-->

Refleksi 347: Perjamuan Kudus

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 347: Perjamuan Kudus 

Tidak ada anugerah yang lebih besar di dunia ini selain Komuni Kudus. Namun kita sering kali mendekati Sakramen itu dengan hati yang kacau dan lalai. 

Untuk mengatasi gangguan seperti itu : 

  • Pertama-tama anda harus yakin, dengan seluruh pikiran anda, akan kebenaran mendalam tentang realitas Komuni Kudus. Anda harus berserah diri, dengan iman yang dalam, pada kenyataan bahwa Tuhan ada di sana, sepenuhnya, dalam wujud terselubung, datang untuk menyatukan diri-Nya dengan anda dalam cara yang paling mendalam. 
  • Kedua, ketika anda percaya, anda harus melakukan tindakan kemauan, memilih untuk menerima Dia tidak hanya ke dalam tubuh anda, tetapi ke dalam setiap bagian keberadaan anda. 

Percayalah dan kemudian pilihlah dan Tuhan Yang Maha Pengasih akan mengubah hidup anda melalui penerimaan Komuni Kudus yang layak (Lihat Buku Harian #1676). 

Buku Harian Santa Faustina 

Yesus berkata kepadaku, 

“Tenanglah, Aku menyertaimu.” 

Karena lelah, aku cepat tertidur. Pada petang hari, suster yang harus merawat aku datang dan berkata, 

“Besok engkau tidak akan menerima Tuhan Yesus, Suster sebab engkau sangat lelah; selebihnya, akan kita lihat nanti.” 

Hal ini sangat mengharukan hatiku, tetapi aku berkata dengan sangat tenang, 

“Baiklah,” 

dan, aku berserah sepenuhnya kepada kehendak Tuhan; aku berusaha tidur. Pada pagi hari, aku membuat meditasiku dan mempersiapkan diri untuk menyambut komuni kudus meskipun aku seharusnya tidak menerima Tuhan Yesus. Ketika cinta dan keinginanku sudah mencapai puncak yang tinggi, aku melihat di samping tempat tidurku sosok Serafim, yang memberiku komuni kudus, sambil mengucapkan kata-kata ini, 

“Inilah Tuhan para malaikat.” 

Ketika aku menerima Tuhan, rohku tenggelam dalam kasih Allah dan dalam pesona. Ini terulang selama tiga belas hari meskipun aku tidak pernah yakin apakah ia akan membawakan aku komuni kudus pada hari berikutnya. Tetapi, aku percaya sepenuhnya kepada kebaikan Allah; meskipun demikian, aku tidak berani berpikir bahwa aku akan menerima komuni kudus dengan cara ini pada hari berikutnya. 

Serafim itu diiputi suatu cahaya yang cemerlang; keilahian dan kasih Allah tercermin dalam dia. Ia mengenakan jubah keemasan dan di atasnya suatu superpli yang transparan dan stola yang juga transparan. Siborinya terbuat dari kristal, ditutupi dengan kain yang transparan. Begitu selesai memberikan Tuhan kepadaku, ia menghilang. (BHSF #1676) 

Renungan 

Renungkan beberapa kali anda melangkah maju untuk menerima Tuhan kita dalam Komuni Kudus. 

Apa yang ada dalam pikiran anda saat itu? 

Dimana hatimu saat ini? 

Perbarui kepercayaan total anda kepada Tuhan saat Dia datang kepada anda melalui Karunia yang paling Berharga ini dan putuskan untuk menerima Dia dengan lebih layak pada saat anda menerima hak istimewa ini.

 


Doa 

Tuhan, perbaruilah cintaku kepada-Mu saat Engkau datang kepadaku dalam Komuni Kudus. Semoga aku memahami Engkau ketika Engkau datang kepadaku dalam Karunia Berharga ini dan semoga aku memilih Engkau dengan segenap kehendakku. Yesus, Engkau andalanku.