-->

Refleksi 358: Karunia Ganda dari Tuhan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 358: Karunia Ganda dari Tuhan 

Seringkali, ketika kita berbicara tentang Kerahiman Allah, kita berbicara tentang pengampunan dosa. Ini adalah tindakan pertama dari Rahmat Tuhan. Dia melihat setiap dosa, bahkan ketidaksempurnaan sekecil apa pun, dan meskipun penderitaan yang ditimpakan oleh dosa-dosa ini kepada Tuhan kita, Dia dengan murah hati melimpahkan Rahmat untuk mengampuni. 

Pengampunan menjadi total dan permanen. Tuhan tidak pernah mengungkit dosa yang sudah diampuni. Namun Tuhan tidak berhenti sampai di situ. 

Penting untuk dipahami bahwa Tuhan melimpahkan banyak rahmat selain pengampunan. Salah satu anugerah tersebut adalah, ketika Dia mengampuni dosa tertentu, Dia benar-benar mengubahnya sedemikian rupa sehingga Dia dapat menggunakannya demi kebaikan kita. 

Hebatnya, Tuhan bahkan mampu menggunakan dosa untuk kemuliaan-Nya pada akhirnya (Lihat Buku Harian #1745). 

Buku Harian Santa Faustina 

Kebaikan Allah yang Tak Terhingga dalam Mengutus Putra Tunggal-Nya kepada Kita. 

Ya Allah, sesudah manusia jatuh, Engkau tidak menghancurkannya, tetapi dalam kerahiman-Mu, Engkau mengampuninya; Engkau mengampuni dengan cara ilahi, yakni tidak hanya membebaskan dia dari kesalahan, tetapi juga melimpahkan setiap rahmat ke atasnya. Kerahiman telah menggerakkan Hati-Mu sehingga Engkau berkenan turun ke tengah kami dan mengangkat kami dari kepapaan kami. Allah berkenan turun ke bumi; Tuhan para tuan yang tak dapat mati merendahkan diri-Nya. Tetapi, di mana Engkau akan turun, Tuhan; akankah Engkau turun di kanisah Salomo? Atau akankah Engkau menyuruh suatu tabernakel baru yang dibangun untuk diri-Mu sendiri? Di mana Engkau mau turun? O Tuhan, tabernakel macam apa yang akan kami siapkan bagi-Mu sebab seluruh bumi adalah tumpuan kaki-Mu? 

Engkau memang telah mempersiapkan suatu tabernakel baru bagi diri-Mu sendiri: Sang Perawan suci. Rahimnya yang tak bernoda adalah tempat tinggal-Mu, dan di sana terjadi mukjizat kerahiman-Mu yang tak terselami, o Tuhan. Sabda menjadi daging; Allah tinggal di antara kami; Engkaulah Sabda Allah, Kerahiman yang menjelma. Dengan turun ke tengah kami, Engkau telah mengangkat kami kepada ke-Allahan-Mu. Begitulah uar biasanya cinta-Mu, begitulah dalamnya lubuk kerahiman-Mu. Surga terpesona menyaksikan kelimpahan cinta-Mu. Kini, tak seorang pun takut menghampiri Engkau. Engkau adalah Allah yang maharahim. Engkau iba kepada orang yang malang. Engkau adalah Allah kami, dan kami adalah umat-Mu. Engkau adalah Bapa kami, dan kami adalah anak-anak-Mu karena rahmat. Terpujilah kerahiman-Mu bahwa Engkau berkenan turun ke tengah kami. (BHSF #1745) 

Renungan 

Renungkan dua hal. 

  • Pertama, lihatlah pengampunan yang Tuhan tawarkan kepada anda atas dosa-dosa masa lalu. Ini seharusnya membuat anda merasa bersyukur. 
  • Kedua, carilah cara-cara di mana Allah telah menggunakan dosa-dosa anda di masa lalu, bahkan setelah diampuni, untuk kemuliaan-Nya. Kerahiman Tuhan sungguh luar biasa dan menakjubkan. Izinkan hal itu meninggalkan anda dalam rasa syukur abadi. 

Doa 

Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu atas pengampunan yang Engkau berikan kepadaku dan terlebih lagi atas rahmat tak terbatas yang Engkau berikan setelah Engkau mengampuni. Aku berdoa agar aku selalu menyadari rahmat ini dan akan membuka hati ku terhadapnya tanpa ragu-ragu. Aku mencintaimu, Tuhan, dan aku selamanya bersyukur kepada-Mu atas segala hal.   Yesus, Engkau andalanku.