-->

Refleksi 350: Keindahan dalam Adorasi

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 350: Keindahan dalam Adorasi 

Dunia ini indah dan mengungkapkan keindahan Tuhan, namun realitas spiritual, seperti Ekaristi Kudus, jauh lebih indah. Untuk melihat keindahan Tuhan yang hadir dalam Ekaristi Mahakudus, diperlukan mata iman. 

Salah satu cara terbaik untuk mempertajam visi anda tentang keindahan ini adalah melalui pemujaan. Meskipun menerima Komuni Kudus harus menjadi kesatuan tertinggi yang kita alami dengan Tuhan kita, pemujaan kepada-Nya, yang hadir dalam Hosti Kudus, mempersiapkan anda untuk perjumpaan ini dengan mengungkapkan keindahan-Nya. 

Berusahalah untuk memuja Dia yang dipaparkan dalam monstrans di altar dan biarkan mata jiwa anda terpesona oleh keindahan-Nya (Lihat Buku Harian#1692). 

Buku Harian Santa Faustina 

Sang Pencipta dan Ciptaan. 

Aku menyembah Engkau, ya Tuhan dan Pencipta, yang tersembunyi di dalam Sakramen Mahakudus. Aku menyembah Engkau karena segala karya tangan-Mu yang menyatakan kepadaku begitu banyak kebijaksanaan, kebaikan, dan kerahiman. 

O Tuhan, Engkau telah menghamburkan begitu banyak keindahan ke atas bumi, dan semua itu menuturkan kepadaku keindahan-Mu meskipun semua yang indah itu hanyalah pantulan lemah dari keindahan-Mu, o Keindahan yang Tak Terselami. Meskipun Engkau menyembunyikan diri dan menyamarkan keindahan-Mu, mataku yang diterangi oleh iman dapat menangkap Engkau, dan jiwaku mengenali Penciptanya, Kebaikan teringginya; dan hatiku sepenuhnya tenggelam dalam doa sembah sujud. 

Tuhanku dan Penciptaku, kebaikan-Mu memberanikan aku untuk bercakap-cakap dengan-Mu. Kerahiman-Mu meniadakan jurang yang memisahkan Pencipta dari ciptaan. Bercakap-cakap dengan-Mu, o Tuhan, sangatlah menyenangkan hatiku. Di dalam Engkau, aku menemukan segala sesuatu yang didambakan hatiku. Di sini, Terang-Mu menerangi pikiranku, dan sekaligus memampukannya untuk makin hari makin mengenal Engkau. Di sini, arus rahmat mengalir ke dalam hatiku. Di sini, jiwaku menimba kehidupan kekal. 

O Tuhan dan Penciptaku, di samping segala karunia ini, Engkau memberikan diri-Mu sendiri kepadaku dan secara mesra menyatukan diri-Mu dengan ciptaan-Mu yang papa ini. Di sini, tanpa mencari kata-kata, kita memahami satu sama lain. Di sini, tak seorang pun mampu menyela percakapan kita. Apa yang kubicarakan dengan-Mu, ya Yesus, adalah rahasia kita; tidak ada ciptaan yang akan mengetahuinya dan tidak ada malaikat yang berani menanyakannya. Ini adalah misteri pengampunan yang bersifat rahasia, yang hanya diketahui oleh Yesus dan aku sendiri; inilah misteri kerahiman-Nya, yang merengkuh setiap jiwa secara terpisah. Karena kebaikan-Mu yang tak terselami ini, dengan segenap hati dan sepenuh jiwaku, aku menyembah Engkau, o Tuhan dan Penciptaku. Memang, ibadatku sedemikian tak berarti dan papa, tetapi aku merasa damai sebab aku tahu bahwa Engkau tahu jika ibadatku itu tulus meskipun tidak memadai... (BHSF #1692) 

Renungan 

Pernahkah anda ikut serta dalam adorasi Ekaristi Mahakudus? 

Jika anda memiliki adorasi secara rutin di gereja anda, anda diberkati. Jika tidak, carilah di gereja terdekat. Adorasi memberi makan jiwa anda dan mengungkapkan kepada anda keindahan Tuhan. 

Renungkan pengalaman anda dalam adorasi Ekaristi dan komitmenkan kembali diri anda untuk berpartisipasi sepenuh hati dalam tindakan mulia ini. 

Doa 

Tuhan, aku memujaMu dengan pemujaan yang terdalam ketika Engkau hadir di hadapanku dalam Ekaristi Mahakudus. Aku mencintai-Mu dan berusaha mengetahui keindahan dan kemegahan-Mu yang tersembunyi. Engkau mulia, ya Tuhan. Saat aku memandang kemuliaan-Mu, tariklah aku semakin dalam ke dalam Hati Kerahiman-Mu yang sempurna.Yesus, Engkau andalanku.