-->

Refleksi 360: Pertempuran Rohani

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 360: Pertempuran Rohani 

Penggodanya, Setan, memang nyata, namun ia tidak perlu ditakuti. anda seharusnya tidak memperhatikannya. Anda tidak boleh menggunakan idenya. Anda tidak harus tawar-menawar dengannya. Dalam menghadapi godaan, anda harus memiliki keberanian, percaya pada rahmat Tuhan, dan harapan. 

Jangan penasaran dengan dosa orang lain, jangan membicarakannya, jangan kesal jika dianiaya, dan jangan mengeluh. Carilah nasihat bijak dari orang lain ketika sedang kebingungan dan dengarkanlah nasihat mereka, selama nasihat itu membuatmu tenang dan berasal dari Tuhan. 

Milikilah keyakinan yang kuat dan jangan khawatir terhadap peperangan dunia ini. Pertahankan pikiran dan hatimu pada Yesus dan biarkan Dia membelamu (Lihat Buku Harian #1760). 

Buku Harian Santa Faustina 

Konferensi tentang Perang Rohani. 

“Putri-Ku, Aku ingin mengajar engkau tentang perang rohani. Jangan pernah mengandalkan dirimu sendiri, tetapi serahkanlah dirimu sepenuhnya kepada kehendak-Ku. Dalam kesendirian, kegelapan dan aneka keragu-raguan, mintalah pertolongan kepada-Ku dan kepada pembimbing rohanimu. Ia akan selalu menjawabmu atas nama-Ku. Jangan tawar-menawar dengan godaan apa pun; segera berlindunglah dalam Hati-Ku dan, pada kesempatan pertama, beberkan godaan itu kepada bapak pengakuan. Taruhlah cinta dirimu pada tempat terakhir sehingga ia tidak menodai perbuatan-perbuatanmu. Terhadap dirimu sendiri, bersikaplah sungguh-sungguh sabar. Jangan mengabaikan mati raga batin. Utamakanlah selalu pendapat para superior dan bapak pengakuanmu. Perlakukanlah orang-orang yang suka menggerutu seperti wabah. Biarlah semua kegiatan berjalan seperti adanya; engkau harus bertindak seperti yang Aku kehendaki.” 

“Taatilah peraturan sesetia mungkin. Kalau seseorang menyebabkan engkau terganggu, pikirkanlah hal-hal yang baik yang dapat engkau menderita itu. Jangan mengumbar-ngumbar perasaan-perasaanmu. Diamlah kalau engkau dicela. Jangan meminta pendapat seorang pun kecuali pendapat bapak pengakuanmu; terhadapnya, bersikaplah jujur dan sederhana seperti anak kecil. Jangan berkecil hati karena sikap tidak tahu terima kasih. Jangan terlalu mempertanyakan jalan-jalan lewat mana Aku menuntun engkau. Apabila aku rasa bosan dan kecil hati melanda hatimu, tinggalkanlah dirimu sendiri dan bersembunyilah di dalam Hati-Ku. Jangan takut bertempur; keberanian sendiri sering membuat godaan ketakutan dan mereka tidak berani menyerang kita.” 

“Berperanglah selalu dengan penuh keyakinan bahwa Aku menyertai engkau. Jangan dikendalikan oleh perasaan sebab perasaan tidak selalu dapat engkau kendalikan; tetapi segala pahala ada di dalam kehendak. Selalu bergantunglah pada para superior, juga dalam hal-hal yang paling kecil. Aku tidak memperdaya engkau dengan iming-iming damai dan penghiburan; sebaliknya, Aku mempersiapkan engkau untuk menghadapi pertempuran yang sengit. Ketahuilah, sekarang engkau masuk pada tahap di mana seluruh surga dan bumi menatap engkau. Berperanglah seperti seorang ksatria sehingga Aku dapat memberikan ganjaran kepadamu. Janganlah takut tanpa alasan yang sepadan sebab engkau tidak sendirian.” (BHSF #1760) 

Renungan 

Ketika anda merasakan penindasan si jahat, bagaimana reaksi anda? 

Apakah anda membiarkan perasaan anda mengambil alih dan masuk ke dalam kemarahan, keputusasaan, dan keraguan? 

Ketika peperangan rohani berkecamuk di dalam, hanya ada satu pertahanan. Arahkan pandanganmu pada Yesus dan bukan pada godaan atau kejahatan. Carilah kedamaian-Nya dan tetap berlindung dalam Rahmat-Nya. 

Renungkan seberapa baik anda melakukan ini. Jika anda mengalami kesulitan, putuskanlah untuk berdoa, berdoa, dan berdoa lagi.

 

Doa 

Tuhan, hanya Engkau dan Engkau saja yang mampu melawan godaan si jahat. Berilah aku rahmat untuk tetap menatap-Mu dan percaya pada rahmat-Mu yang melimpah. Beri aku kedamaian-Mu di saat-saat sulit dan keberanian untuk menghadapi semua yang mungkin aku tanggung. Yesus, Engkau andalanku.