-->

Refleksi 306: Tuhan Itu Tak Kenal Lelah

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 306: Tuhan Itu Tak Kenal Lelah 

Apakah anda meragukan Kasih Allah? 

Yang benar adalah bahwa Tuhan tanpa henti mengejar anda. Meskipun banyak dari kekudusan kita bergantung pada kita, sebagian besar bergantung pada Tuhan. 

Saat berada di Bumi ini, Tuhan tidak pernah berhenti mengejar anda dan mencari pertobatan anda. Dia mengirimkan Rahmat-Nya kepada anda terus-menerus dalam segala cara yang bisa dibayangkan. Masalahnya adalah jika hati anda "tuli dan buta", ia tidak akan memahami cara Tuhan yang tak kenal lelah mengejar anda. Tetapi bahkan dalam ketulian dan kebutaanmu, Tuhan berbicara dan mengejar dan mencari dan mencoba segala kemungkinan untuk memenangkanmu bagi diri-Nya. 

Pada akhirnya, jika jiwa tetap keras kepala dan tertutup, Tuhan tidak dapat berbuat banyak lagi. Dia hanya membutuhkan celah yang sangat kecil untuk memulai pekerjaan baik-Nya di dalam diri anda, tetapi jika tidak ada celah kecil sekalipun, pengejaran aktif Tuhan pun tidak akan mengubah hidup anda. 

Bukalah hatimu untuk Dia. Bahkan jika anda berada di kedalaman keputusasaan, izinkan Dia datang kepada anda dengan setetes Rahmat-Nya yang sempurna. Jangan pernah menutup pintu sepenuhnya dan jika sudah, jangan tutup rapat. Dia akan menemukan jalan jika anda membuka hati untuk Dia (Lihat Buku Harian #1486). 

Buku Harian Santa Faustina 

Percakapan Allah yang Maharahim dengan Jiwa yang Putus Asa: 

(1486) 

Yesus: O jiwa yang tenggelam dalam kegelapan, jangan putus asa. Tidak segalanya hilang. Datanglah dan percayalah kepada Allahmu; Dia adalah Sang Kasih dan Sang Kerahiman. 

Tetapi jiwa itu, yang bahkan tidak mau mendengarkan permintaan ini, terus membenamkan diri dalam kegelapan. 

Yesus memanggil lagi;          

Anak-Ku, dengarkanlah suara Bapamu yang Maharahim. 

Dalam jiwa itu muncul jawaban ini, 

“Bagiku tidak ada kerahiman,” 

dan jiwa itu terjerumus ke dalam kegelapan yang lebih pekat, suatu keputusasaaan yang merupakan cicipan neraka dan membuat dia tidak mampu menghampiri Allah. 

Yesus memanggil jiwa itu untuk ketiga kalinya, tetapi jiwa itu tetap menutup telinga dan mata, ia berkeras hati dan putus asa. Kemudian, kerahiman Allah mulai menyatakan diri, dan, tanpa kerja sama apa pun dari jiwa itu, Allah memberi kepadanya rahmat terakhir. Kalau ini pun dicampakkan, Allah akan meninggalkan jiwa itu terbelenggu dalam cinta diri tersebut sampai selama-lamanya. Rahmat ini muncul dari Hati Yesus yang maharahim dan memberikan kepada jiwa itu suatu terang istimewa, dan dengan itu jiwa mulai memahami usaha-usaha Allah; tetapi pertobatan tergantung pada kemauan jiwa itu sendiri. Jiwa itu mengetahui bahwa baginya, panggilan ini merupakan rahmat terakhir; kalau jiwa itu menunjukkan secercah kehendak baik, maka selebihnya akan digenapi oleh kerahiman Allah. 

Yesus: Di sini, kerahiman-Ku yang mahakuasa bekerja. Berbahagialah jiwa yang memenfaatkan rahmat ini. 

Yesus: Betapa besar sukacita Hati-Ku ketika engkau kembali kepada-Ku. Karena engkau lemah, maka Aku meraih engkau ke dalam pelukan-Ku dan membawamu pulang ke rumah Bapa-Ku. 

Jiwa (seolah-olah bangun dari tidur, bertanya dengan gemetar): Mungkinkah masih ada kerahiman bagiku? 

Yesus: Justru engkau, Anak-Ku, memiliki hak istimewa atas kerahiman-Ku. Biarlah kerahiman-Ku bekerja dalam jiwamu yang malang; biarlah sinar rahmat masuk ke dalam jiwamu; sinar itu akan membawa serta terang, kehangatan, dan kehidupan. 

Jiwa: Tetapi, ketakutan memenuhi hatiku ketika aku membayangkan dosa-dosaku, dan ketakutan yang mengerikan ini membuat aku ragu-ragu akan kebaikan-Mu. 

