-->

Refleksi 91 : Doa untuk Orang Lain Membuka Pintu

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 91 : Doa untuk Orang Lain Membuka Pintu 

Hanya Tuhan yang tahu apa yang benar-benar dibutuhkan orang lain. Kita tidak dapat membaca jiwa orang lain kecuali anugerah khusus ini diberikan kepada kita oleh Tuhan. Tetapi masing-masing dari kita dipanggil untuk berdoa dengan sungguh-sungguh bagi orang lain. 

Kadang-kadang, jika kita terbuka, Tuhan akan menempatkan di hati kita kebutuhan untuk berdoa dengan sungguh-sungguh untuk orang lain. Jika kita merasa terpanggil untuk masuk ke dalam doa khusus untuk orang lain, kita mungkin juga terkejut menemukan bahwa Tuhan tiba-tiba akan membuka pintu untuk percakapan yang kudus dan sepenuh hati yang sangat dibutuhkan orang ini (Lihat Buku Harian #396). 

Buku Harian Santa Faustina 

(396) Teman-teman seperjalananku sangat baik; beberapa perempuan dari Solidaritas Maria berada dalam gerbong yang sama dengan aku. Aku merasa salah seorang dari mereka sedang menderita amat sangat dan bergulat dalam pertempuran yang sulit dalam jiwanya. Dalam roh aku mulai berdoa untuk jiwa itu. Pada pukul sebelas, perempuan-perempuan itu pindah ke gerbong lain untuk bercanda, meninggalkan kami berdua di gerbong belakang kereta itu. Aku merasa bahwa doaku membuat pergulatan jiwa itu justru semakin sengit. Aku tidak menghibur dia, tetapi berdoa dengan lebih khusyuk. Akhirnya, perempuan itu berpaling kepadaku dan bertanya apakah ia wajib memenuhi suatu janji yang telah ia ikrarkan kepada Alah. Pada saat itu, aku menerima bisikan batin mengenai janji itu dan menjawab, 

“Engkau mutlak wajib memenuhinya; kalau tidak, engkau akan merana sepanjang sisa hidupmu. Pikiran ini akan terus menghantuimu dan membuat engkau terus merasa gelisah.” 

Kagum akan jawabanku, ia membuka seluruh jiwanya kepadaku. 

Ia adalah seorang guru sekolah. Ketika ia akan menempuh ujian-ujiannya, ia telah berjanji kepada Allah bahwa kalau ia lulus dalam ujian itu, ia akan membaktikan diri untuk melayani Tuhan; yakni, masuk suatu Kongregasi hidup membiara. Ia lulus ujian dengan sangat baik. 

“Tetapi,” katanya, “ketika aku masuk ke dalam hiruk pikuk dunia kerja, aku tidak lagi ingin masuk biara. Tetapi, suara hatiku terus menerus menggelisahkan aku, dan meskipun menikmati banyak hiburan, aku selalu tidak bahagia.” 

Sesudah percakapan panjang lebar, ia sama sekali berubah dan mengatakan kepadaku bahwa ia akan langsung mengambil langkah untuk masuk biara. Ia minta kepadaku untuk mendoakannya, dan aku marasa bahwa Allah sungguh murah hati dengan rahmat-Nya. (BHSF #396)

Renungan 

Apakah Tuhan telah menempatkan seseorang di hatimu?

Apakah ada orang tertentu yang sering muncul di pikiran? 

Jika demikian, berdoalah untuk orang itu dan katakan kepada Tuhan bahwa anda siap dan bersedia berada di sana untuk orang itu jika itu adalah Kehendak-Nya. Kemudian menunggu dan berdoa lagi. Jika Tuhan menginginkannya, anda akan menemukan bahwa, pada waktu dan tempat yang tepat, keterbukaan anda kepada orang ini dapat membuat perbedaan yang kekal.

 


Doa 

Tuhan, beri aku hati doa yang khusyuk. Tolong aku untuk terbuka kepada mereka yang Engkau tempatkan di jalanku. Dan saat aku berdoa bagi mereka yang membutuhkan, aku membuat diriku tersedia bagi Mu untuk digunakan seperti yang Engkau inginkan. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi