Refleksi Harian Tentang
Kerahiman Ilahi
365 Hari bersama Santa Faustina
Refleksi 54 : Berdoa untuk Orang Lain
Sangat mudah untuk menganggap bahwa semua orang yang kita kenal akan pergi ke Surga. Ini, tentu saja, harus menjadi harapan kita. Tetapi jika seseorang ingin mencapai Surga, harus ada pertobatan batin yang sejati. Setiap orang yang masuk Surga ada di sana karena keputusan pribadi untuk memberikan hidupnya kepada Kristus dan untuk berbalik dari dosa.
Bagaimana kita membantu orang-orang di sekitar kita dalam perjalanan ini?
Hal terpenting yang bisa kita lakukan adalah mendoakan mereka. Kadang-kadang, berdoa untuk orang lain bisa tampak sia-sia dan tidak produktif. Kita mungkin tidak melihat hasil langsung dan menyimpulkan bahwa berdoa bagi mereka adalah buang-buang waktu. Tapi jangan biarkan diri anda jatuh ke dalam perangkap itu.
Berdoa untuk orang-orang yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup anda adalah tindakan Belas Kasih terbesar yang dapat anda tunjukkan kepada mereka. Dan doa anda sebenarnya bisa menjadi kunci keselamatan abadi mereka (Lihat Buku Harian #150).
Buku Harian Santa Faustina
(150) Aku ingin menuliskan suatu mimpi yang kualami mengenai Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Waktu itu, aku masih seorang novis dan mengalami sejumlah kesulitan, dan aku tidak tahu bagaimana mengatasinya. Ada kesulitan-kesulitan batiniah yang berkaitan dengan kesulitan-kesulitan batiniah. Aku berdoa novena kepada beberapa orang kudus, tetapi semakin hari semakin sulit. Penderitaan-penderitaan yang ditimbulkannya padaku sedemikian berat sehingga aku tidak tahu bagaimana melanjutkan hidupku. Tiba-tiba muncul gagasan dalam diriku untuk berdoa kepada Santa Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Aku memulai novena kepada santa ini sebab sebelum masuk biara aku sudah memiliki devosi yang besar kepadanya. Akhir-akhir ini aku sedikit mengabaikan devosi ini, tetapi karena terdesak kebutuhan, aku mulai lagi berdoa dengan semangat yang lebih besar.
Pada hari kelima novena itu, aku bermimpi tentang Santa Theresia, tetapi seolah-olah ia masih hidup di bumi. Ia menyembunyikan dari aku kenyataan bahwa ia seorang kudus dan mulai menghibur aku sambil berkata bahwa aku tidak boleh cemas mengenai masalahku itu, tetapi hendaknya lebih percaya kepada Allah. Ia berkata,
“Aku pun sangat menderita.”
Tetapi aku tidak begitu percaya bahwa dia banyak menderita dan aku berkata,
“Aku merasa bahwa engkau sudah tidak menderita sama sekali.”
Tetapi, Santa Theresia menjawab aku dengan cara yang sangat menyakinkan bahwa ia sungguh telah menderita sangat banyak dan berkata kepadaku,
”Suster, ketahuilah bahwa pada hari ketiga Suster akan berhasil memecahkan masalah itu dengan gemilang!”
Ketika aku masih enggan untuk mempercayainya, ia menyatakan kepadaku bahwa ia adalah seorang kudus. Pada saat itu juga, sukacita yang besar memenuhi jiwaku, dan aku berkata kepadanya,
“Engkau seorang kudus?”
“Ya,” jawabnya,
“aku seorang kudus. Percayalah bahwa masalah ini akan terpecahkan dalam tiga hari.”
Dan aku berkata,
“Theresia yang tercinta, katakan kepadaku, apakah aku akan pergi ke surga?”
Dan ia menjawab,
“Ya, engkau akan pergi ke surga, Suster.”
“Dan apakah aku akan menjadi seorang santa?”
Atas pertanyaan ini ia menjawab,
“Ya, engkau akan menjadi seorang santa.”
“Tetapi, o Theresia yang kecil, apakah aku menjadi seorang santa seperti engkau, yang diangkat ke altar?”
Dan ia menjawab,
“Ya, engkau akan menjadi seorang santa sama seperti saya, tetapi engkau harus mengandalkan Tuhan Yesus.”
Kemudian, aku bertanya kepadanya apakah ibu dan ayahku akan di surga, akan ... [kalimat tidak dilanjutkan]. Dan, ia menjawab bahwa mereka akan masuk surga. Aku bertanya lagi,
“Dan apakah saudara dan saudariku akan masuk surga?”
Ia menyuruh aku berdoa keras bagi mereka, tetapi ia tidak memberikan jawaban yang pasti kepadaku. Aku mengerti bahwa mereka membutuhkan banyak doa.
Ini adalah suatu mimpi. Dan seperti dikatakan pepatah, mimpi adalah khayalan; Allah adalah iman. Tetapi, pada hari ketiga kesulitanku terpecahkan dengan sangat mudah, sama seperti yang sudah ia katakan. Dan segala sesuatu yang berkaitan dengan masalah ini terjadi persis seperti yang ia katakan. Itu adalah suatu mimpi, tetapi mimpi itu bermakna. (BHSF #150)
Renungan
Pikirkan tentang mereka yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup anda. Baik itu keluarga, teman, rekan kerja atau kenalan sederhana, anda memiliki kewajiban untuk mendoakan mereka.
Doa harian anda untuk orang-orang di sekitar anda adalah tindakan Belas Kasih yang dapat dengan mudah dilakukan. Ingatlah orang-orang dalam hidup anda yang mungkin paling membutuhkan doa hari ini dan berhenti sejenak untuk mempersembahkannya kepada Tuhan.
Saat anda melakukannya, Tuhan akan mencurahkan kasih karunia
kepada mereka dan Dia juga akan menghadiahi jiwa anda sendiri untuk tindakan
kemurahan hati ini.
Doa
Tuhan, pada saat ini aku mempersembahkan kepada-Mu semua orang yang paling membutuhkan Kerahiman Ilahi-Mu. Aku berdoa untuk keluargaku, teman-temanku dan untuk semua orang yang telah Engkau tempatkan dalam hidupku. Aku berdoa bagi mereka yang telah menyakiti aku dan bagi mereka yang tidak memiliki siapa pun untuk mendoakan mereka. Tuhan, aku terutama berdoa untuk (sebutkan satu atau lebih orang yang datang ke pikiran). Penuhi anak-Mu ini dengan limpahan Rahmat dan bantulah dia di jalan menuju kekudusan. Yesus, Engkau andalanku.
Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)
Refleksi Harian Kerahiman Ilahi