Yesus: Ketahuilah, hai jiwa, luka Hati-Ku yang disebabkan oleh semua dosamu tidak separang luka yang ditimbulkan oleh kurangnya kepercayaanmu sekarang ini, yakni bahwa sesudah begitu banyak usaha yang dilakukan oleh kasih dan kerahiman-Ku, engkau masih meragukan kebaikan-Ku. 

Jiwa: O Tuhan, selamatkanlah aku sebab aku binasa. Jadilah Juru Selamatku. O Tuhan, aku tidak mampu mengatakan sesuatu lagi; hatiku yang malang tercabik-cabik; tetapi Engkau, o Tuhan .... 

Yesus tidak membiarkan jiwa itu menyelesaikan kata-katanya, tetapi sambil mengangkatnya dari tanah, dari lubuk kepapaannya, Ia menuntunnya masuk ke dalam kediaman Hati-Nya; di sana semua dosanya lenyap dengan seketika, dihanguskan oleh nyala kasih. 

Yesus: Hai jiwa, inilah seluruh harta Hati-Ku. Ambillah apa saja yang engkau butuhkan. 

Jiwa: O Tuhan, aku merasa dibanjiri dengan rahmat-Mu. AKu merasakan bahwa suatu kehidupan baru kini masuk ke dalam diriku dan, lebih dari segalanya, aku merasakan kasih-Mu di dalam hatiku. Ini sudah cukup bagiku. O Tuhan, sampai selama-lamanya aku akan memuliakan kerahiman-Mu yang mahakuasa. Dikuatkan oleh kebaikan-Mu, aku akan menyerahkan segala dukacita hatiku kepada-Mu. 

Yesus: Anak-Ku, katakan segala-galanya kepada-Ku, jangan menyembunyikan suatu pun dari-Ku sebab Hati-Ku yang penuh kasih, Hati Sahabatmu yang paling baik, selalu mendengarkan engkau. 

Jiwa: O Tuhan, kini aku melihat segala sikap tak tahu terima kasihku dan melihat juga kebaikan-Mu. Dengan rahmat-Mu, Engkau terus memburu aku, sedangkan aku terus menyia-nyiakan kemurahan Hati-Mu. AKu merasa bahwa sudah sepantasnya aku dijebloskan ke dasar neraka karena aku mencampakkan rahmat-Mu. 

Yesus (menyela): Jangan tenggelam dalam kepapaanmu; engkau masih terlalu lemah untuk berbicara mengenai hal itu. Lebih baik, tataplah Hati-Ku yang penuh dengan kebaikan dan penuhilah hatimu dengan perasaan-Ku. Upayakanlah kelembutan dan kerendahan hati; bermurah-hatilah kepada sesama, sebagaimana Aku murah hati kepadamu; dan, apabila engkau mersakan kekuatanmu surut, datanglah ke mata air kerahiman untuk menguatkan jiwamu; maka engkau tidak akan menjadi letih lagi di sepanjang perjalananmu. 

Jiwa: Kini aku memahami kerahiman-Mu yang melindungi aku laksana sebuah awan bercahaya dan menuntun aku ke rumah Bapaku, sambil melindungi aku dari kengerian neraka; aku telah jatuh ke sana, bukan hanya satu kali, tetapi ribuan kali. O Tuhan, masa yang kekal pun hampir tidak cukup bagiku untuk memberikan pujian serasi kepada kerahiman dan kemurahan-Mu terhadapku yang sungguh tak terbatas. (BHSF #1486) 

Renungan 

Semoga anda setiap hari berusaha untuk membuka hati anda lebar-lebar untuk Rahmat Tuhan. Tetapi jika anda menemukan bahwa anda telah terikat oleh rantai dosa, sadarilah bahwa pembela terbesar anda adalah Tuhan kita yang penuh belas kasihan. 

Dia dapat melakukan keajaiban bagi mereka yang terperangkap dan terpenjara oleh dosa, atau menjadi tuli dan buta terhadap kasih karunia-Nya. Renungkan betapa terbukanya anda terhadap Kerahiman-Nya hari ini dan putuskan untuk membiarkan Dia datang kepada anda untuk mulai mencurahkan Kerahiman-Nya ke dalam jiwa anda yang lelah. 


 

Doa 

Tuhan, ketika aku merasa terjebak atau bingung dalam hidup, aku tahu bahwa Engkau akan mengejarku dengan hasrat dan Kerahiman-Mu yang tak terbatas. Cintamu yang tiada henti memberiku harapan saat aku tergoda untuk putus asa. Tolong aku untuk membuka diriku kepada-Mu dan mengizinkan-Mu melakukan karya Kerahiman-Mu yang sempurna dalam hidupku. Aku berterima kasih kepada-Mu, ya Tuhan, dengan rasa syukur yang mendalam.Yesus, Engkau andalanku.