-->

Refleksi 94 : Menghadapi Si Jahat

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 94 : Menghadapi Si Jahat

 

Jika anda ingin menghindari kebencian yang membara dari si jahat, maka hindarilah berjuang untuk kekudusan. Setan akan tetap membencimu, tetapi dia tidak akan membencimu seperti orang suci itu. Tapi, tentu saja, ini adalah kebodohan! 


Mengapa ada orang yang menghindari kekudusan untuk menghindari kebencian dari si jahat? 


Memang benar bahwa semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin iblis akan berusaha untuk menghancurkan kita. Meskipun baik untuk menyadari hal ini, tidak ada yang perlu ditakuti. Bahkan, serangan dari si jahat harus dilihat sebagai tanda kedekatan kita dengan Tuhan (lihat Buku Harian #412). 

Buku Harian Santa Faustina 

(412) Tidak seorang pun ada di dalam kapel. Maka aku bangkit, mengambil puing-puing pot bunga, menata kembali bunga itu dalam pot dan berusaha menyelesaikannya sebelum seorang pun masuk kapel. Tetapi, aku tidak berhasil sebab Muder Superior langsung masuk bersama suster koster dan beberapa suster lain. Muder Superior heran bahwa aku telah menyentuh sesuatu di altar dan dengan demikian menyebabkan pot bunga itu jatuh. Suster koster menunjukkan ketidaksenangannya, dan aku tidak berusaha menjelaskan ataupun mencari dalih. Tetapi, menjelang petang hari, aku merasa kehabisan tenaga dan tidak dapat melaksanakan Jam Kudus; maka aku minta kepada Muder Superior untuk mengizinkan aku pergi tidur lebih awal. Begitu membaringkan diri aku langsung tertidur, tetapi pada pukul sebelas setan menggoyang-goyang tempat tidurku. Aku langsung bangun, dan mulai berdoa dengan tenang kepada Malaikat Pelindungku. Kemudian aku melihat jiwa-jiwa yang menjalani hukuman di Purgatorium. Mereka tampak laksana bayang-bayang, dan di antara mereka aku melihat begitu banyak setan. Satu dari setan-setan ini berusaha mengganggu aku; dengan mengambil wujud seekor kucing, ia terus menjatuhkan dirinya di tempat tidurku dan di kakiku, dan ia sangat berat, rasanya seperti satu ton [beratnya]. 

Selama ini aku terus berdoa rosario, dan menjelang fajar makhluk-makhluk itu lenyap, dan aku dapat tidur sejenak. Ketika aku memasuki kapel pada pagi hari, aku mendengar suatu suara dalam jiwaku, 

“Engkau berpadu dengan Aku; jangan takut akan apa pun. Tetapi, ketahuilah, anak-Ku, setan membencimu; ia membenci setiap jiwa, tetapi ia dibakar oleh suatu kebencian istimewa terhadapmu sebab engkau telah merenggut begitu banyak jiwa dari kekuasaannya.”  (BHSF #412)

Renungan

 

Renungkan, hari ini, tentang cara apa pun yang anda rasakan diliputi oleh rasa takut. Sangat sering, ketakutan ini adalah buah dari anda membiarkan tipu daya dan kejahatan si jahat memengaruhi anda. Alih-alih membiarkan rasa takut memengaruhi anda, biarkan kejahatan yang menghadang anda menjadi penyebab peningkatan iman dan kepercayaan anda kepada Tuhan. Kejahatan akan meruntuhkan kita atau menjadi kesempatan bagi kita untuk bertumbuh dalam kasih karunia dan kekuatan Tuhan.  

 


Doa 

Tuhan, ketakutan tidak ada gunanya, yang dibutuhkan adalah iman. Tingkatkan imanku, aku berdoa, agar aku setiap hari berada di bawah kendali ilham lembut-Mu dan tidak di bawah kendali ketakutan yang disebabkan oleh serangan si jahat. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi