-->

Refleksi 147 : Rahmat Melalui Perbuatan, Perkataan dan Doa

 

Refleksi Harian Tentang

Kerahiman Ilahi

365 Hari bersama Santa Faustina

 


Refleksi 147: Rahmat Melalui Perbuatan, Perkataan dan Doa 

Apakah anda ingin menjadi alat dari Kerahiman Tuhan yang tak terduga? 

Jika demikian, anda melakukan ini dengan perbuatan anda, kata-kata anda dan doa-doa anda. 

  • Pertama, anda harus terus-menerus “mencari” kesempatan untuk menunjukkan Belas Kasihan melalui perbuatan anda. Terlalu sering, ketika diberi kesempatan (seperti memaafkan orang lain), kita berbalik ke arah lain. Tetapi kita harus waspada dan berkomitmen untuk mencari peluang ini dan bersukacita ketika diberikan. 
  • Kedua, kata-kata anda dapat mendatangkan rahmat dan Rahmat, atau dapat melukai dan mencelakakan. kita menyakiti dengan kekerasan atau bahkan oleh kegagalan kita untuk berbicara. Kita membawa Rahmat ketika kita mengucapkan kata-kata kebenaran dalam cinta, bahkan kata-kata yang menantang, untuk menghadirkan Kebenaran Tuhan. 
  • Dan ketiga, kita sering melupakan kekuatan berdoa dan berkorban untuk orang lain. Bersyafaat untuk dunia secara keseluruhan, dan bagi individu pada khususnya, adalah cara memutar kunci dan membuka pintu rahmat Tuhan. Jangan mengabaikan tindakan Rahmat yang esensial ini (Lihat Buku Harian #742). 

Buku Harian Santa Faustina 

(742) “Putri-Ku, kalau melalui engkau Aku minta agar manusia menghormati kerahiman-Ku, hendaknya engkau menjadi orang pertama yang unggul dalam harapan kepada kerahiman-Ku ini. 

Aku minta agar engkau melaksanakan perbuatan-perbuatan kerahiman, yang harus muncul dari kasih kepada-Ku.

Kapan saja dan di mana saja, engkau harus mengamalkan belas kasihan kepada sesama.

Engkau tidak boleh menghindarinya atau berusaha mencari-cari dalih untuk membebaskan diri darinya.” 

“Aku memberi engkau tiga cara untuk mengamalkan belas kasihan terhadap sesama: 

    • yang pertama: perbuatan,
    • yang kedua: perkataan,
    • yang ketiga: doa.

Dalam tiga cara inilah tercakup sepenuhnya karya belas kasih, dan semua itu merupakan bukti kasihmu kepada-Ku yang tidak dapat dibantah.

Dengan sarana-sarana ini, suatu jiwa memuji dan menghormati kerahiman-Ku.

Sungguh, hari Minggu pertama sesudah Paskah adalah Pesta Kerahiman Ilahi, yang juga harus menjadi hari untuk karya belas kasihan.

AKu menuntut penghormatan kepada kerahiman-Ku dengan perayaan yang meriah dan dengan penghormatan terhadap gambar yang sudah dilukis itu.

Dengan menggunakan gambar itu, Aku akan memberikan banyak rahmat kepada jiwa-jiwa.

Dan, gambar itu dimaksudkan untuk mengingatkan orang akan tuntutan-tuntutan kerahiman-Ku sebab bahkan iman yang paling kuat pun akan sia-sia kalau tidak disertai dengan perbuatan.” 

“O Yesusku, Engkau sendiri harus menolong aku dalam segala sesuatu sebab Engkau tahu betapa sangat kecillah aku, dan karena itu aku bergantung sepenuhnya pada kebaikan-Mu, ya Allah.” (BHSF #742) 

Renungan 

Renungkan perbuatan, perkataan, dan doa anda. 

Dapatkah anda menunjukkan cara-cara konkret di mana Tuhan kita telah menggunakan anda untuk membawa Rahmat-Nya kepada orang lain? 

Cobalah untuk mengidentifikasi beberapa dari mereka dan jika anda bergumul dengan ujian ini, itu adalah pertanda baik bahwa Tuhan ingin meningkatkan curahan Rahmat-Nya setiap hari melalui anda. 

 


Doa

Tuhan, aku mempersembahkan kepada-Mu kata-kataku, tindakanku, dan kehidupan doaku. Gunakan aku sesuai keinginan-Mu dan bantu aku untuk memperhatikan inspirasi harian-Mu. Bantu aku untuk dengan tulus mencari peluang, setiap hari, sepanjang hari, di mana aku dapat menyebarkan kasih-Mu yang sempurna di dunia ini. Aku menyerahkan diriku kepada-Mu, Tuhan yang terkasih. Yesus, Engkau andalanku.