-->

Refleksi 353: Nyanyian Kemuliaan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 353: Nyanyian Kemuliaan 

Musik adalah penemuan dan ekspresi hukum alam ciptaan Tuhan, dengan mengandalkan keteraturan dan ritme yang ditemukan dalam rancangan alaminya. 

Beberapa musik menggunakan tatanan alam untuk mengagungkan realitas duniawi. Beberapa bentuk musik bahkan mengekspresikan dosa dan kekacauan. Namun bentuk musik yang paling hebat adalah yang dengan indah dan jelas mengartikulasikan keteraturan, keselarasan, dan kesimetrisan kehidupan Tuhan. 

Hidup kita menjadi seperti himne kemuliaan, yang dipersembahkan kepada Tuhan, ketika kita bertindak selaras dengan Kehendak Tuhan. “Musik” jiwa anda harus menjadi himne kemuliaan ini (Lihat Buku Harian #1708). 

Buku Harian Santa Faustina 

O Kristus, aku sangat bersukacita ketika menyaksikan Engkau dicintai dan mendengar pujian serta hormat bagi-Mu, khususnya pujian terhadap kerahiman-Mu, bergema di mana-mana. 

O Kristus, sampai akhir hayatku, aku tidak akan berhenti memuliakan kebaikan dan kerahiman-Mu. Dengan setiap tetes darahku, dengan setiap denyut jangtungku, aku memuliakan kerahiman-Mu. Aku ingin seluruh diriku diubah menjadi kidung kemuliaan bagi-mu. Apabila aku menghadapi ajal, biarlah detak jantungku yang terakhir menjadi madah merdu untuk memuji kerahiman-Mu yang tak terbatas. (BHSF #1708) 

Renungan 

Renungkan gagasan bahwa hidup anda seperti sebuah himne. 

Seperti apa bunyi “himne hidupmu”? 

Apakah tertata, indah dan mencerminkan kehidupan batin Tuhan? 

Atau apakah hidup anda lebih mencerminkan kekacauan dan disfungsi batin? 

Jujurlah dan renungkan “musik” yang muncul dari hidup anda. Izinkan Musisi Ahli untuk memegang anda sehingga dapat menghasilkan sebuah himne yang layak untuk kemuliaan-Nya. 


Doa 

Tuhan, semoga hidupku menjadi himne penyembahan, naik ke takhta rahmat-Mu yang mulia, menggemakan melodi indah kehidupan batin-Mu. Peganglah aku, ya Tuhan, dan gunakanlah aku sebagai alat Kerahiman dan Anugerah-Mu di dunia ini. Yesus, Engkau andalanku.