-->

Refleksi 95 : Mengandalkan Kerahiman Tuhan

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 95: Mengandalkan Kerahiman Tuhan

 

Jika anda menjatuhkan sebuah benda ke tengah lautan luas, anda akan tahu, dengan kepastian yang dalam, bahwa benda ini akan basah. Luasnya lautan akan memakannya. Begitu pula dengan Rahmat Allah. Ini sangat besar dan tak terbatas. Oleh karena itu, jika anda percaya pada Rahmat-Nya, anda dapat memiliki kepastian yang mendalam bahwa anda akan mendapatkannya (Lihat Buku Harian #420). 

Buku Harian Santa Faustina 

(420) Minggu, 28 April 1938. 

Minggu Putih, yakni Pesta Kerahiman Ilahi, penutupan Yubileum Penebusan. Ketika kami pergi untuk ambil bagian dalam perayaan, hatiku melompat kegirangan karena dua perayaan dipadukan begitu erat. Aku memohon kepada Allah Kerahiman bagi jiwa orang-orang berdosa. Menjelang akhir ibadat ketika imam mengambil Sakramen Mahakudus untuk memberkati umat, aku melihat Tuhan Yesus seperti tampak dalam gambar itu. Tuhan memberi berkat-Nya, dan kedua sinar itu menyinari seluruh dunia. Tiba-tiba, aku melihat suatu cahaya cemerlang yang tak tertembus dalam bentuk suatu tempat tinggal kristal, yang dirajut dari gelombang cahaya yang tak terhampiri baik oleh ciptaan apa pun maupun oleh roh. Ada tiga pintu menuju cahaya itu. Pada saat itu, Yesus, sebagaimana terlukis dalam gambar, memasuki cahaya itu melalui pintu kedua menuju Sang Esa yang ada di dalam. Itulah Sang Esa yang Tritunggal, yang tak dapat dipahami - yang tak terbatas. Tiba-tiba aku mendengar suatu suara, 

“Pesta ini muncul dari lubuk kerahiman-Ku sendiri, dan dikukuhkan dalam lubuk kerahiman-Ku yang besar. Setiap jiwa yang percaya dan berharap pada kerahiman-Ku akan menerimanya.” 

Sukacita meluap-luap karena kebaikan dan keagungan Allahku yang luar biasa itu. (BHSF #420) 

Renungan

 

Apakah anda percaya bahwa Tuhan akan melimpahkan Rahmat-Nya yang tak terbatas kepada anda?

 

Tujuannya adalah untuk memastikan hal ini. Kita tidak sampai pada kepastian ini karena kebaikan kita sendiri; melainkan, kita sampai pada hal itu sebagai hasil dari Rahmat Tritunggal Mahakudus yang tak terduga dan tak terbatas.

 


Doa 

Tuhan, aku mencintai-Mu dan aku ingin percaya pada Kerahiman-Mu yang sempurna sampai-sampai tidak ada keraguan dalam pikiran dan hatiku bahwa Engkau akan memberikan hadiah yang berharga ini. Bantulah aku untuk percaya pada Rahmat-Mu karena kebaikan-Mu yang tak terbatas. Sucikan aku dari semua keraguan, Tuhan yang terkasih, dan bantu aku untuk lebih percaya kepada-Mu. Yesus, Engkau andalanku.


Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)

Refleksi Harian Kerahiman Ilahi