-->

Refleksi 88 : Penderitaan Batin Berubah

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 88 : Penderitaan Batin Berubah 

Banyak orang membawa beban yang sangat berat di dalam jiwa mereka. Di permukaan, mereka mungkin memancarkan kegembiraan dan kedamaian. Tetapi di dalam jiwa mereka, mereka mungkin juga mengalami kesakitan yang luar biasa. 

Kedua pengalaman batiniah dan lahiriah kita ini tidak bertentangan ketika kita mengikut Kristus. Sering kali Yesus mengizinkan kita merasakan penderitaan batin tertentu sementara, pada saat yang sama, Dia menghasilkan buah yang baik dari kedamaian dan sukacita lahiriah melalui penderitaan itu (Lihat Buku Harian #378). 

Buku Harian Santa Faustina 

(378) Pernah ketika aku sedang berbicara dengan pembimbing rohaniku, aku mendapat suatu penglihatan batin - yang lebih cepat daripada kilat - aku melihat jiwanya berada dalam penderitaan yang berat, seolah-olah dalam sakratulmaut. Tidak banyak jiwa disambar Allah dengan api itu. Penderitaan itu muncul dari karya ini. Akan tiba saatnya karya yang sangat dituntut oleh Allah ini akan terasa sungguh-sungguh hancur total. Dan kemudian Allah akan bertindak dengan kekuatan yang besar, yang akan membuktikan karya ini sungguh-sungguh karya-Nya. Karya ini akan menjadi suatu semarak baru bagi Gereja, meskipun sudah lama sekali karya ini dimilikinya. Bahwa Allah itu maharahim, tak seorang pun dapat menyangkalnya. Tetapi, Ia menginginkan agar setiap orang mengetahui hal ini sebelum Ia datang kembali sebagai Hakim. Ia ingin jiwa-jiwa mengenal Dia pertama-tama sebagai Raja Kerahiman. Apabila kemenangan ini tiba, kita sudah akan memasuki kehidupan baru, tempat tidak akan ada lagi penderitaan. Tetapi, sebelum ini terjadi, jiwamu [jiwa pembimbing rohaniku] akan kenyang dengan kepahitan, yaitu waktu menyaksikan kehancuran usaha-usahamu. Tetapi, kehancuran ini hanyalah semu sebab apa yang sudah diputuskan Allah tidak akan Ia ubah. Memang, kehancuran ini akan semu tetapi penderitaan itu akan sungguh nyata. Kapan semua ini akan terjadi? Aku tidak tahu. Tetapi Allah telah menjanjikan rahmat yang besar, khususnya kepadamu dan kepada semua orang 

“... yang akan memaklumkan kerahiman-Ku yang besar. Pada saat mereka menghadapi ajal, Aku sendiri akan melindungi mereka sebagai kemuliaan-Ku sendiri. Dan kalaupun dosa-dosa suatu jiwa tampak hitam seperti malam kelam, apabila pendosa itu berpaling kepada kerahiman-Ku, ia akan mempersembahkan pujian yang paling besar kepada-Ku, dan ia merupakan mahkota kemuliaan untuk sengsara-Ku. Apabila suatu jiwa memuji kebaikan-Ku, setan akan gemetar di hadapannya dan melarikan diri ke dasar neraka yang paling dalam.”  (BHSF #378)

Renungan

Apakah ini pengalaman anda?

Apakah anda menemukan bahwa anda dapat mengekspresikan diri anda dengan sukacita dan kedamaian yang besar di hadapan orang lain meskipun hati anda dipenuhi dengan kesedihan dan rasa sakit?

 

Jika demikian, yakinlah bahwa sukacita dan penderitaan tidak terpisah satu sama lain. Ketahuilah bahwa Yesus terkadang mengizinkan penderitaan batin untuk menyucikan anda dan menguatkan anda. Terus serahkan penderitaan itu dan nikmatilah kesempatan yang anda miliki untuk menjalani kehidupan yang penuh sukacita di tengah-tengah kesulitan tersebut. 

 


Doa 

Tuhan, aku berterima kasih kepada-Mu atas salib batin yang aku pikul. aku tahu bahwa Engkau akan memberi aku rahmat yang aku butuhkan untuk melanjutkan jalan penerimaan dan sukacita. Semoga sukacita hadirat-Mu dalam hidupku selalu bersinar saat aku memikul setiap salib yang telah diberikan kepadaku. Yesus, Engkau andalanku.

 

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku
Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)
Refleksi Harian Kerahiman Ilahi