-->

Refleksi 48 : Diam

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 48 : Diam 

Lidah kita dapat membangun orang lain, atau menghancurkan mereka. Lidah kita juga memiliki efek langsung pada jiwa kita sendiri. Ketika lidah mengucapkan kata-kata yang diilhami oleh Tuhan, kita bertumbuh dalam kekudusan. Ketika lidah mengucapkan kata-kata bukan dari Tuhan, kita melakukan kerusakan besar pada jiwa kita dan orang lain. Tujuannya bukanlah keheningan luar; alih-alih, itu adalah keheningan batin. 

Keheningan batin berarti kita berpikir dan berdoa sebelum berbicara. Itu berarti kita diingatkan secara batin dan selaras dengan suara Tuhan yang berbicara dalam hati dan lembut di dalam hati nurani kita. 

Perenungan batin akan Tuhan ini diperlukan jika kita ingin mengatur diri kita sendiri untuk mengucapkan kata-kata Belas Kasih kepada orang lain pada waktu yang tepat dan dengan cara yang benar (Lihat Buku Harian #118). 

Buku Harian Santa Faustina 

(118) Lidah adalah anggota tubuh yang kecil, tetapi ia melakukan hal-hal yang besar. Seorang biarawati yang tidak tinggal diam tidak pernah akan mencapai kesucian; artinya, ia tidak pernah akan menjadi santa. Jangan ia menipu dirinya - kecuali kalau Roh Allah sendiri yang berbicara di dalam dirinya sehingga ia tidak boleh tinggal diam. Tetapi, supaya dapat mendengarkan suara Allah, orang harus memiliki keheningan jiwa dan tetap tinggal diam; bukan diam ragawi, tetapi diam batiniah; maksudnya merenung di dalam Allah. Orang dapat mengatakan banyak hal tanpa memecahkan keheningan dan, sebaliknya, orang dapat berbicara sedikit dan terus-menerus memecahkan keheningan. Oh, sungguh tak dapat dipulihkan kerusakan yang disebabkan oleh pelanggaran keheningan! Ia mengakibatkan banyak kerusakan pada sesama, tetapi lebih besar lagi pada diri sendiri. 

Renungan 

Berusahalah, hari ini, untuk menjadi orang yang terus-menerus selaras dengan suara Tuhan di dalam hati nurani anda sendiri. Bahasa Tuhan itu nyata dan mengubahkan. Bahasanya adalah salah satu komunikasi diam tapi jelas dengan kami. Tuhan selalu berbicara, apakah anda mendengar? Cobalah untuk membungkam pikiran dan ide anda hari ini sehingga anda hanya dapat mendengar apa yang Dia katakan kepada anda.

 


Doa 

Tuhan, aku menawarkan kata-kataku hari ini. Izinkan aku berbicara hanya apa yang Engkau ilhami untuk berbicara. Semoga aku hanya mendengar apa yang Engkau ingin kudengar. Tolong aku, Tuhan, untuk masuk ke dalam ingatan yang mendalam dan terus-menerus tentang-Mu, dan dalam keheningan hatiku semoga aku bertemu dengan hadirat ilahi-Mu sehingga aku dapat berbagi-Mu dan Rahmat-Mu dengan orang lain. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi