-->

Renungan 124 : Rahmat Doa Syafaat

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 124 : Rahmat Doa Syafaat

 

Apakah anda ingin melihat Kerahiman Ilahi dari Tuhan tercurah ke dunia dengan cara yang melimpah?

 

Mudah-mudahan dan kiranya jawaban atas pertanyaan itu mudah, “Ya.” Penting untuk diketahui bahwa, dalam beberapa hal, anda bertanggung jawab atas apakah itu terjadi atau tidak. Secara khusus, Yesus telah memilih untuk membuat kelimpahan Rahmat-Nya mengalir sebagai akibat langsung dari syafaat anda bagi orang lain. Itu benar. 


Pilihan pribadi anda untuk berdoa bagi orang lain memiliki akibat langsung pada Yesus yang menawarkan rahmat khusus kepada mereka. Ini adalah rahmat yang ditawarkan kepada orang lain selain banyak rahmat lain yang Dia tawarkan dengan cara lain. Lakukan bagian anda dan orang lain akan diberkati dengan berlimpah. Abaikan bagian anda, dan mereka tidak akan menerima anugerah khusus yang dapat anda menangkan untuk mereka melalui doa-doa anda (Lihat Buku Harian #599). 

Buku Harian Santa Faustina 

(599) Sekali peristiwa, seseorang minta aku doakan. Sesudah itu, ketika berjumpa dengan Tuhan, aku berkata kepada-Nya, 

“Yesus, aku secara khusus mengasihi jiwa-jiwa yang Engkau kasihi.” 

Dan Yesus menjawab, 

“Dan dari pihak-Ku, Aku memberikan rahmat istimewa kepada jiwa-jiwa yang engkau doakan.”   (BHSF #599) 

Renungan

Renungkan, hari ini, pada orang atau orang-orang yang telah dipercayakan Tuhan untuk syafaat anda. Ini bukan tanggung jawab kecil. Tuhan telah memilih anda untuk tugas ini. Dan melalui doa-doa anda, orang lain akan diberkati.

Siapa yang ingin diberkati Tuhan melalui doa-doa anda?

Buatlah keputusan nyata untuk berdoa bagi mereka dan percaya bahwa Kerahiman Tuhan akan diberikan sebagai hasil langsung.

 


Doa 

Tuhan, aku berdoa agar Engkau menunjukkan kepada ku siapa yang Engkau ingin kudoakan. Tempatkan di hatiku keinginan ini. Bantu aku untuk setia dalam syafaat ku dan untuk percaya pada kekuatan doa itu. Di sini dan sekarang aku menawarkan (pikirkan seseorang) kepada Engkau. Dan aku secara khusus mempersembahkan orang ini kepada Hati Bundamu yang Tak Bernoda atas doa-doanya yang sempurna. Bunda Maria, doakanlah kami.. Yesus, Engkau andalanku.