-->

Refleksi 50 : Mendengar Suara Tuhan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari  bersama  Santa Faustina

 


Refleksi 50 : Mendengar Suara Tuhan 

Memang benar bahwa, sepanjang hari anda, Tuhan berbicara kepada anda. Dia terus-menerus mengomunikasikan kebenaran-Nya dan arahan-Nya untuk hidup anda, dan Dia terus-menerus menganugerahkan Rahmat-Nya.

Masalahnya adalah bahwa suara-Nya sangat lembut dan sunyi. Mengapa? Karena Dia menginginkan semua perhatian anda. Dia tidak akan berusaha untuk bersaing dengan banyak gangguan atau kesibukaan dengan hari anda.

Dia tidak akan memaksakan diri-Nya kepada anda. Sebaliknya, Dia menunggu anda untuk berpaling kepada-Nya, mengesampingkan semua gangguan, dan memperhatikan suara-Nya yang tenang namun jelas (Lihat Buku Harian#130). 

Buku Harian Santa Faustina 

(130) Akan tetapi, aku mulai menjadi sedikit sembrono. Aku tidak memberi perhatian kepada ilham-ilham batiniah dan berusaha mengalihkan perhatianku. Tetapi, meskipun ada kegaduhan dan gangguan, aku tetap dapat melihat apa yang sedang terjadi dalam jiwaku.

Bicara Allah sungguh jelas, dan tidak ada suatu pun yang dapat membungkamkan-Nya. Aku mulai menghindari perjumpaan-perjumpaan dengan Tuhan di dalam jiwaku sebab aku tidak mau jatuh menjadi mangsa khayalan-khayalan.

Tetapi, dalam arti tertentu, Tuhan terus memburu aku dengan anugerah-anugerah-Nya; dan sungguh, aku mengalami siksaan dan sukacita, secara bergantian. Aku tidak menyebut di sini aneka penglihatan dan rahmat yang diberikan Allah kepadaku selama waktu ini sebab aku telah menuliskannya di tempat lain. Tetapi, di sini aku hanya akan mengatakan bahwa aneka penderitaan telah mencapai puncaknya, dan aku memutuskan untuk mengakhiri keragu-raguan sebelum kaul kekalku. 

Sepanjang masa probasiku, aku memohon terang bagi imam yang harus mendengarkan aku membuka jiwaku sampai sedalam-dalamnya. Aku minta kepada Allah agar Ia sendiri menolongku dan memberiku rahmat untuk bisa mengungkapkan bahkan hal-hal yang paling rahasia yang ada antara aku dan Allah; juga aku minta agar aku mampu menjadi sedemikian terbuka sehingga apa pun yang akan diputuskan oleh imam akan aku terima sebagai sesuatu yang datang dari Yesus sendiri.

Tidak peduli keputusan macam apa yang akan ia sampaikan kepadaku; yang aku inginkan hanyalah kebenaran dan jawaban yang pasti atas beberapa pertanyaan. Aku menyerahkan diriku sepenuhnya ke dalam tangan Allah, dan yang dirindukan jiwaku hanyalah kebenaran.

Aku tidak dapat terus hidup dalam keragu-raguan lebih lama lagi meskipun, dalam lubuk jiwaku, aku sedemikian yakin bahwa hal-hal ini datang dari Allah, dan aku siap menyerahkan hidupku untuk ini. Tetapi, aku mau menempatkan pendapat bapak pengakuan di atas semuanya. Aku menyiapkan hatiku untuk melaksanakan apa pun yang ia pikir paling baik, dan untuk bertindak sesuai dengan nasihat yang akan ia berikan kepadaku.

Aku memandang ke depan, ke saat yang akan menentukan kelangsungan kegiatanku selama sisa hidupku. Aku tahu bahwa segala sesuatu akan tergantung pada saat ini. Tidak begitu menjadi masalah apakah yang akan ia katakan kepadaku selaras dengan ilham-ilham yang kuterima atau sama sekali lain; ini tidak lagi menjadi masalah bagiku. Aku ingin tahu kebenarannya dan aku ingin mengikutinya. (BHSF #130)

Renungan 

Apakah anda mendengar Tuhan berbicara?

Apakah anda memperhatikan bisikan batin-Nya yang lembut?

Apakah anda membiarkan banyak gangguan dalam hari anda yang menenggelamkan suara Tuhan atau apakah anda terbiasa mengesampingkannya, dengan rajin mencari Dia lebih lagi? 

Carilah bisikan batin-Nya hari ini. Ketahuilah bahwa bisikan-bisikan ini adalah tanda kasih-Nya yang tak terduga bagi anda. Dan ketahuilah, bahwa melalui mereka, Tuhan mencari perhatian penuh anda.

 


Doa 

Tuhan, aku mencintai-Mu dan ingin mencari-Mu dalam segala hal. Bantu aku untuk menyadari cara-cara di mana Engkau berbicara kepadaku siang dan malam. Tolong aku untuk memperhatikan suara-Mu dan dipimpin oleh tangan-Mu yang lembut. Aku menyerahkan diriku sepenuhnya kepada-Mu Tuhanku. Aku mencintai-Mu dan ingin mengenal-Mu lebih lengkap. Yesus, aku percaya pada-Mu.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi