-->

Refleksi 49 : Disalahpahami

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 49 : Disalahpahami 

Kita dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus. Dan jika kita berjalan di jalan itu, kita akan dipanggil untuk menghayati kebajikan heroik. Kebajikan heroik tidak akan selalu dipahami oleh orang lain. Padahal, menurut kebijaksanaan duniawi, kepahlawanan dan kebajikan suci adalah kebodohan. Tetapi kita tidak boleh membiarkan pendapat "kebijaksanaan" duniawi membingungkan kita, menggoda kita atau mengalihkan kita dari jalan kebajikan sejati (Lihat Buku Harian #126). 

Buku Harian Santa Faustina 

(129) Suatu hari, salah seorang Muder menumpahkan kemarahannya yang hebat kepadaku dan merendahkan aku sedemikian rupa sehingga aku berpikir bahwa aku tidak akan mampu menahannya. Ia berkata kepadaku, 

“Hei manusia aneh, histeris dan pelihat, keluarlah dari kamarku; aku tidak mau tahu Suster!” 

Ia terus menumpahkan ke atas kepalaku apa saja yang dapat ia pikirkan. Ketika aku masuk ke kamarku, aku menelungkupkan wajahku di hadapan salib, dan kemudian aku memandang Yesus; namun aku tidak lagi mampu mengatakan sepatah kata pun. Tetapi, aku menyembunyikan segala sesuatu dari orang lain dan bersikap seolah-olah tidak ada sesuatu yang telah terjadi antara kami. 

Setan selalu mengambil keuntungan dari saat-saat seperti itu; bayangan keputusasaan mulai muncul ke permukaan: inilah ganjaranmu - untuk kesetiaan dan ketulusanmu. - Bagaimana orang dapat menjadi tulus hati kalau ia sedemikian tidak dipahami? Yesus, Yesus, aku tidak dapat melangkah lebih jauh lagi. Sekali lagi, dengan beban ini, aku tersungkur di lantai dan keringatku mulai mengalir, dan rasa takut mulai menguasai aku. Aku tidak memiliki seorang pun untuk menyandarkan diriku secara batin. Tiba-tiba aku mendengar suatu suara di dalam jiwaku, 

“Jangan takut; Aku menyertaimu.” 

Suatu sinar yang luar biasa menerangi budiku, dan aku menjadi sadar bahwa aku tidak boleh menyerah dalam kesedihan seperti ini. Aku dipenuhi dengan suatu kekuatan dan meninggalkan kamarku dengan keberanian baru untuk menderita. (BHSF #129)

Renungan 

Apakah anda kadang-kadang disalahpahami, karena anda berjuang untuk menjalani kehidupan yang suci? 

Apakah orang lain memberi anda nasihat ini atau itu yang tampaknya bertentangan dengan suara Tuhan dalam hati nurani anda sendiri ? 

Renungkan jalan kebajikan yang Tuhan panggil anda turun. Dunia tidak mengerti jalan kebajikan, Rahmat dan pengampunan yang kita dipanggil untuk merangkul. Dunia tidak mengerti bahwa kita harus menerima ketidakadilan pada waktu-waktu tertentu dalam keheningan dan kepercayaan. Dunia tidak memahami sukacita yang kita miliki ketika kita menderita demi Kristus. Perhatikan suara Tuhan saat Dia berbicara kepada anda dalam hati nurani anda dan jangan biarkan pendapat orang lain atau dunia menyesatkan anda.

 


Doa 

Tuhan, bantu aku untuk berjalan di jalan kebajikan yang heroik. Terkadang, jalan ini akan membuatku salah paham. Dan, kadang-kadang, orang lain akan menggoda aku untuk berpaling dari suara ilahi-Mu. Tolonglah aku, setiap saat, Tuhan yang terkasih, untuk hanya mendengar-Mu dan untuk patuh hanya pada Kehendak-Mu yang paling suci. Beri aku hikmat, kekuatan dan keberanian untuk selalu mengikuti jalan rahmat Ilahi-Mu. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi