Refleksi 305: Sedalam-dalamnya Kasih Tuhan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 305: Kedalaman Kasih Tuhan 

Bayangkan jika seseorang memberikan hidup mereka untuk anda karena mereka mencintai anda. Mereka ditempatkan dalam situasi di mana mereka tahu anda akan kehilangan nyawa anda jika mereka tidak memberikan nyawa mereka dengan bebas. Akibatnya, mereka memilih untuk melangkah maju dengan percaya diri, memberikan nyawa mereka sebagai ganti nyawa anda. 

Agar seseorang melakukan ini, mereka harus memiliki kedalaman cinta yang luar biasa untuk anda, sedemikian rupa sehingga mereka menghargai hidup anda daripada hidup mereka sendiri. Kedalaman cinta ini mungkin jarang tetapi memang ada dan kita tidak perlu mencari jauh untuk menemukannya. 

Kita hanya perlu melihat sebuah salib untuk menyadari kenyataan ini. Kita dengan mudah menjadi begitu akrab dengan Penyaliban Tuhan kita sehingga kita mengabaikan fakta mendasar dari kasih-Nya yang sempurna. Dia menghargai hidup anda lebih dari hidup-Nya sendiri. Dia tidak ragu untuk mati dengan cara yang mengerikan agar anda bisa hidup. Fakta ini seharusnya tidak luput dari perhatian harian anda. Ini bukanlah ide luhur yang jauh; itu adalah kenyataan praktis yang memiliki konsekuensi mutlak dalam hidup anda. 

Kematian Yesus adalah satu-satunya alasan anda dapat hidup kekal di Surga. Ini adalah tindakan Belas Kasih yang seharusnya meninggalkan kita dengan rasa syukur yang kekal (Lihat Buku Harian #1485). 

Buku Harian Santa Faustina 

Kebaikan Allah 

(1485) O Kerahiman Allah, yang tersembunyi dalam Sakramen Mahakudus, o suara Tuhan yang berbicara kepada kami dari takhta kerahiman, 

“Datanglah kepada-Ku, kamu semua.” 

Percakapan Allah yang Maharahim dengan Jiwa yang Berdosa: 

Yesus: Jangan takut akan Juru Selamatmu, hai jiwa yang berdosa. Akulah yang pertama mengayunkan langkah untuk datang kepadamu karena Aku tahu bahwa dari dirimu sendiri engkau tidak mampu beranjak kepada-Ku. Hai anak, jangan lari jauh-jauh dari Bapamu; siaplah untuk berbicara terus terang dengan Allahmu yang maharahim yang ingin mengucapkan kata-kata pengampunan dan melimpahkan rahmat-Nya atas dirimu. Betapa Aku sangat mengasihi jiwamu! Aku telah mengukir namamu pada tangan-Ku; laksana luka yang parah, engkau tergores di dalam hati-Ku. 

Jiwa: Tuhan, aku mendengar suaramu memanggil aku untuk berpaling dari jalan dosa, tetapi aku tidak memiliki kekuatan atau keberanian untuk melakukannya. 

Yesus: Akulah kekuatanmu! Aku akan menolong engkau dalam perjuangan ini. 

Jiwa: Tuhan, aku mengenal kekudusan-Mu, dan aku takut akan Dikau. 

Yesus: Anak-Ku, engkau takut akan Allah kerahiman? Kekudusan-Ku tidak menghalangi Aku untuk menjadi maharahim. Camkanlah, hai jiwa, bagimu Aku sudah membangun suatu takhta kerahiman di bumi - yaitu tabernakel - dan dari takhta ini Aku ingin masuk ke dalam hatimu. Aku mengelilingi diri-Ku dengan pengawal dan penjaga. Engkau dapat datang kepada-Ku setiap saat, setiap waktu; Aku ingin berbicara denganmu dan ingin memberikan rahmat kepadamu. 

Jiwa: Tuhan, aku ragu-ragu apakah Engkau akan mengampuni dosa-dosaku yang begitu banyak; kepapaanku memenuhi aku dengan kegentaran. 

Yesus: Kerahiman-Ku lebih besar daripada dosa-dosa seluruh dunia. Siapa dapat mengukur jangkauan kebaikan-Ku? Demi engkau, Aku turun dari surga ke bumi; demi engkau, Aku membiarkan Hati Kudus-Ku ditikam dengan tombak, dan dengan demikian membuka lebar mata air kerahiman bagimu. Maka, datanglah dengan penuh harapan untuk menimba rahmat dari mata air ini. Aku tidak pernah menolak hati yang remuk redam. Kepapaanmu telah lenyap dalam lubuk kerahiman-Ku. Jangan berbantah dengan Aku mengenai kemalanganmu. Engkau akan menyenangkan Hati-Ku kalau engkau menyerahkan kepada-Ku semua penderitaan dan kepedihanmu. AKu akan melimpahkan khazanaj rahmat-Ku atas dirimu. 

Jiwa: O Tuhan, dengan kebaikan-Mu, Engkau telah mengalahkan hatiku yang membatu. Dalam kepercayaan dan kerendahan hati, aku menghampiri sidang kerahiman-Mu, tempat Engkau sendiri membebaskan aku dengan tangan wakil-Mu. O Tuhan, aku merasakan rahmat dan damai-Mu memenuhi jiwaku yang papa. AKu merasa dipenuhi dengan kerahiman-Mu, o Tuhan, Engkau mengampuni aku, lebih dari yang berani kuharapkan atau lebih dari yang dapat kubayangkan. Kebaikan-Mu melampaui segala keinginanku. Dan sekarang, penuh dengan rasa syukur atas rahmat yang sedemikian banyak, aku mengundang Engkau masuk ke dalam hatiku. Aku berkelana, seperti anak pemboros yang hilang; tetapi Engkau tidak berhenti menjadi Bapaku. Tingkatkanlah kerahiman-Mu kepadaku karena Engkau tahu betapa rapuhnya aku. 

Yesus: Anak-Ku, jangan lagi berbicara tentang kepapaanmu; semua itu sudah dilupakan. Dengarkanlah, Anak-Ku, apa yang ingin Kukatakan kepadamu. Datanglah lebih dekat kepada luka-luka-Ku dan ambillah dari Mata Air Kehidupan ini apa saja yang diinginkan oleh hatimu. Minumlah sepuas-puasnya dari Mata Air Kehidupan ini dan engkau tidak akan kehausan dalam perjalanan. Pandanglah semarak kerahiman-Ku dan jangan takut akan musuh-musuh keselamatamu. Muliakanlah kerahiman-Ku. (BHSF #1485) 

Renungan 

Luangkan waktu hari ini untuk merenungkan Penyaliban Tuhan kita. Cobalah untuk melihatnya bukan sebagai peristiwa jauh yang hanya memiliki pengaruh inspirasional dalam hidup anda. Lihat saja apa adanya. Tanpa pemberian cuma-cuma dari Yesus di kayu Salib, anda akan terhilang untuk selama-lamanya. Sesederhana itu. Tindakan kasih-Nya adalah pertukaran hidup-Nya dengan hidup anda. Kedalaman kasih-Nya bagi anda lebih dari yang pernah anda bayangkan. Renungkan kebenaran ini hari ini dan bersukacitalah bahwa anda sangat dikasihi. 

  


Doa

 

Tuhan, aku tidak akan pernah sepenuhnya memahami kedalaman kasih-Mu yang sempurna. Dengan cara kecil aku berterima kasih kepada-Mu dengan sepenuh hati dan memilih untuk menerima hadiah total kematian-Mu di kayu Salib. Tolong aku untuk tidak pernah meragukan kasih-Mu kepadaku, ya Tuhan, dan tolonglah aku untuk membalas kasih-Mu. Yesus, Engkau andalanku.