-->

Refleksi 89 : Kekuatan Cinta yang Murah Hati

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 89 : Kekuatan Cinta yang Murah Hati 

Ada begitu banyak jiwa yang membutuhkan doa kita dan membutuhkan Rahmat Tuhan. Inilah jiwa-jiwa yang terjebak teguh dalam dosa mereka. Kita mungkin berdoa untuk mereka tetapi tampaknya tidak banyak berpengaruh. Apa lagi yang bisa kita lakukan? Terkadang, syafaat terbesar yang bisa kita buat adalah hati yang dipenuhi dengan cinta yang paling murah hati. 

Kita harus berusaha dengan rajin untuk memiliki cinta yang paling murni dan tak kenal lelah bagi jiwa-jiwa ini. Tuhan akan melihat kasih ini dan akan mengarahkan pandangan kasih-Nya kepada mereka sebagai hasil dari kasih yang Ia lihat di dalam hati kita (Lihat Buku Harian #383). 

Buku Harian Santa Faustina 

(383) Pada awal retret, aku melihat pada langit-langit kapel Yesus yang terpaku pada salib. Ia memandang para suster dengan kasih yang membara, tetapi tidak semua suster Ia tatap. Ada tiga suster yang ditatap Yesus dengan mata tajam; apa alasannya aku tidak tahu. Aku hanya tahu betapa mengerikan menyaksikan tatapan mata seorang Hakim yang keras. Tatapan itu tidak diarahkan kepadaku, tetapi aku serasa lumpuh oleh katakutan. Aku masih gemetar ketika menuliskan kata-kata ini. Aku tidak berani mengucapkan satu patah kata pun kepada Yesus. Kekuatan fisikku tidak memungkinkan aku berbuat demikian, dan aku pikir aku tidak akan bertahan hidup sampai akhir konferensi. Keesokan harinya, aku melihat hal sama lagi, sama seperti yang kulihat pada pertama kali, dan saat ini aku berani mengucapkan kata-kata ini, 

“Yesus, betapa besarnya kerahiman-Mu!” 

Pada hari ketiga, terulang kembali tatapan mata yang penuh kebaikan atas semua suster, kecuali atas ketiga suster itu. Aku menghimpun seluruh keberanianku, yang memancar karena cintaku akan sesama, dan aku berkata kepada Tuhan, 

“Engkau adalah Sang Kerahiman, seperti Kau katakan sendiri kepadaku. Maka aku mohon kepada-Mu, demi kekuatan kerahiman-Mu, pandanglah dengan penuh belas kasih juga ketiga suster itu. Dan kalau ini tidak selaras dengan kebijaksanaan-Mu, aku memohon kepada-Mu suatu pertukaran: arahkan kepada mereka tatapan penuh kasih yang Kau arahkan kepada jiwaku, dan arahkan kepadaku tatapan mata-Mu yang tajam kepada mereka itu.” 

Kemudian Yesus menyampaikan kata-kata ini kepadaku, 

“Putri-Ku, karena kasihmu yang tulus dan murah hati, Aku memberi mereka banyak rahmat meskipun mereka sendiri tidak memintanya dari Aku. Tetapi, Aku berbuat begitu karena janji yang sudah Kusampaikan kepadamu.” 

Dan pada saat itu, Ia memalingkan tatapan mata yang rahim kepada ketiga suster itu juga. Hatiku melonjak kegirangan menyaksikan kebaikan Allah. (BHSF #383)

Renungan 

Siapakah orang yang begitu membutuhkan Rahmat Allah?

Apakah ada anggota keluarga, rekan kerja, tetangga atau teman yang tampaknya tetap keras kepala terhadap Tuhan dan Rahmat-Nya? 

Berkomitmenlah pada cinta paling dermawan yang dapat anda berikan kepada orang itu dan berikan kepada Tuhan sebagai syafaat anda. Izinkan Tuhan untuk menatap orang ini melalui cinta anda.

 


Doa 

Tuhan, begitu sering aku gagal untuk mencintai sebagaimana Engkau menginginkanku untuk mencintai. Aku egois dan menghakimi orang lain. Lembutkan hatiku dan kemudian tempatkan di hatiku cinta paling murah hati yang pernah aku rasakan. Bantu aku untuk mengubah cinta itu kepada mereka yang paling membutuhkan Kerahiman Ilahi-Mu. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi