-->

Refleksi 317: Melewati Penghakiman

  

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 317: Melewati Penghakiman 

Sangat mudah untuk menghakimi orang lain, tetapi sangat sulit untuk tidak menghakimi. Kenapa begitu? 

Mengapa anda mungkin menemukan diri anda dengan mudah menghakimi orang lain ketika anda benar-benar tidak mengetahui isi hati mereka? 

Pasti ada banyak alasan untuk dosa ini; salah satunya adalah beberapa orang bahkan tidak cukup mengenal diri mereka sendiri untuk menilai hati nurani mereka sendiri. Jika demikian, orang tersebut tidak akan berada dalam posisi untuk mencoba menghakimi orang lain. 

Menilai orang lain sering datang dari hati yang memiliki sedikit pengetahuan batin, pemahaman, atau wawasan pribadi. Mereka merasakan gangguan ini di dalam dan memproyeksikannya pada orang lain. 

Hal ini berguna untuk dipahami karena dua alasan. Pertama, jika anda cenderung menilai, berhentilah dan lihat ke dalam hati anda. Ada kemungkinan besar anda tidak tahu siapa diri anda, apa dosa anda, atau bagaimana Tuhan melihat jiwa anda. 

Kedua, jika anda menjadi objek penilaian orang lain, jangan tersinggung. Sebaliknya, gunakan itu sebagai kesempatan untuk memiliki simpati yang suci bagi mereka. Kemungkinan penilaian mereka terhadap anda adalah tanda kebingungan batin mereka sendiri. Ini seharusnya membangkitkan belas kasihan terhadap mereka, bukan penghakiman sebagai balasannya (Lihat Buku Harian #1528). 

Buku Harian Santa Faustina 

(1528) 

Ketika aku mengeluh kepada Tuhan Yesus mengenai orang tertentu [dengan berkata],  

“Yesus, bagaimana orang ini dapat memberikan penghakiman seperti itu meskipun hanya dalam hati?”  

Tuhan menjawab, 

“Jangan heran. Jiwa itu bahkan tidak mengenal dirinya sendiri; karena itu, bagaimana mungkin ia dapat memberikan penilaian yang tepat mengenai jiwa lain?” (BHSF #1521) 

Renungan 

Renungkan hari ini atas dua pengalaman penghakiman ini. 

  • Pertama renungkan apakah anda menilai dan mengapa.
  • Kedua luangkan waktu untuk merenungkan cara anda bereaksi ketika orang lain menilai anda. 

Carilah kebenaran dalam kedua pengalaman ini dan serahkan penilaian anda sendiri dan pengalaman anda tentang penilaian orang lain kepada Rahmat Tuhan.  

Doa 

Tuhan, tolong bebaskan aku dari hati yang menghakimi. Engkau dan Engkau sendiri yang menyelidiki pikiran dan hati semua anak-Mu. Beri aku wawasan ke dalam jiwaku sendiri sehingga aku dapat terus memeriksa hidupku dalam terang Kebenaran-Mu, dan berikan aku hati yang penuh belas kasih agar aku dapat mencintai orang lain dengan Kerahiman Hati Ilahi-Mu. Yesus, Engkau andalanku.