-->

Refleksi 98 : Menjadi Instrumen

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 98 : Menjadi Instrumen 

Ketika Tuhan memanggil kita untuk memenuhi beberapa misi, siapa yang bekerja? Tuhan atau kita? 

Yang benar adalah bahwa kita berdua bekerja, Tuhan adalah sumbernya dan kita adalah instrumennya. Kami melakukan upaya sukarela, tetapi Tuhanlah yang bersinar. Sama seperti jendela yang dapat bertindak sebagai sumber cahaya di dalam rumah, bukan jendela yang bersinar, melainkan Matahari. Demikian pula, kita harus menyerahkan diri kita kepada Tuhan sehingga Dia akan bersinar melalui kita, tetapi kita harus selalu ingat bahwa kita hanyalah jendela yang melaluinya Tuhan akan bersinar di dunia kita (Lihat Diary #438). 

Buku Harian Santa Faustina 

(438) 30 Juni 1935. 

Tepat pada awal misa kudus pada hari berikutnya, aku melihat Yesus dalam segala keindahan-Nya yang tak terperikan. Ia berkata kepadaku, 

“Dirikanlah suatu Kongregasi seperti itu secepat mungkin, dan engkau akan hidup di dalamnya bersama beberapa temanmu. 

Roh-Ku akan menjadi patokan hidupmu. Hidupmu harus dibentuk seturut hidup-Ku, mulai dari palungan sampai ke kematian-Ku di salib. 

Resapilah misteri-misteri-Ku dan engkau akan mengetahui lubuk kerahiman-Ku terhadap semua ciptaan dan kebaikan-Ku yang tak terselami - dan ini akan engkau perkenalkan kepada dunia. 

Lewat doa-doamu, engkau akan menjadi pengantara antara surga dan bumi.” (BHSF #438) 

Renungan 

Apakah anda ingin Tuhan bersinar melalui anda dengan terang? 

Apakah anda ingin sinar kasih-Nya memancar dan mencerahkan orang lain? 

Jika anda melakukannya, rendahkanlah diri anda sehingga anda dapat menjadi alat anugerah-Nya. Sadarilah bahwa anda tidak lebih dari sebuah instrumen, bukan sumber. Terbukalah kepada Sumber segala Rahmat dan Dia akan bersinar dengan kekuatan dan kemegahan yang besar.

 


Doa 

Tuhan, aku mempersembahkan diriku kepada-Mu sebagai jendela bagi Hati-Mu yang penuh belas kasihan. Bersinar melalui diriku, Tuhan terkasih. Semoga aku menjadi alat sejati rahmat-Mu dan semoga aku selalu ingat bahwa hanya Engkau dan Engkau sajalah sumber segala rahmat dan Rahmat. Yesus, Engkau andalanku.

 

Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku
Kerahiman Ilahi dalam Jiwaku (Audio)
Refleksi Harian Kerahiman Ilahi